<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385</id><updated>2011-10-20T09:59:36.464-07:00</updated><category term='sejarah PMII'/><category term='muktamar NU'/><category term='MAHASISWA…..?'/><category term='PERAN MAHASISWA'/><category term='Buletin'/><category term='RTK Ke-VIII'/><category term='Agenda Bulanan'/><category term='BELAJAR DARI MOMENTUM PUASA DAN LEBARAN'/><category term='Produk Hukum PMII'/><category term='Kajian ANSOS'/><category term='Penikmat Buku'/><category term='Agenda Mingguan'/><category term='BPH'/><category term='ASWAJA PMII'/><category term='KKN identik....'/><category term='artikel lepas'/><category term='PROFILE'/><category term='NDP PMII'/><category term='Filsafat'/><category term='punya nyali'/><category term='Agama dan realitas'/><category term='Proses kaderisasi PMII'/><category term='aksi'/><category term='Berita'/><category term='Tokoh PMII'/><category term='teori feminisme di PMII'/><category term='Membincang Gender'/><category term='Agenda Tahunan'/><category term='Album foto'/><title type='text'>..:::PMII KOMISARIAT BONGKAR KAMPUS :::..</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>42</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-9139013656448675580</id><published>2011-10-19T07:11:00.000-07:00</published><updated>2011-10-19T07:36:45.134-07:00</updated><title type='text'>Mahasiswa, Manusia Pilihan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-7n_E52WNytY/Tp7Z3Y-WxrI/AAAAAAAAAKc/wJR-CwBJ30Q/s1600/DSC00355.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-7n_E52WNytY/Tp7Z3Y-WxrI/AAAAAAAAAKc/wJR-CwBJ30Q/s200/DSC00355.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Mahasiswadipilih sebagai pelaku karena memiliki potensi yang besar sebagai agenperubahan. Mahasiswa sebagai segmen pemuda yang tercerahkan Karena memilikikemampuan intelektual. Mahasiswa sebagai orang yang memiliki kemampuan logisdalam berfikir sehingga dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah.&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-7n_E52WNytY/Tp7Z3Y-WxrI/AAAAAAAAAKc/wJR-CwBJ30Q/s1600/DSC00355.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; S&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;ebagai bagian dari pemuda, mahasiswa juga memiliki karakter positif lainnya,antara lain idealis dan energik.dealis berari (seharusnya) mahasiswa masihbelum terkotori oleh kepentingan pribadi, juga belum terbebabni oleh bebansejarah atau beban posisi. Artinya mahasiswa masih bebas menempatkan diri padaposisi yang dia anggap terbaik, tanpa adanya resistansi yang lebih besar.Sedangkan energik berarti pemuda biasanya siap sedia melakukan “kewajiban” yangdibebankan oleh suatu ideology manakala dia telah meyakini kebenaran ideologyitu.&lt;br /&gt;Dengan potensi itu, wajar jika pada setiap zaman kemudian pemuda memegangperanan pening dalam perubahan kaumnya. Kita lihat kisah Ibrahim as sangpembaharu, atau kisah pemudi kahfi (Q.S. 18: 9-26) yang masing-masing sigapmenerima kebenaran.&lt;br /&gt;Ada ulama yang kemudian menyampaikan bahwa pemuda memiliki 3 peran:&lt;br /&gt;1.Sebagai generai penerus (Q.S Ath Thur : 21); meneruskan nilai-nilai kebaikanyag ada pada suatu kaum.&lt;br /&gt;2.Sebagai generasi pengganti (Q.S. Maidah : 54); menggantikan kaum yang memangsudah rusak dengan karakter mencintai dan dicintai Allah, lemah lembut kepadakaum mu’min, tegas kepada kaum kafir, dan tidak takut celaan orang yangmencela. &lt;br /&gt;3.Sebagai generai pembahari (Q.S. Maryam : 42); memperbaiki dan memperbaharuikerusakan yang ada pada suatu kaum.&lt;br /&gt;Islam adalah sebuah ideology yang memberikan energi besar bagi perubahan. Halini dimungkinkan karena karakter Islam yang syumul, mewarnai seluruh aspekkehidupn dan mengatur seluruh bagian manusia. &lt;br /&gt;Berbicara tentang perubahan, tentunya akan memunculkan pertanyaan mengapa harusada perubahan? Kondisi saat ini sangat jauh dari ideal. Tidak perlu kitapungkiri bahwa masyarakt (termasuk atau terutama di Indonesia) saat ini masihcukup jauh dari Islam. Contoh yang jelas tampak di permukaan adalah pada moralmasyarakat, misalnya korupsi yang membudaya atau adanya pergaulan bebas. Olehkarena itu tidak salah jika ada ulama yanh mengatakan kondisi sekarang sebagaijahiliyah modern.&lt;br /&gt;Melakukan perubahan adalah perintah si dalam ajaran Islam, sebagaimana dalamsebiuah hadits Rasulullah SAW menyatakan bahwa orang yang hari ini lebih baikdari kemarin adalah orang yang beruntung, orang yang hari ini sama dengankemarin berarti rudi, dan orang yang hari ini lebih buruk dari kemarin adalahcelaka. Artinya kalau kita membiarkan kondisi statis tanpa perubahan –apalagimembiarkan perubahan ke arah yang lebih buruk- berarti kita tidak termasukorang yang beruntung. Juga di dalam Ali Imran:104 Allah memerintahkan agar adakaum yang menyeru kepada kebaikan –sebagai sebuah perubahan.&lt;br /&gt;Dengan mengetahui sedimikian hebat dan canggihnya usaha musuh-musuh Islamkhususnya Yahudi di dalam memurtadkan atau minimal mensekulerkan kaum muslimin,dan hasil usaha mereka telah mencengkeram berurat berakar pada tubuh kaummuslimin, tibul pertanyaan : Apakah kondisi yang demikian parah tidak dapatdirubah? Lalu siapakah yang mampu merubah kondisi tersebut? Dan bagaimanacaranya?&lt;br /&gt;Sudah merupakan sunatullah bahwa pergiliran kemenangan merupakan suatukepastian yang akan terjadi. Maka perubahan menuju kejayaan Islam dan kaummuslimin bukanlah suatu hal yang mustahil. Yang paling bertanggungjawab akankebangkitan Islam bukanlah orang lain melainkan tentu saja umat Islam itusendiri, khususnya para pemuda pemudi dan lebih khusus lagi para mahasiswa danmahasiswi Islam.&lt;br /&gt;Sejarah membuktikan unsur utama perubah kekalahan menjadi kemenangan adalahgenerasi muda. Sejak zaman para nabi hingga sekarang para pemudalah yangmenjadi garda depan perubahan kondisi ummat.&lt;br /&gt;Para pemuda seharusnya menyadari bahwa inilah saat yang paling tepat untukbeubah dan ikut merubah kondisi. Rasulullah bersabda: Gunakanlah lima perkarasebelum dating lima perkara yaitu :&lt;br /&gt;1.Hidupmu sebelum matimu&lt;br /&gt;2.Kesehatanmu sebelum sakitmu&lt;br /&gt;3.Masa luangmu sebelum kesibukanmu&lt;br /&gt;4.Masa mudamu sebelum masa tuamu&lt;br /&gt;5.Masa kayamu sebelum masa miskinmu&lt;br /&gt;Untuk perisai bagi terjaganya waktu muda maka perlu memperhatikan suatu riwayattentang adanya pertanyaan penting di akhirat kelak khususnya kepada para pemudayakni:&lt;br /&gt;1.Umurnya, untuk apa ia habiskan?&lt;br /&gt;2.Tentang masa mudanya, juga untuk apa ia manfaatkan?&lt;br /&gt;3.Hartanya, darimana ia peroleh dan kemana ia infakkan (keluarkan)?&lt;br /&gt;4.Ilmunya, apa yang telah ia lakukan dengan ilmunya itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa muda memang penuh tantangan yang harus digunakan untuk mencapaikedewasaan, kematangan dan kepribadian Islami yang benar-benar tangguh. Seorangpemuda yang banyak melakukan penyimpangan akhlak, pemikiran dan tugas-tugasdimana letak keindahannya? Untuk itu Ia harus memperbaiki diri bersama Islam,bersama orang-orang shaleh, yang bersama-sama meningkatkan kualitas akhlaknya,Ilmu, wawasan, amal, kekuatan fisik dan kemandirian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-9139013656448675580?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/9139013656448675580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2011/10/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/9139013656448675580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/9139013656448675580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2011/10/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html' title='Mahasiswa, Manusia Pilihan'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-7n_E52WNytY/Tp7Z3Y-WxrI/AAAAAAAAAKc/wJR-CwBJ30Q/s72-c/DSC00355.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-5713238614314490637</id><published>2011-06-30T18:43:00.000-07:00</published><updated>2011-06-30T18:43:32.677-07:00</updated><title type='text'>ASWAJA</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:Arial; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div align="center" dir="LTR" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;ASWAJA PMII&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-lOfevycI0LA/Tg0lnNi-lXI/AAAAAAAAAKU/_3wwvFu-X9w/s1600/PICT0108.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-lOfevycI0LA/Tg0lnNi-lXI/AAAAAAAAAKU/_3wwvFu-X9w/s320/PICT0108.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Salamin&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;-Dikalangan anak muda NU, terutama yang tergabung dalam wadah organisasi kemahasiswaan PMII, diawal tahun 1990-an mulai ramai membicarakan “Aswaja”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pada mulanya perbincangan baru seputar pertanyaan, mengapa aswaja menghambat perkembangan intelektual masyarakat ? diskusi terhadap doktrin ini lalu sampai kesimpulan, bahwa kemandegan berfikir ini karena kita mengadopsi mentah-mentah bahwa aswaja secara “Qod’I” (kemasan praktis pemikiran aswaja). Lalu dicobalah membongkar sisi metodologi berfikirnya (M&lt;em&gt;anhaj Al-fikr&lt;/em&gt;): Yakni cara berfikir yang menganggap prinsip &lt;em&gt;Tawasuth&lt;/em&gt; (moderat), &lt;em&gt;Tawazun&lt;/em&gt; (keseimbangan), dan T&lt;em&gt;a’adul&lt;/em&gt; (keadilan). Setidaknya prinsip ini bisa mengantarkan pada sikap keberagaman yang non &lt;em&gt;tatharruf&lt;/em&gt; atau ekstrim kiri dan kanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;LATAR KULTURAL DAN POLITIK KELAHIRAN ASWAJA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Selama ini yang kita ketahui tentang ahlusunnah waljama’ah adalah madzhab yang dalam masalah aqidah mengikuti imam Abu Musa Al Asyari dan Abu Mansur Al Maturidi. Dalam praktek peribadatan mengikuti salah satu madzhab empat, dan dalam bertawasuf mengikuti imam Abu Qosim Al Junandi dan imam Abu khamid Al Gozali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-KevOIAPeKdc/Tg0mETFyLJI/AAAAAAAAAKY/B3MgiqFK4PI/s1600/13039_104548989560400_100000158973023_117072_6814531_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://1.bp.blogspot.com/-KevOIAPeKdc/Tg0mETFyLJI/AAAAAAAAAKY/B3MgiqFK4PI/s320/13039_104548989560400_100000158973023_117072_6814531_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kalau kita mempelajari Ahlussunnah dengan sebenarnya, batasan seperti itu nampak begitu simple dan sederhana, karena pengertian tersebut menciptakan definisi yang sangat eksklusif Untuk mengkaji secara mendalam, terlebih dahulu harus kita tekankan bahwa Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) sesungguhnya bukanlah madzhab, Aswaja hanyalah sebuah manhaj Al fikr (cara berpikir) tertentu yang digariskan oleh para sahabat dan muridnya, yaitu generasi tabi’in yang memiliki intelektualitas tinggi dan relatif netral dalam mensikapi situasi politik ketika itu. Meski demikian, bukan berarti dalam kedudukannya sebagai Manhaj Al fikr sekalipun merupakan produk yang bersih dari realitas sosio-kultural maupun sosio politik yang melingkupinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ahlusunnah tidak bisa terlepas dari kultur bangsa arab “tempat islam tumbuh dan berkembang untuk pertama kali”. Seperti kita ketahui bersama, bangsa arab adalah bangsa yang terdiri dari beraneka ragam suku dan kabilah yang biasa hidup secara peduli. Dari watak alami dan karakteristik daerahnya yang sebagai besar padang pasir watak orang arab sulit bersatu dan bahkan ada titik kesatuan diantara mereka merupakan sesuatu yang hampir mustahil. Di tengah-tengah kondisi bangsa yang demikian rapuh yang sangat labil persatuan dan kebersamaannya, Rosulullah diutus membawa Islam dengan misi yang sangat menekankan ukhuwah, persamaan dan persaudaraan manusia atas dasar idiologi atau iman. Selama 23 tahun dengan segala kehebatan, kharisma, dan kebesaran yang dimilikinya, Rosulullah mampu meredam kefanatikan qobilah menjadi kefanatikan agama (&lt;em&gt;ghiroh islamiyah&lt;/em&gt;). Jelasnya Rosulullah mampu membangun persatuan, persaudaraan, ukhuwah dan kesejajaran martabat dan fitrah manusia. Namun dasar watak alami bangsa arab yang sulit bersatu, setelah Rosulullah meninggal dan bahkan jasad beliau belum dikebumikan benih-benih perpecahan, gendrang perselisihan sudah mulai terdengar, terutama dalam menyikapi siapa figure yang tepat mengganti Rosulullah ( peristiwa bani saqifah ).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Perselisihan internal dikalangan umat Islam ini, secara sistematis dan periodik terus berlanjut pasca meninggalnya Rosulullah, yang akhirnya komoditi perpecahan menjadi sangat beragam. Ada karena masalah politik dikemas rapi seakan-akan masalah agama, dan aja juga masalah-masalah agama dijadikan legitimasi untuk mencapai ambisi politik dan kekuasaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Unsur-unsur perpecahan dikalangan internal umat Islam merupakan potensi yang sewaktu-waktu bisa meledak sebagai bom waktu, bukti ini semakin nampak dengan diangkatnya Usman Bin Affan sebagai kholifah pengganti Umar bin Khottob oleh tim formatur yang dibentuk oleh Umar menjelang meninggalnya beliau, yang mau tidak mau menyisahkan kekecewaan politik bagi pendukung Ali waktu itu. Fakta kelabu ini ternyata menjadi tragedy besar dalam sejarah umat Islam yaitu dengan dibunuhnya Kholifah Usman oleh putra Abu Bakar yang bernama Muhammad bin Abu Bakar. Peristiwa ini yang menjadi latar belakang terjadinya perang Jamal antara Siti Aisyah dan Sayidina Ali. Dan berikut keadaan semakin kacau balau dan situasi politik semakin tidak menentu, sehingga dikalangan internal umat Islam mulai terpecah menjadi firqoh-firqoh seperti Qodariyah, Jabbariyah Mu’tazilah dan kemudian lahirlah Ahlus sunah. Melihat rentetan latar belakang sejarah yang mengiringi lahirnya Aswaja, dapat ditarik garis kesimpulan bahwa lahirnya Aswaja tidak bisa terlepas dari latar belakang politik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ASWAJA SEBAGAI MANHAJ AL-FIKR&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Melihat dari latar cultural dan politik sejarah kelahiran Aswaja, beserta ruang lingkup yang ada di dalamnya. Terminologi Aswaja yang sebagai mana kita pegangi selama ini, sehingga tidak jarang memunculkan paradigma jumud (mandeg), kaku, dan eksklusif atau bahkan menganggap sebagai sebuah madzhab dan idiologi yang &lt;em&gt;Qod’i&lt;/em&gt;(tetap). Bagaimana mungkin dalam satu madzhab kok mengandung beberapa madzhab, dan bagaimana mungkin dalam satu idiologi ada doktrin yang kontradiktif antara doktrin imam satu dengan imam yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Salah satu karakter Aswaja adalah selalu bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi, oleh karena itu Aswaja tidaklah jumud(berhenti), tidak kaku, tidak eksklusif, dan juga tidak elitis, apa lagi ekstrim. Sebaliknya Aswaja bisa berkembang dan sekaligus dimungkinkan bisa mendobrak kemapanan yang sudah kondusif. Tentunya perubahan tersebut harus tetap mengacu pada paradigma dan prinsip &lt;em&gt;&lt;b&gt;al-sholih wa al-ahslah&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt; Karena itu menurut saya implementasi dari qaidah &lt;em&gt;&lt;b&gt;al-muhafadhoh ala qodim al-sholih wa al-akhdzu bi al jadid alashlah&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt; Adalah menyamakan langkah sesuai dengan kondisi yang berkembang pada masa kini dan masa yang akan datang. Yakni pemekaran relevansi implementatif pemikiran dan gerakan kongkrit ke dalam semua sector dan bidang kehidupan baik, aqidah, syariah, akhlaq, social budaya, ekonomi, politik, pendidikan dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Walhasil, Aswaja itu sebenarnya bukanlah madzhab. Tetapi hanyalah manhaj al-fikr atau paham saja, yang di dalamnya masih memuat beberapa aliran dan madzhab. Ini berarti masih terbuka luas bagi kita wacana pemikiran Islam yang transformatif, kreatif, dan inovatif, sehingga dapat mengakomodir nuansa perkembangan kemajuan budaya manusia. Atau selalu &lt;em&gt;&lt;b&gt;up to date&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; dan tanggap terhadap tantangan jaman. Dengan demikian akan terjadi kebekuan dan kefakuman besar-besaran diantara kita kalau doktrin-doktrin eksklusif yang ada dalam Aswaja seperti yang selama ini kita dengar dan kita pahami dicerna mentah-mentah sesuai dengan kemasan praktis pemikiran aswaja, tanpa mau membongkar sisi metodologi berfikirnya, yakni kerangka berpikir yang menganggap prinsip &lt;em&gt;tawassuth&lt;/em&gt; (moderat), &lt;em&gt;tawazun&lt;/em&gt; (keseimbangan), &lt;em&gt;ta’adul&lt;/em&gt; ( keadilan) dapat mengantarkan pada sikap yang mau dan mampu menghargai keberagaman yang non ekstrimitas (tatharruf) kiri ataupun kanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;NILAI-NILAI &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ASWAJA YANG TOLERAN DAN ANTI &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;EKSTREM?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dalam sejarah tokoh pemikir Islam, kehadiran Abu Hasan al-Asya’ari dan Abu Manshur al-Maturidi, melalui pemikiran-pemikiran teologis kedua orang ini berhasil mempengaruhi pikiran banyak orang dan mengubah kecenderungan dari berpikir rasionalis ala Mu’tazilah kepada berpikir tradisionalis dengan berpegang pada sunnah Nabi. Asawaja dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya seperti tawassuth, tawazun tasamuh mampu tampil sebagai sebuah ajaran yang berkarakter lentur, moderat, dan fleksibel. Dari sikap yang lentur dan fleksibel tersebut barang kali yang bisa mengantarkan paham ini diterima oleh mayoritas umat Islam di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-5713238614314490637?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/5713238614314490637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2011/06/aswaja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/5713238614314490637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/5713238614314490637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2011/06/aswaja.html' title='ASWAJA'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-lOfevycI0LA/Tg0lnNi-lXI/AAAAAAAAAKU/_3wwvFu-X9w/s72-c/PICT0108.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-6311972597814370758</id><published>2011-05-16T23:08:00.000-07:00</published><updated>2011-05-18T20:18:44.726-07:00</updated><title type='text'>PKD PMII KOMS BONGKAR 2011</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://komsbongkar.blogspot.com/" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-mpXUbpWpi10/TdIMhKJ7JJI/AAAAAAAAAJs/Z_ZU5_V79RQ/s200/PIC_0742.JPG" width="200" /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://komsbongkar.blogspot.com/"&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-yu8l_sPkldk/TdIM-V17nlI/AAAAAAAAAJw/YVvtk5tZVmw/s1600/PIC_0734.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-yu8l_sPkldk/TdIM-V17nlI/AAAAAAAAAJw/YVvtk5tZVmw/s200/PIC_0734.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-yVGasrzkCkk/TdINdLQA-zI/AAAAAAAAAJ0/pagIiWwZxHA/s1600/PIC_0740.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-yVGasrzkCkk/TdINdLQA-zI/AAAAAAAAAJ0/pagIiWwZxHA/s200/PIC_0740.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-dL0BtmVLlHQ/TdIP7WX8FoI/AAAAAAAAAJ4/7iUo2TCMWqQ/s1600/PIC_0729.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-dL0BtmVLlHQ/TdIP7WX8FoI/AAAAAAAAAJ4/7iUo2TCMWqQ/s200/PIC_0729.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-6311972597814370758?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://komsbongkar.blogspot.com/' title='PKD PMII KOMS BONGKAR 2011'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/6311972597814370758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2011/05/pkd-pmii-koms-bongkar-2011.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/6311972597814370758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/6311972597814370758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2011/05/pkd-pmii-koms-bongkar-2011.html' title='PKD PMII KOMS BONGKAR 2011'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-mpXUbpWpi10/TdIMhKJ7JJI/AAAAAAAAAJs/Z_ZU5_V79RQ/s72-c/PIC_0742.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-6011576039146710712</id><published>2011-05-05T23:05:00.000-07:00</published><updated>2011-05-05T23:05:16.505-07:00</updated><title type='text'>PKD</title><content type='html'>&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt;PELATIHAN KADER DASAR (PKD)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: lime;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;KOMISARIAT BONGKAR KAMPUS PARON NGAWI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;u&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;DI AULA KANTOR DESA KENDUNG KEC KWADUNGAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;13-14 MEI 2011&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Untuk TOR silakan hubungi 085233953022&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;TOR akan dikirim via email&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-6011576039146710712?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/6011576039146710712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2011/05/pkd.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/6011576039146710712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/6011576039146710712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2011/05/pkd.html' title='PKD'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-5791231589484373107</id><published>2011-04-13T15:19:00.000-07:00</published><updated>2011-04-13T16:09:52.028-07:00</updated><title type='text'>Event sahabat2</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;MAPABA &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-2HV30ZQDq9s/TaYlsKwz6BI/AAAAAAAAAJc/7rPhYa9zWuc/s1600/DSC00373.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-2HV30ZQDq9s/TaYlsKwz6BI/AAAAAAAAAJc/7rPhYa9zWuc/s320/DSC00373.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/--iM592p0DSY/TaYn4-TeTdI/AAAAAAAAAJg/vah33ib1TEg/s1600/DSC00379.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/--iM592p0DSY/TaYn4-TeTdI/AAAAAAAAAJg/vah33ib1TEg/s320/DSC00379.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-IWJHMYVyz7Y/TaYqgm-GHpI/AAAAAAAAAJk/cEzmHAgeENw/s1600/DSC00383.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-IWJHMYVyz7Y/TaYqgm-GHpI/AAAAAAAAAJk/cEzmHAgeENw/s320/DSC00383.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-IfEpEyC1On0/TaYstXYNgNI/AAAAAAAAAJo/GJSgeqtguCY/s1600/DSC00394.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-IfEpEyC1On0/TaYstXYNgNI/AAAAAAAAAJo/GJSgeqtguCY/s320/DSC00394.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-16cbVja5j9o/TaYgsDBWfgI/AAAAAAAAAJU/8UjJ61NUy6g/s1600/DSC00355.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-16cbVja5j9o/TaYgsDBWfgI/AAAAAAAAAJU/8UjJ61NUy6g/s320/DSC00355.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-5791231589484373107?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/5791231589484373107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2011/04/event-sahabat2_13.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/5791231589484373107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/5791231589484373107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2011/04/event-sahabat2_13.html' title='Event sahabat2'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-2HV30ZQDq9s/TaYlsKwz6BI/AAAAAAAAAJc/7rPhYa9zWuc/s72-c/DSC00373.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-3347317377241377271</id><published>2011-03-29T23:01:00.000-07:00</published><updated>2011-04-13T02:14:36.271-07:00</updated><title type='text'>SASTRA SAHABAT</title><content type='html'>&lt;i&gt;SATU&lt;br /&gt;Satu bahagiaku saat aterpejam mataku&lt;br /&gt;Satu juga yang ku tahu aku&lt;br /&gt;Terkelabuhi dias maya glamornya dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu resahku ketika khilafku&lt;br /&gt;Hingga ku jauh dari hidayahmu&lt;br /&gt;Terlena oleh senandung syair-syair buana&lt;br /&gt;Satu jauhku saatku benar-benar angkuh pada-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu sesalku ketika lalaiku &lt;br /&gt;Pada wktu-waktu fardu-Mu&lt;br /&gt;Satu tatapku atas segala dosakua&lt;br /&gt;Satu sadarku saatku benar-benar kecil dihadap-Mu &lt;br /&gt;Satu tekatku untuk taubatku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya......Rabbb..ku&lt;br /&gt;Beri satu kesempatan untuk tawudhu'&lt;br /&gt;Beri satu kesempatanku untuk menggapai ridho-Mu&lt;br /&gt;by: Qonik N.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-3347317377241377271?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/3347317377241377271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2011/03/sastra-sahabat.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/3347317377241377271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/3347317377241377271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2011/03/sastra-sahabat.html' title='SASTRA SAHABAT'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-5364933196771875037</id><published>2011-01-21T02:27:00.000-08:00</published><updated>2011-01-21T02:27:29.760-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel lepas'/><title type='text'>LONTAR</title><content type='html'>“ EKSISTENSI TUHAN “&lt;br /&gt;Pernah terbesit pertanyaan di benak penulis, sebenarnya Tuhan itu ada atau  tidak? Kalau ada dimanakah keberadaannya? Memang pertanyaan tersebut sebenarnya  layak dilontarkan seorang siswaTaman Kanak-kanak. Tapi bila pertanyaan tersebut dilontarkan kepada kita sebagai seorang mahasiswa yang dituntut untuk menjawab secara ilmiah pasti cukup kerepotan untuk mencarikan dasar ilmiahnya. Padahal di Al-Quran dikatakan Allah aqrobu min hablil warid (Allah lebih dekat dari pada urat leher kita). Lalu dimanakah keberadaanNya?..Apakah Dia menyatu dengan hambaNya (seperti yang dikatakan faham wahdatul wujud) atau Dia hanya sebuah ilusi manusia frustasi yang mencari penenang (seperti pendapat faham Merxian atheis).&lt;br /&gt;Tentunya bukan itu  jawaban yang ada dalam benak kita sebagai mahasiswa muslim dalam menyikapi eksistensi tuhan.  Menyikapi eksistensi tuhan, seorang muslim tidak boleh meninggalkan Al-Quran yang merupakan sumber dari segala sumber hukum, perhatikan firman Allah berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang artinya :&lt;br /&gt;"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?"(QS. Al-Fushshilat[41]:53) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Al-Fushshilat[41]:39  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya adalah, segala yang ada di alam semesta ini merupakan bukti tentang eksistensi Allah, tapi ini tentu hanya berlaku bagi orang yang melihat dengan ‘hati’ dan mampu berpikir seperti yang digambarkan oleh Tuhan melalui firman-Nya berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang artinya :&lt;br /&gt;"Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada." (QS. Al-Hajj[22]:46) &lt;br /&gt;Ternyata yang dikatakan ‘mampu’ melihat tanda-tanda eksistensi Allah itu bukan hanya terbatas pada pandangan mata atau mendengar dengan telinga saja, tapi mata dan telinga yang dibimbing oleh hati yang tunduk dan tulus ingin mengetahui eksistensi Tuhan. Jadi tidak aneh kalau banyak mahasiswa  yang khusus mempelajari Al-Qur’an, sekalipun sudah membaca Al-Qur’an seluruhnya dan berkali-kali, namun karena dasarnya punya niat yang tidak baik, maka Al-Qur’an tidak akan dapat menjadi petunjuk agar mereka kembali ke jalan yang benar, malah semakin dibaca semakin tersesat, dan yang rugi tentu saja diri mereka sendiri. &lt;br /&gt;Sebaliknya bagi orang yang punya niat baik dan tulus, benar-benar ingin mengenal Allah dan ingin mendapat bimbingan-Nya, maka tidak perlu harus melihat Tuhan dengan panca indera, Allah akan memberikan bimbingan ke arah pengenalan kepada-Nya melalui tanda-tanda keberadaan Tuhan, dan orang tersebut makin mengenal Allah tanpa harus melihat wujud-Nya.&lt;br /&gt;"(Yaitu) orang-orang yang takut akan (azab) Tuhan mereka, sedang mereka tidak melihat-Nya, dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari kiamat." (QS. Al-Anbiyaa [21]:49)&lt;br /&gt;Dengan konsep ketuhanan ini, lalu kitapun boleh bertanya: ”Bagaimana persepsi dan gambaran yang ada dalam diri seorang Muslim tentang Tuhannya?” Katakanlah, ketika seorang Muslim bersujud di tengah malam, sendirian, mengadu kepada Tuhannya tentang masalah yang tengah dihadapi, atau ketika seorang Muslim terjebak dalam situasi hidup dan mati di mana tidak ada tempat atau sesuatu pun untuk dimintai pertolongan kecuali Allah, lalu Muslim tersebut berteriak: ”Ya, Allah. Tolonglah hamba-Mu ini!” &lt;br /&gt;Kira-kira bagaimana wujud Tuhan yang tergambar di benaknya? Hampir dapat dipastikan TIDAK ADA! &lt;br /&gt;Tidak satu pun wujud atau bentuk yang dapat dibayangkan oleh manusia akan muncul sebagai sosok Tuhan dalam benaknya kecuali keyakinan bahwa Allah itu ADA! Kekuasaan-Nya sangat dekat, Dia pasti mendengar jeritan minta tolong si Muslim. Dia berkuasa untuk menolong, dan jika Dia menolong, maka TIDAK ADA SESUATUPUN YANG DAPAT MENGHALANGI! Demikian pula sebaliknya. &lt;br /&gt;Begitulah eksistensi Tuhan yang selalu ada dalam hati setiap Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LET’S JOINT WHIT US…&lt;br /&gt;Dalam Acara MAPABA PMII Di STKIP Ngawi&lt;br /&gt;Tanggal 29 Januari 2011 &lt;br /&gt;Jam 09.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CP: CHOZINUL ANWAR  0852 3395 3022&lt;br /&gt;ISWATUL KHASANAH  0857 3674 1569&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-5364933196771875037?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/5364933196771875037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2011/01/lontar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/5364933196771875037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/5364933196771875037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2011/01/lontar.html' title='LONTAR'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-4942608937088304586</id><published>2010-10-25T23:03:00.000-07:00</published><updated>2010-10-25T23:03:21.204-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAHASISWA…..?'/><title type='text'>Buletin LONTAR</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-ansi-language:EN-GB;	mso-fareast-language:EN-GB;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-hansi-font-family:Calibri;}@page Section1	{size:935.55pt 595.35pt;	mso-page-orientation:landscape;	margin:42.55pt 49.6pt 1.0in 42.55pt;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-columns:2 even 71.05pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;MAHASISWA…..?(2)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Mahasiswa,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;adalah Predikat luar biasa bagi elit anak muda yang tidak mudah untuk diraih dan didapat. Istilah MAHA yang melekat merupakan simbol suprematif bagi calon intelektual yang akan mengabdikan diri pada ilmu pengetahuan. Imam ghozali mengatakan &lt;i&gt;“Tiada amal perbuatan yang paling utama selain menuntut ilmu dan ibadah. Pergunakanlah otak kita pada ilmu dan ibadah,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;bila sudah pusat maka kita akan kuat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;.” Ini berarti,&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;bahwa predikat mahasiswa bukan&amp;nbsp; hiasan almamater belaka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Akan tetapi merupakan perwujudan yang hakiki tentang kualitas dan kapabilitas seorang agen intelektual yang mana kiprah dan perjuangannya nanti sangat di tunggu-tunggu oleh masyarakat. Menjadi mahasiswa berarti sanggup menjadi pelopor dan inspirator bagi bangsa dan negara, serta dipundak mahasiswalah masyarakat menaruh harapan akan masa depan anak-anaknya agar hidup lebih baik di masa yang akan datang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;ekelumit tulisan tadi menjadi bahan instrospeksi diri dalam rangka meluruskan niat. Menjadi Mahasiswa berarti kita siap menjadi Agent intelektual sekaligus &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Agen Social Of Change&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;” agen perubahan bagi bangsa dan negara. Itulah target yang harus kita capai dari pilihan kita masuk diperguruan tinggi serta menjadi generasi dambaan umat yang dengan tekad dan semangat siap membuktikan untuk menjadi &lt;b&gt;&lt;i&gt;Khoirunnaasi anfa ’uhumlinnas&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; . Mengikuti kuliah sangat berbeda dengan mengikuti proses belajar mengajar disekolah umum yang notabene lebih mengutamakan pengetahuan dari guru dari pada murid, murid hanya dijadikan sebagai pendengar dan pencatat apa-apa yang disampaikan oleh guru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Sedangkan proses pembelajaran kampus lebih mengutamakan mahasiswa untuk lebih kreatif dan produktif dalam berbagai ilmu pengetahuan sehingga tidak heran ketika kita mengikuti berbagai mata kuliah sangat-sangat terbatas untuk bertatap muka dengan Dosen, kemudian muncul batas-batasan akademis bahwa, Mahasiswa hanya akan mendapatkan 25% pengetahuan dari Dosen sedangkan yang 75% Mahasiswa dituntut untuk mencari sendiri artinya, Dosen menjadi pelengkap dari segi pengetahuan atau informasi yang didapatkan oleh Mahasiswa untuk dimatangkan. Perlu diingat, Mahasiswa yang baik dan aktif adalah Mahasiswa yang berusaha mengembangkan kemampuan&amp;nbsp; (Potensi) berani mempermasalahkan (mengkritisi) setiap informasi yang disampaikan Dosen. Idealnya, bahwa cara belajar Mahasiswa tidak terjebak dengan paradigma ketergantungan dengan orang lain seperti guru-guru di sekolah umum.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Dengan demikian, kita akan&amp;nbsp; menjadi Mahasiswa yang cerdas, kritis dan berbobot pembacaan yang maksimal.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Maka yang harus dilakukan oleh Mahasiswa adalah membangun kritisme, profesionalisme yang kreatif dan produktif. Sehingga predikat&amp;nbsp; kita sebagai Mahasiswa akan betul-betul didapat. Untuk mendapatkan itu semua maka diperlukan usaha-usaha.,Yaitu sering-seringlah membaca buku, mengnjungi perpustakaan terdekat, istiqomahkan diskusi. Mengapa demikian ..........? sebab Mahasiswa harus gemar membaca dan berani mengolah informasi yang dia dapat, tanpa baca buku harapan untuk menjadi intelektual tidak akan tercapai untuk itu perlu adanya wadah inspirasi untuk bereksplorasi menuangkan gagasan (tulis menulis).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Berikutnya, mengintensifkan diskusi. Seorang yang ngaku mahasiswa harus bisa mengistiqomahkan diskusi sekaligus mencari tambahan informasi sebagai media untuk menata cara berfikir dalam menganalisa suatu persoalan. Oleh karena itu,mahasiswa jangan menutup mata untuk mengikuti segala kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh organ intra kampus maupun organ&amp;nbsp; ekstra kampus seperti&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; diskusi,kajian,dialog,seminar,&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;pelatihan,&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;workshop,&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;lokakarya. Lebih-lebih kegiatan yang diadakan oleh organ ekstra kampus sebagai tambahan pemahaman&amp;nbsp; wawasan dan pengetahuan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt;"&gt;Akhirnya, tiada usaha yang membuahkan hasil tanpa ada usaha ikhtiar atau kerja keras.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 22.5pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Dalam menyongsong hari sumpah pemuda, sebagai mahasiswa(element pemuda) mari kita kobarkan lagi semangat pemuda dalam mempersatukan bangsa dan memerdekakan bangsa ini dari segala bentuk penjajahah.(AGS)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Sumpah mahasiswa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Kami mahasiswa-mahasiswi Indonesia bersumpah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan kebenaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Berbahasa satu, bahasa tanpa kebohongan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;(Yogyakarta, 28 Oktober1989)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Agar benar-benar hebat, seseorang harus berdiri dengan masyarakat bukan berdiri diatasnya.(Surya Darma Ali,&amp;nbsp; mantan PB PMII)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-4942608937088304586?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/4942608937088304586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/10/buletin-lontar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/4942608937088304586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/4942608937088304586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/10/buletin-lontar.html' title='Buletin LONTAR'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-5209852054706538638</id><published>2010-09-21T08:54:00.000-07:00</published><updated>2010-09-21T08:54:37.310-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BELAJAR DARI MOMENTUM PUASA DAN LEBARAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buletin'/><title type='text'>BELAJAR DARI MOMENTUM PUASA DAN LEBARAN</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Umat islam yang menjalankan ibadah puasa dengan sempurna dan merayakan saat hari kemenangan bisa mengambil banyak pelajaran yang berharga, baik dalam konteks individual maupun Negara. Sesungguhnya kita mempunyai pemahaman yangn umum tentang momentum puasa dan lebaran, &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;namun perspektif khusus yang implementatif terhadap pelajaran dari puasa dan lebaran harus dilihat kembali setelah momentum tersebut lewat. Pelajaran yang cukup jelas dari &lt;a href="http://komsbongkar.blogspot.com/"&gt;momentum &lt;/a&gt;satu bulan puasa penuh itu adalah adanya kesadaran kolektif. Kesadaran bertindak cepat dan kesadaran tidak adanya dendam dan saling memberi maaf antar sesama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Indonesia adalah bangsa yang besar , meski dikenal sebagai bangsa beragama yang sangat mengagungkan nilai-nilai transcendental, bangsa ini perlu terus belajar tetang introspeksi. Masyarakat di-didik untuk merenungkan hakikat diri dan hakikat sebuah bangsa. Perenungan memiliki implikasi yang sangat besar&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terhadap prestasi yang akan dicapai dalam masa berikutnya atau masa depan bangsa. Dari medium itu pula kita atau bangsa ini bisa mengukur baik dan tidak baik, berhasil atau belum&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berhasil. Hal yang sama, ketika kita dang bangsa ini belajar dari kesadaran kolektif yang tersirat dari momentum satu bulan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Apa yang kita perdebatkan dalm kontek ekonomi dan politik dalam system ketatanegaraan kita masih terlalu kuat unsur &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;individualisme. Bahkan diaspek yang lain pun unsur individualism&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;cenderung menonjol. Ada implikasi yang kuat kesadaran kolektif itu dilakukan baik dalam konteks kecil dan besar&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;maka hasil yand akan dicapai akan lebih besar pula. Implikasi dari kolektivitas adalah adanya kerja sama yang baik . Dalam teori menejemen modern kerjasama adalah sebuah keharusan kerena disitulah semua elemen berfungsi dengan baik. Ketika berbicara dalam konteks menejemen modern, kesadaran bertindak cepat, seperti pelajaran dalam momemtum sebulan itu, menjadi salah satu kunci sukses dalam mengelola proyek apapun. Dalam pengalaman diberbagai bidang, termasuk dalam konteks bisnis, keputusan itu harus diambil seara cepat ketika seseorong tidak mau kehilangan kesempatan atau peluang. Ketika penetapan keputusan itu terlambat akan membawa implkasi yang besar karena hal itu sama saja artinya kita telah terlambat semua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Dalam momentum sebulan yang baru lewat beberapa hari ini kita bias memotret banyak hal. Yakni persoalan-persoalan yang memerlukan inisiatif dan tindakan cepat. Contoh sederhana, jam sahur dan buka puasa harus dilakukan dengan keputusan yang cepat. Artinya ketika momentum itu datang, saat itu pula kita kita harus melakukan ritual puasa tersebut. Hal ini akan membawa dampak lebih besar ketika bicara aspek-aspek yang lebih besar lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Terakhir adalah kesadaran tentang tentang pemaaf dan tidak adanya dendam. Bangsa ini akan cepat mencapai kemajuan lebih besar ketika anasir-anasir dendam bisa dihilangkan . Sejak Negara ini merdeka dan berganti kepemimpinan yang sudah beberapa kali problem dendam masih menjadi persoalan serius. Kita pun sadar bahwa problem dendam telah menjadi hambatan besar dalam menata bangsa serta mewujudkan cita-cita bangsa yang makmur. Dengan memaafkan berarti kita telah melakukan hal ringan untuk membuang beban besar&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang dapat menimbulkan penyakit yang membahayakan.(CZN)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-5209852054706538638?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://komsbongkar.blogspot.com' title='BELAJAR DARI MOMENTUM PUASA DAN LEBARAN'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/5209852054706538638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/09/belajar-dari-momentum-puasa-dan-lebaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/5209852054706538638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/5209852054706538638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/09/belajar-dari-momentum-puasa-dan-lebaran.html' title='BELAJAR DARI MOMENTUM PUASA DAN LEBARAN'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-5451173955732699262</id><published>2010-06-29T04:32:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T04:32:51.899-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aksi'/><title type='text'>28 Juni 2010</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/TCnQHja2pKI/AAAAAAAAAIA/JffIUpOA2Kc/s1600/PICT0230.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/TCnQHja2pKI/AAAAAAAAAIA/JffIUpOA2Kc/s400/PICT0230.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/TCnQAArzfkI/AAAAAAAAAH8/WKucdPaqiZ8/s1600/PICT0229.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/TCnQAArzfkI/AAAAAAAAAH8/WKucdPaqiZ8/s400/PICT0229.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/TCnQPydvAdI/AAAAAAAAAIE/Yi8M_xwYJ-I/s1600/PICT0231.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/TCnQPydvAdI/AAAAAAAAAIE/Yi8M_xwYJ-I/s400/PICT0231.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-5451173955732699262?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://koms.bongkar.blogspot.com' title='28 Juni 2010'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/5451173955732699262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/06/28-juni-2010.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/5451173955732699262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/5451173955732699262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/06/28-juni-2010.html' title='28 Juni 2010'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/TCnQHja2pKI/AAAAAAAAAIA/JffIUpOA2Kc/s72-c/PICT0230.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-1731054013068651465</id><published>2010-06-29T04:26:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T04:27:34.551-07:00</updated><title type='text'>TOLAK KENAIKAN TARIF DASAR LISTRIK</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/TCnQPydvAdI/AAAAAAAAAIE/Yi8M_xwYJ-I/s1600/PICT0231.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/TCnQPydvAdI/AAAAAAAAAIE/Yi8M_xwYJ-I/s400/PICT0231.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CLAKPES%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CLAKPES%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CLAKPES%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph	{mso-style-priority:34;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:.5in;	mso-add-space:auto;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst	{mso-style-priority:34;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-type:export-only;	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:0in;	margin-left:.5in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-add-space:auto;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle	{mso-style-priority:34;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-type:export-only;	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:0in;	margin-left:.5in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-add-space:auto;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast	{mso-style-priority:34;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-type:export-only;	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:.5in;	mso-add-space:auto;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page WordSection1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.WordSection1	{page:WordSection1;} /* List Definitions */ @list l0	{mso-list-id:544374605;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:626919122 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l0:level1	{mso-level-tab-stop:none;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-.25in;}ol	{margin-bottom:0in;}ul	{margin-bottom:0in;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;a href="http://koms.bongkar.blogspot.com/"&gt;TOLAK KENAIKAN TARIF DASAR LISTRIK&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;PC PMII Ngawi&amp;nbsp; dengan ini mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk menolak kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) dengan asumsi sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL)&amp;nbsp; akan semakin menambah beban ekonomi masyarakat miskin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) berpotensi menambah biaya produksi pada sector UKM dan UMKM milik rakyat kecil sehingga akan semakin sulit untuk dapat bersaing dipasaran atau malah bisa bangkrut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pelayanan listrik selama ini masih belum optimal dan sering terjadi pemadaman bergilir, maka tidak pantas kiranya jika pemerintah akan menaikkan tarif dasar listrik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kenaikan Tarif Dasar Listrik akan memicu melonjaknya harga kebutuhan pokok di pasaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-1731054013068651465?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://koms.bongkar.blogspot.com' title='TOLAK KENAIKAN TARIF DASAR LISTRIK'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/1731054013068651465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/06/tolak-kenaikan-tarif-dasar-listrik.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/1731054013068651465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/1731054013068651465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/06/tolak-kenaikan-tarif-dasar-listrik.html' title='TOLAK KENAIKAN TARIF DASAR LISTRIK'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/TCnQPydvAdI/AAAAAAAAAIE/Yi8M_xwYJ-I/s72-c/PICT0231.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-8473513921017315343</id><published>2010-05-16T10:33:00.000-07:00</published><updated>2010-05-19T03:54:31.388-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agenda Mingguan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proses kaderisasi PMII'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama dan realitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RTK Ke-VIII'/><title type='text'>Selamat Dan Sukses  Rapat Tahunan Komisariat Ke-VIII PK PMII BONGKAR KAMPUS STITI-KP</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S_AnWG9CRxI/AAAAAAAAAHQ/GFTdwORNkQc/s1600/IMG0111A.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S_AnWG9CRxI/AAAAAAAAAHQ/GFTdwORNkQc/s200/IMG0111A.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S_AnY7t2JuI/AAAAAAAAAHU/kTyv5Ymfw_I/s1600/IMG0112A.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S_AnY7t2JuI/AAAAAAAAAHU/kTyv5Ymfw_I/s200/IMG0112A.jpg" style="cursor: move;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Selamat Dan Sukses&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Rapat Tahunan Komisariat Ke-VIII&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://komsbongkar.blogspot.com/"&gt;PK PMII BONGKAR KAMPUS&lt;/a&gt; STITI-KP&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Paron-Ngawi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sabtu 15 mei 2010 telah Dilangsungkan acara Rapat Tahunan Komisariat Ke-VIII &lt;a href="http://komsbongkar.blogspot.com/"&gt;PK PMII BONGKAR KAMPUS &lt;/a&gt;STITI Paron Ngawi bertempat di Balai Desa Gentong Paron. Agenda ini adalah forum tertinggi ditingkatan komisariat yang diselenggakan setiap satu tahun sekali, acara ini berlangsung penuh khidmat dan seirus karena di ikuti oleh semua anggota dan kader &lt;a href="http://www.komsbongkar.blogspot.com/"&gt;PMII Komisariat BONGKAR &lt;/a&gt;Kampus STITI&amp;nbsp; Undangan Alumni&amp;nbsp; dan jajaran pengurus cabang PMI Ngawi serta Undangan yang ditunjuk untuk menjadi peninjau dalam rapat tersebut. sebelumnya kepengurusan ini dinahkodai oleh sahabat Agus Susanto, sesuai waktu yang telah&amp;nbsp; ditentukan tanggal 15 mei 2010 masa kerja telah habis dan harus melakukan Rekepengurusan kembali guna mewujudkan dinamisasi dalam berorganisasi. Semoga Ketua Terpilih dan para pengurus Komisariat yang baru dapat melaksanakan amanah organisasi sesuai dengan tujuan dan cita-cita organisasi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;Sabtu, 15 Mei 2010&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;Balai Desa Gentong Kec. &lt;a href="http://www.komsbongkar.blogspot.com/"&gt;Paron&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-8473513921017315343?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/8473513921017315343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/05/selamat-dan-sukses-rapat-tahunan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/8473513921017315343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/8473513921017315343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/05/selamat-dan-sukses-rapat-tahunan.html' title='Selamat Dan Sukses  Rapat Tahunan Komisariat Ke-VIII PK PMII BONGKAR KAMPUS STITI-KP'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S_AnWG9CRxI/AAAAAAAAAHQ/GFTdwORNkQc/s72-c/IMG0111A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-1415475518175142037</id><published>2010-03-31T08:14:00.000-07:00</published><updated>2010-05-19T03:55:51.622-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muktamar NU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NDP PMII'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah PMII'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama dan realitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Membincang Gender'/><title type='text'>Selamat Datang Peserta Follow Up MAPABA dan Temu Kader PMII</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S7NhXDWhc0I/AAAAAAAAAGI/D7Otl6g2YFY/s1600/IMG0027A.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S7NhXDWhc0I/AAAAAAAAAGI/D7Otl6g2YFY/s200/IMG0027A.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Srigati, Ahad 28 Maret 2010&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Selamat Datang Peserta Follow Up MAPABA dan Temu Kader PMII&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://komsbongkar.blogspot.com/"&gt;Se-eks Karisidenan Madiun&lt;/a&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Berawal dari usaha dan kerja keras sahabat-sahabat komisariat untuk tetap eksis dan membangun komunikasi yang intens antar kader tepat dihari ahad 28 maret 2010 &lt;a href="http://komsbongkar.blogspot.com/"&gt;PK PMII Bongkar &lt;/a&gt;dan PK PMII STAI Ma'arif Kendal&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;telah mampu menyelenggarakan agenda kelas besar Temu kader &lt;a href="http://komsbongkar.blogspot.com/"&gt;se-karisedenan Madiun&lt;/a&gt;. acara yang dihadiri 200 lebih peserta datang dari berbagai utusan komisariat diantaranya : kader PMII se-&lt;a href="http://komsbongkar.blogspot.com/"&gt;Ponorogo&lt;/a&gt;, Kader PMII se-&lt;a href="http://komsbongkar.blogspot.com/"&gt;Madiun&lt;/a&gt;, kader PMII se-&lt;a href="http://komsbongkar.blogspot.com/"&gt;Ngawi&lt;/a&gt;. tak luput panitia pelaksana mengucapkan banyak terima kasih kepada sponsorship &lt;/b&gt;&lt;b&gt;"&lt;span style="color: red;"&gt;Jaya Rental Car&lt;/span&gt;" &lt;a href="http://081335183115/"&gt;Mas Majid&lt;/a&gt; dan "&lt;a href="http://jl.%20ahmad%20yani%20635%20ngawi/"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Toko "Q" Buku dan busana&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; ". Thaks for all......... &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-1415475518175142037?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/1415475518175142037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/03/srigati-ahad-28-maret-2010-selamat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/1415475518175142037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/1415475518175142037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/03/srigati-ahad-28-maret-2010-selamat.html' title='Selamat Datang Peserta Follow Up MAPABA dan Temu Kader PMII'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S7NhXDWhc0I/AAAAAAAAAGI/D7Otl6g2YFY/s72-c/IMG0027A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-825273233422794445</id><published>2010-03-10T12:01:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T23:17:06.582-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teori feminisme di PMII'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agenda Bulanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muktamar NU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NDP PMII'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah PMII'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASWAJA PMII'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama dan realitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PERAN MAHASISWA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Membincang Gender'/><title type='text'>Membincang Tentang Gender</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S17Y43BkVYI/AAAAAAAAADE/SokessD0Ec4/s1600-h/6340_1043470986779_1825742157_89973_587343_s.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S17Y43BkVYI/AAAAAAAAADE/SokessD0Ec4/s200/6340_1043470986779_1825742157_89973_587343_s.jpg" width="129" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.komsbongkar.blogspot.com/"&gt;Wacana Gender&lt;/a&gt; mungkin bisa dikatakan sudah basi, karena sudah sejak lama dibicarakan oleh berbagai kalangan baik oleh para pelajar,lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan maupun kalangan orang-orang agamis, ada pro dan kontra di dalamnya, mereka saling mempertahankan argumennya yang tentu saja dengan rujukan atau sumber hukum yang mereka anggap valid.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Jika melihat realitas sosial di masyarakat wacana tentang &lt;a href="http://www.komsbongkar.blogspot.com/"&gt;kesetaraan gender&lt;/a&gt; sangat penting untuk dihembuskan, bahkan kalau perlu bisa dijadikan salah satu mata pelajaran di sekolah menengah atau mata kuliah di perguruan tinggi, dalam makalah ini penulis akan memaparkan sedikit uraian tentang gender, yang bisa dijadikan pengetahuan awal bagi sahabat/i yang masih baru menapak di dunia PMII.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;B. JENIS KELAMIN DAN GENDER&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Banyak orang yang sering mengasumsikan “&lt;a href="http://www.komsbongkar.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;GENDER&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;” sebagai perempuan, akan tetapi pada kenyataanya keduanya berbeda. Jenis kelamin adalah kondisi biologis laki-laki dan perempuan yang dibawa sejak lahir dengan fungsi karakteristiknya masing-masing, sedangkan Gender adalah bentukan, konstruksi ataupun interprestasi masyarakat atas perbedaan kondisi biologis laki-laki dan perempuannya, jadi gender bukan sesuatu yang dibawa sejak lahir akan tetapi sesuatu yang dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Misalnya: &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Peran : tugas-tugas rumah tangga seperti mengurus anak lebih pantas dilakukan oleh perempuan dan tak pantas dilakukan laki-laki.&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Sifat : laki-laki dianggap rasional sehingga pantas menjadi pemimpin, sedang perempuan tidak pantas karena emosional. &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Posisi : laki-laki dianggap sebagai pemimpin rumah tangga (sebagai pengambil keputusan) sedangkan perempuan sebagai pendukung.&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Nilai : dari anggapan-anggapan di atas laki-laki diniai lebih penting dari perempuan.&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Gender dan peranan gender sering dianggap sebagai kebenaran oleh anggota masyarakat bahkan dianggap sebagai kodrat.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Di dalam kamus kodrat adalah suatu yang telah ditentukan dan tidak bisa dihindarkan, dapat dikatakan pula kodrat adalah karakteristik yang dibawa sejak lahir oleh laki-laki dan perempuan.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tugas memasak, mengasuh anak sebenarnya bukan kodrat perempuan karena dapat juga dilakukan oleh laki-laki, demikian pula tugas bekerja di ladang, berjualan di pasar dapat juga dilakukan oleh perempuan.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Apa yang pantas dan tidak pantas bagi laki-laki dan perempuan memang tidak sama antara daerah yang satu dengan daerah lainnya. Di Batak misalnya, perempuan yang harus bekerja keras mencari uang sedang di daerah lain juga terjadi perempuan dilarang keluar rumah dan sebagainya. Meski ada perbedaan di berbagai daerah, yang umumnya sama adalah sebagai berikut:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;a.&lt;/span&gt; Perempuan harus bertanggung jawab atas kehidupan rumah tangga mulai dari mengasuh anak, memasak hingga membereskan rumah.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;b.&lt;/span&gt; Perempuan harus mengutamakan keluarga dibanding dengan kebutuhannya sendiri, perempuan harus menunjukkan penghormatan pada laki-laki, biasanya ayah (saat ia kecil dan belum menikah) dan suaminya (setelah ia menikah)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;c.&lt;/span&gt; Laki-laki dianggap sebagai pemimpin (pendapatnya harus dihormati, sehingga yang terjadi laki-laki mempunyai kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih dibandingkan dengan perempuan.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ketidaksetaraan dengan laki-laki dan perempuan dapat dilihat dari beberapa hal antara lain:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: red; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.Stereotipe&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Adalah pelabelan negatif terhadap perempuan misalnya perempuan dianggap emosional, hanya mampu melakukan tugas-tugas sederhana dan tidak penting.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pandangan tersebut seringkali tidak tepat, namun karena sering diulang-ulang seolah menjadi sesuatu yang baku bagi masyarakat termasuk juga perempuan.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2.Subordinassi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Adalah pemosisian perempuan sebagai orang yang kedua setelah laki-laki dengan kata lain tidak diberi posisi penting.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Selain itu perempuan dianggap sebagai milik keluarga, ketidak ia kecil dan belum menikah ia jadi ayahnya dan bila sudah menikah menjadi milik suami&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3. Beban Majemuk&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Beban majemuk atau beban ganda sering dialami oleh perempuan dalam rumah tangga, disatu sisi ia harus membantu suami mencari nafkah dan di sisi lain ia juga mempunyai tanggung jawab dalam mengasuh anak, memasak dan membereskan rumah.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;4. Marginalisasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Adalah peminggiran terhadap perempuan artinya perempuan ditempatkan sebagai orang yang tidak memiliki peran penting, sebagai pihak yang tidak diperhatikan kebutuhan-kebutuhan dan kesejahteraannya, misalnya dalam pertemuan di masyarakat perempuan ditempatkan dibelakang sebagai pelayan dan tidak memiliki hak suara.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;5. Kekerasan (violent)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Adalah resiko yang paling serius sebagai akibat ketidaksetaraan posisi laki-laki dan perempuan. Di sini perempuan rentan terjadi korban kriminalitas, baik dari masyarakat maupun dari keluarganya sendiri.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bentuk-bentuk kekerasan tersebut seperti penganiayaan, kawin paksa, kekerasan seksual, ucapan-ucapan menghina ( &lt;a href="http://www.komsbongkar.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;porno&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;) sampai pada ancaman. Pada masyarakat tertentu kekerasan dianggap wajar bahkan menjadi praktek-praktek budaya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sadar atau tidak sadar ketidak setaraan di atas sangat merugikan perempuan di mana kita semua tidak akan bisa merubah konstruksi budaya tersebut bila perempuan sendiri enjoy dan menikmati budaya-budaya yang sebenarnya tidak adil bagi mereka.(admin)*&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-825273233422794445?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/825273233422794445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/03/membincang-tentang-gender.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/825273233422794445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/825273233422794445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/03/membincang-tentang-gender.html' title='Membincang Tentang Gender'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S17Y43BkVYI/AAAAAAAAADE/SokessD0Ec4/s72-c/6340_1043470986779_1825742157_89973_587343_s.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-693129885279778395</id><published>2010-03-03T20:01:00.000-08:00</published><updated>2010-05-19T03:56:20.996-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agenda Tahunan'/><title type='text'>Agenda tahunan PK PMII BONGKAR</title><content type='html'>Agenda tahunan PK PMII BONGKAR&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pelatihan Kader Dasar (PKD)&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Rapat Tahunan Komisariat (RTK)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peringatan Harlah PMII setiap bulan april tanggal 17 &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-693129885279778395?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/693129885279778395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/03/agenda-tahunan-pk-pmii-bongkar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/693129885279778395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/693129885279778395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/03/agenda-tahunan-pk-pmii-bongkar.html' title='Agenda tahunan PK PMII BONGKAR'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-5713049886269740730</id><published>2010-03-03T19:31:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T11:30:21.191-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muktamar NU'/><title type='text'>Alumni PMII : Ahmad Bagja  Siap Pimpin PBNU</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="judul_artikel" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ahmad Bagja Siap Pimpin PBNU&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="c_blue_kompas font11 pb_10 pt_3" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Selasa,  12 Januari 2010 | 10:31 WIB&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="right w310 pl_10 pb_10 pt_10" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isi_berita pt_5" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S48okVna0XI/AAAAAAAAAF0/UkqLP9OY94M/s1600-h/bagja.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S48okVna0XI/AAAAAAAAAF0/UkqLP9OY94M/s200/bagja.jpg" width="140" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;JAKARTA,  KOMPAS.com —&lt;/b&gt; Salah satu ulama Nahdlatul Ulama&amp;nbsp;karismatik asal  Jawa Barat, Ahmad Bagja, masuk&amp;nbsp;ke bursa pencalonan ketua umum Pengurus  Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ahmad Bagja, kepada para wartawan,&amp;nbsp;Senin  (11/1/2010) malam, menyatakan siap melanjutkan kepemimpinan KH Hasyim  Muzadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagi saya, apa yang sudah dilakukan Pak Hasyim selama  ini sudah baik. Memperkuat internal dan membawa NU ke kancah  internasional. Itu memang harus dilanjutkan. Harus siap, apalagi saya  sudah 25 tahun berada di NU," ujarnya di Kantor PBNU, Kramat Raya,  Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama berkarier di PBNU, Ahmad Bagja &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;ikut  mengharumkan nama NU selama 15 tahun di bawah kepemimpinan almarhum &lt;a href="http://www.komsbongkar.blogspot.com/"&gt;KH  Abdurrahman Wahid &lt;/a&gt;atau Gus Dur dan selama 10 tahun bersama KH Hasyim  Muzadi yang dikenal sebagai salah satu ulama karismatik asal Malang,  Jawa Timur. Bagja menegaskan, dirinya merasa harus siap merespons  desakan banyak pihak yang meminta dirinya, yang tak lain mantan Ketum PB  PMII,&amp;nbsp;menjadi Ketua Umum PBNU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada era kepemimpinan Gus Dur,  Bagja selama dua periode menjabat Wakil Sekjen dan satu periode menjadi  Sekjen PBNU. Sementara pada masa kepemimpinan KH Hasyim Muzadi, ia  menjadi salah satu ketua PBNU. "Pada masa Gus Dus, NU lebih banyak  memperkuat internal karena saat itu NU berada pada masa kekuasaan Orde  Baru. NU saat itu ditekan sehingga Gus Dur lebih banyak di dalam. Masa  KH Hasyim Muzadi, NU mulai tampil pada kancah internasional selain tetap  memperkuat internal," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada masa Pak Hasyim, isu-isu  internasional sangat kuat karena ada serangan WTC dan lain-lain. NU  muncul dengan kekuatan Islam Indonesia," katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badja  mengaku memiliki konsep membangun NU ke depan. Fungsi serta peran  Syuriah, lanjutnya, harus diperkuat dan Tanfidziyah hanya sebagai  pelaksana harian. "Soal sikap NU terhadap masalah nasional, Syuriah yang  jawab, tapi kalau soal jumlah pesantren dan lembaga pendidikan NU,  Tanfidziyah yang jawab. NU ke depan juga akan fokus pada peningkatan  ekonomi umat, pengembangan pendidikan. Termasuk layanan sosial dan  dakwah," ujar Bagja. &lt;i&gt;(&lt;a href="http://www.kompas.com/"&gt;sumber kompas.com&lt;/a&gt;)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-5713049886269740730?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://kompas.com' title='Alumni PMII : Ahmad Bagja  Siap Pimpin PBNU'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/5713049886269740730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/03/alumni-pmii-ahmad-bagja-siap-pimpin.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/5713049886269740730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/5713049886269740730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/03/alumni-pmii-ahmad-bagja-siap-pimpin.html' title='Alumni PMII : Ahmad Bagja  Siap Pimpin PBNU'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S48okVna0XI/AAAAAAAAAF0/UkqLP9OY94M/s72-c/bagja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-7466619435238715051</id><published>2010-03-03T19:12:00.000-08:00</published><updated>2010-03-09T09:40:54.051-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teori feminisme di PMII'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Produk Hukum PMII'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama dan realitas'/><title type='text'>Pilihan F-PKB Dikritik Salah Gunakan Kaidah Fikih</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="judul_artikel" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="c_blue_kompas font11 pb_10 pt_3" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Pilihan F-PKB Dikritik Salah Gunakan Kaidah  Fikih&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="c_blue_kompas font11 pb_10 pt_3" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Rabu,  3 Maret 2010 | 22:01 WIB&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="right w310 pl_10 pb_10 pt_10" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="c_abu font11 pt_5"&gt;&lt;b&gt;        Anggota DPR memprotes Ketua DPR Marzuki Alie (berpeci, ketiga  dari kiri) dalam rapat paripurna pembacaan kesimpulan akhir dan  rekomendasi Pansus DPR tentang Hak Angket &lt;a href="http://www.komsbongkar.blogspot.com/"&gt;Bank Century &lt;/a&gt;di Gedung DPR,  Jakarta, Selasa (2/3). Sidang paripurna berakhir ricuh karena Ketua DPR  memaksa untuk menunda pengambilan keputusan paripurna terhadap  kesimpulan dan rekomendasi akhir Pansus Century.         &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isi_berita pt_5" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/03/03/3712219p.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="261" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/03/03/3712219p.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt; Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU) Zuhairi  Misrawi mengaku sangat menyayangkan pilihan Fraksi Partai Kebangkitan  Bangsa (F-PKB) dalam sidang paripurna Panitia Khusus DPR tentang Hak  Angket Bank Century.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="quote"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;                 &lt;br /&gt;&lt;div class="font20 c_abu pd_10" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;" Sebagai &lt;a href="http://www.komsbongkar.blogspot.com/"&gt;kader muda NU&lt;/a&gt; saya sedih dan terkejut. "&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;                 &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Tidak hanya itu, dia juga menyesalkan penggunaan  dalil atau terminologi aturan &lt;a href="http://www.komsbongkar.blogspot.com/"&gt;fikih &lt;/a&gt;untuk melegitimasi pilihan F-PKB  tadi, yang menurutnya manipulatif dan tidak sesuai dengan konteks. Hal  itu disampaikan Misrawi, &lt;a href="http://www.kompas.com/"&gt;Rabu (3/3/2010),&lt;/a&gt; dalam pernyataan persnya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;”Sebagai  kader muda NU saya sedih dan terkejut." &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Memang sebagai anggota koalisi,  mereka berhak mendukung partai berkuasa, dengan memilih opsi A. Namun  ketika menyalahgunakan terminologi fikih untuk menjustifikasi sikap  politik mereka, hal itu mencederai semangat yang ada dalam aturan itu,”  ujar Misrawi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Misrawi meminta F-PKB tidak menyalahgunakan  penggunaan kaidah ”Dar ul mafasid muqaddamun ‘ala jalb al-mashalih” yang  pertama kali dipopulerkan di Indonesia oleh mendiang &lt;a href="http://www.komsbongkar.blogspot.com/"&gt;KH Abdurrahman  Wahid&lt;/a&gt;. Penggunaan dalil itu sangat lah tidak tepat dan lebih  berorientasi pada tujuan politik tertentu.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menurut Misrawi, memang  ada kaidah terkenal yang menyebutkan, ”di mana terdapat keadilan dan  kemaslahatan maka di situ lah terdapat wajah Tuhan”.&amp;nbsp; Namun secara  paradigmatik, para ulama menggunakan kaidah itu untuk menyeimbangkan  hak-hak Tuhan dan publik.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;”Jadi paradigma itu sebenarnya sebuah  pandangan mulia untuk menegakkan keadilan &lt;a href="http://www.komsbongkar.blogspot.com/"&gt;social.&lt;/a&gt; Sayangnya kok itu  malah dipakai sebagai pembenaran terhadap kebijakan &lt;i&gt;bail out&lt;/i&gt;  Bank Century?” ujar Misrawi.&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/"&gt;KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-7466619435238715051?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://kompas.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/7466619435238715051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/03/pilihan-f-pkb-dikritik-salah-gunakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/7466619435238715051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/7466619435238715051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/03/pilihan-f-pkb-dikritik-salah-gunakan.html' title='Pilihan F-PKB Dikritik Salah Gunakan Kaidah Fikih'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-6481606332326827700</id><published>2010-02-23T11:25:00.000-08:00</published><updated>2010-02-26T08:55:00.713-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agenda Bulanan'/><title type='text'>Agenda Bulanan</title><content type='html'>&lt;b&gt;Agenda Bulanan PK PMII BONGKAR Ngawi Masa Khidmat 2009-2010&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Evaluasi kerja BPH dan kegiatan Rutinan&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;merumuskan grand strategi kegiatan berikutnya&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;demikian agenda bulanan ini dibuat dan disusun sebagai instrumen dan acuan untuk kegiatan yang akan diselenggarakan.&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-6481606332326827700?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/6481606332326827700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/02/agenda-bulanan.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/6481606332326827700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/6481606332326827700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/02/agenda-bulanan.html' title='Agenda Bulanan'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-4226202694066055453</id><published>2010-02-23T10:36:00.000-08:00</published><updated>2010-02-26T08:57:25.090-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agenda Mingguan'/><title type='text'>Agenda Mingguan</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.komsbongkar.blogspot.com/"&gt;Agenda mingguan&lt;/a&gt; PK &lt;a href="http://www.google.co.id/"&gt;PMII&lt;/a&gt; BONGKAR Ngawi Masa Khidmat 2009-2010&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.komsbongkar.blogspot.com/"&gt;Sekolah FILSAFAT&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;Fasilitator : Syamsul Watoni,S.Hi, M.Si&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penanggungjawab Kegiatan : Chozinul Anwar ( PK ketua 1)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.komsbongkar.blogspot.com/"&gt;Sekolah ANSOS&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;fasilitator : Majid Widakdo, S.H&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penanggungjawab Kegiatan : Arif SP &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.komsbongkar.blogspot.com/"&gt;Sekolah Gender&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;fasilitator : Lilik I ( PC Ketua 1)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penanggungjawab : chozinul Anwar ( PK Ketua 1)&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-4226202694066055453?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/4226202694066055453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/02/agenda-mingguan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/4226202694066055453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/4226202694066055453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/02/agenda-mingguan.html' title='Agenda Mingguan'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-3070087004848783632</id><published>2010-02-05T09:32:00.001-08:00</published><updated>2010-02-06T04:53:18.143-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian ANSOS'/><title type='text'>ANALISA SOSIAL</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="CONTENT-TYPE"&gt;&lt;/meta&gt; 	&lt;title&gt;&lt;/title&gt; 	&lt;meta content="OpenOffice.org 3.0  (Linux)" name="GENERATOR"&gt;&lt;/meta&gt; 	&lt;style type="text/css"&gt;	&lt;!--		@page { margin: 0.79in }		P.sdfootnote { margin-left: 0.2in; text-indent: -0.2in; margin-bottom: 0in; font-size: 10pt }		P { margin-bottom: 0.08in }		A.sdfootnoteanc { font-size: 57% }	--&gt;	&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;ANALISA SOSIAL &lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Teks Sederhana Membaca Membaca Eksistensi Masyarakat&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Oleh Dr. Abu Amar Busthomi Israil, M.Pd&lt;sup&gt;&lt;a class="sdfootnoteanc" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6214651144905959385#sdfootnote1sym" name="sdfootnote1anc"&gt;&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;Mengapa ANSOS dibutuhkan?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;PMII merupakan Organisasi Pergerakan berparadigma kritis transformatif dan dalam ranah pembangunan bangsa PMII berposisioning sebagai agen sosial (social agen). Melihat eksistensi ini, maka bagi anggota PMII, kepemilikan akan kesadaran kritis dalam melihat realitas sosial merupakan suatu keniscayaan. Sementara untuk menopang  kualitas kesadaran kritis yang bernilai guna bagi mereka dibutuhkan kemapanan dan kematangan alat (tooll) dalam membaca realitas sosial itu sendiri&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;Apa ANSOS?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Istilah ANSOS, pada dasarnya tidak selalu dipakai dalam arti yang sama. &lt;/span&gt;Dalam konteks pergerakan, istilah Ansos dapat difahami sebagai usaha untuk menganalisis sesuatu keadaan atau masalah sosial secara objektif, upaya ini kita lakukan untuk menempatkan suatu masalah tertentu dalam konteks realitas sosial yang lebih luas yang mencakup konsep waktu (sejarah), konteks struktur (ekonomi, sosial, politik, budaya, konteks nilai, dan konteks tingkat atau arah lokasi, Yang dalam prosesnya analisis sosial merupakan usaha untuk mendapatkan gambaran yang lengkap mengenai hubungan-hubungan struktural, kultural dan historis, dari situasi sosial yang diamati&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;Ruang lingkup ANSOS?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Pada dasarnya semua realitas sosial dapat dianalisis, namun dalam konteks transformasi sosial, maka paling tidak objek analisa sosial harus relevan dengan target perubahan sosial yang direncanakan yang sesuai dengan visi atau misi organisasi. Secara umum objek sosial yang dapat di analisis antara lain;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;Masalah-masalah sosial&lt;/b&gt;, seperti; kemiskinan, pelacuran, pengangguran, &amp;amp; kriminilitas&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;Sistem social&lt;/b&gt;, seperti: tradisi, usha kecil atau menengah, sistem pemerintahan, sitem pertanian&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;Lembaga atau organisasi sosial&lt;/b&gt; seperti sekolah layanan rumah sakit, lembaga pedesaan, NU, Muhamadiyah, PII.&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;Kebijakan public&lt;/b&gt; seperti : dampak kebijakan BBM, dampak perlakuan sebuah UU.&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;Apa ANSOS butuh akan teori?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in; text-indent: 0.5in;"&gt;Teori dan fakta berjalan secara simultan, teori sosial merupakan refleksi dari fakta sosial, sementara fakta sosial akan mudah di analisis melalui teori-teori sosial. Teori sosial melibatkan isu-isu mencakup filsafat, untuk memberikan konsepsi-konsepsi hakekat aktifitas sosial dan prilaku manusia yang ditempatkan dalam realitas empiris. Charles lemert (1993) dalam Social Theory; The Multicultural And Classic Readings menyatakan bahwa teori sosial memang merupakan basis dan pijakan teknis untuk bisa survive.&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in; text-indent: 0.5in;"&gt;Tetapi teori bukanlah sebuah pandangan dunia, tetapi ia memiliki beberapa titik singgung. Betapapun teori dinyatakan bebas nilai, pada kenyataannya ia juga merupakan refleksi dari sebuah pandangan dunia tertentu, dalam hal ini pandangan dunia yang berakar pada positivis.Anthony Giddens mensyaratkan analisa sosial harus peka terhadap pengaturan ruang-ruang waktu kehidupan sosial.[2] Secara filosofis, terdapat dua macam analisis sosial&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;Apa saja macam analisis sosial?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in; text-indent: 0.5in;"&gt;Secara umum analisis sosial terbagi menjadi dua bagian besar, yakni analisis sosial akademis/teoritis &amp;amp; analisis sosial praktis.&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in; text-indent: 0.5in;"&gt;Menurut Anthony Giddens secara filosofis terdapat dua macam analisis sosial,&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Analisis 	Institusional adalah ansos yang menekankan pada ketrampilan dan 	kesadaran faktor yang memperlakukan institusi sebagi sumber daya dan 	aturan yang diprodusksi terus-menerus.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Analisis Perilaku 	Strategis adalah ansos yang memberikan penekanan institusi sebagai 	sesuatu yang direprosuksi secara sosial.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;Langkahnya?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Menetapkan posisi 	atau orientasi Memilih dan menentukan objek analisis&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Pengumpulan data atau 	informasi penunjang&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Identifikasi dan 	analisis masalah&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Mengembangkan 	persepsz (Diskusi/pembahasan)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Menarik kesimpulan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="left" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;Langkah Pertama&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Menetapkan posisi atau orientasi (Memilih dan menentukan objek analisi) pada intinya pada tahap ini, pelaku analisis perlu mempertegas dan menyingkap motif serta argumen  idiologis dari tindakan analisissosial atau disesuaikan dengan visi rganisasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;Langkah Kedua&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Mengumpulan data atau informasi penunjang Untuk dapat menganalisis masalah secara utuh, maka perlu didukung dengan data dan informasi penunjang yang lengkap dan relevan, baik melalui dokumen media massa, kegiatan observasi maupun investigasi langsung dilapangan. Trianggulasi mutlak dilakukan untuk menguji validitas data&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;Langkah Ketiga&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Mengembangkan presepsi (Diskusi/Pembahasan)&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Setelah di identifikasi berbagai aspek yang mempengaruhi atau terlibat dalam masalah, selanjutnya dikembangkan presepsi atas masalah sesuai cara pandang yang objektif.  Dan dilakukan pula peniskusian atau pembahasan atas data-data yang telah terkumpul, sehingga pada tahap ini akan muncul beberapa kemungkinan implikasi konsekuensi dari objek masalah, serta pengembangan beberapa alternative sebagai kerangka tindak lanjut&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;Langkah Keempat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Penarikan kesimpulan setelah berbagai aspek tersebut ditemukan, maka pada akhirnya suatu kesimpulan akan diambil; kesimpulan merupakan gambaran utuh dari suatu situasi yang didasarkan kepada hasil analisa dan dari kesimpulan inilah akan muncul paradigma atau konsekwensi-konsekwensi yang dapat dijadikan sebagai langkah transformasi atau melakukan rekayasa sosial (social engineering)&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;Metode ANSOS yang RELEFAN?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;a href="http://komsbongkar.blogspot.com/"&gt;Analisis Sosial&lt;/a&gt; biasanya digunakan sebagai alat untuk merekayasa sosial. Ketajaman analisis akan memberikan dampak positif setiap usaha rekayasa. Pada hakekatnya dalam analisa harus mengetahui secara mendalam kondisi Internal dan &lt;a href="http://komsbongkar.blogspot.com/2010/02/kondisi-pmii-mirip-nu-tahun-1973.html"&gt;Kondisi Ekternal&lt;/a&gt; beserta kemungkinan-kemungkinan alternatifnya baik yang menguntungkan atau merugikan. Ada beberapa metode analisis praktis yang dapat digunakan, diantaranya 1) Metode SWOT, 2) Metode Ikan, 3) Metode Buzan (Peta Pemikiran), Adapun Metode yang mudah digunakan untuk membuat pertimbangan analisis, yaitu teknik mengenal lawan atau teknik MOM (Motive, Oportunity, Mean)&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Satu tambahan metode yang saat ini menarik dan diminati yakni &lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;PBA (Pemodelan Berbasis Agen) Yang implemenasinya sering disebut Sistem Multi Agen (Multy Agent Sistem) Atau di kenal Rekayasa komputasional sistem sosial&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="sdfootnote1"&gt;&lt;div align="left" class="sdfootnote"&gt;&lt;a class="sdfootnotesym" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6214651144905959385#sdfootnote1anc" name="sdfootnote1sym"&gt;1&lt;/a&gt; 	 Disampaikan pada pelatihan kader dasar VIII  	&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-3070087004848783632?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/3070087004848783632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/02/analisa-sosial.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/3070087004848783632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/3070087004848783632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/02/analisa-sosial.html' title='ANALISA SOSIAL'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-759795649971342631</id><published>2010-02-05T09:29:00.000-08:00</published><updated>2010-02-21T06:46:20.084-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel lepas'/><title type='text'>Mahasiswa adalah agent of change</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="CONTENT-TYPE"&gt;&lt;/meta&gt; 	&lt;title&gt;&lt;/title&gt; 	&lt;meta content="OpenOffice.org 3.0  (Linux)" name="GENERATOR"&gt;&lt;/meta&gt; 	&lt;style type="text/css"&gt;	&lt;!--		@page { margin: 0.79in }		P { margin-bottom: 0.08in }	--&gt;	&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.pmiijogjakarta.or.id/"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Mahasiswa adalah agent of change&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;oleh: A. Yusrianto Elga&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Ketika Soekarno muda melanjutkan studinya di THS (Technische Hooge School), Bandung, dan tinggal di sebuah rumah kost yang tak lain adalah milik Inggit Garnasih, tradisi diskusi yang merupakan medium pematang intelektualitas mungkin sebelumnya kurang begitu hidup. Sebagaimana diakui sendiri oleh Inggit&amp;nbsp; --perempuan yang kelak jadi istri Soekarno— bahwa kedatangan Soekarno telah membuat suasana kost lebih kompetitif seiring dengan topik-topik yang diangkat dalam diskusi tersebut menyangkut masalah-masalah kebangsaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Tradisi intelektual sebagaimana yang dilakukan oleh Soekarno itu merupakan sebentuk kesadaran kebangsaan yang salah satunya adalah untuk membangkitkan semangat perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda. Sebagai mahasiswa dengan gelar &lt;a href="http://www.komsbongkar.blogspot.com/"&gt;“Agent of Change”&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.komsbongkar.blogspot.com/"&gt;, &lt;/a&gt;tak mungkin Soekarno tinggal diam di tengah situasi yang amat mencekam. Dengan diadakannya diskusi sebagai medium tukar gagasan, diharap semangat kebangsaan semakin berkobar dan perlahan namun pasti, Belanda menjadi tidak “kerasan” karena pahlawan-pahlawan baru mulai bermunculan. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Kini, zaman keemasan Soekarno dan kawan-kawan seperjuangannya telah lama berakhir dan hanya meninggalkan jejak sejarah. Generasi mahasiswa saat ini terobsesi untuk meneladani spirit perlawanan para founding father yang dengan nyata telah berhasil menegakkan kemerdekaan 63 tahun yang silam. Tradisi diskusi saat ini bukan hal baru di lingkungan kampus. Hampir seluruh mahasiswa di nusantara rela meluangkan waktunya untuk menghadiri acara-acara diskusi, baik di dalam maupun di luar kelas, di organisasi-organisasi ekstra maupun intra dengan beragam topik, muali dari topik keagamaan, sosial-politik, ekonomi, sastra-budaya dan lain sebagainya. Tentu dari aspek fasilitas hingga keamanannya lebih terjamin dibanding dengan masa Soekarno yang terus mendapatkan tekanan bertubi-tubi dari pihak penjajah. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Namun demikian, tetap ada sesuatu yang ganjil dengan generasi mahasiswa saat ini. Gelar “Agent of Change” seakan menjadi jargon yang tak mampu mewujudkan cita-cita luhur bangsa. Tradisi diskusi, dialog atau apa pun yang kini semarak berlangsung hanyalah sebentuk seremonial-formalistik yang sama sekali tidak didasari oleh spirit kebangsaan sebagaimana era Soekarno dulu. Apa yang kemudian kita banggakan dengan gelar “Agent of Change” jika dalam konteks realitas praksisnya tak ada terobosan-terobosan signifikan. Bagaimana mungkin perubahan sosial dapat terealisasi kalau problem yang dihadapi bangsa saat ini tak lebih hanyalah menjadi “topik” belaka dari sekian diskusi yang diselenggarakan. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Inilah realitas paradoksal yang terjadi pada generasi mahasiswa saat ini. Spirit perlawanan yang digemuruhkan oleh pejuang-pejuang bangsa beberapa tahun yang lalu tak mampu dijadikan sebagai inspirasi untuk melakukan hal yang serupa – tentunya dalam bentuk yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Lunturnya spirit kebangsaan, dengan demikian, sejatinya merupakan “bencana” terbesar yang tidak disadari. Itulah kenapa kemudian banyak yang mengatakan bahwa bangsa ini terancam akan kehilangan generasi potensialnya yang tak lain adalah mahasisawa itu sendiri. Indikasi semacam ini sudah jelas-jelas terbentang di hadapan kita. Salah satunya adalah keberadaan kampus yang terkesan “elitis” sehingga gagal mencetak kader-kader bangsa yang brilian dan progresif serta mampu melakukan perubahan di lingkungan masyarakatnya. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Kenyataan ini sebenarnya sangat kontradiktif dengan progresifitas mahasiswa generasi Soekarno yang kelak betul-betul mampu mewujudkan perubahan sosial. Hal seperti itu memang wajar mengingat kecenderungan mahasiswa saat ini lebih (memilih) hidup konsumtif, hedonis, pragmatis, tidak kreatif – suatu pola hidup yang tak tampak pada era Soekarno. Pola hidup semacam itu rupanya sudah menjadi orientasi hidup &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;(life oriented),&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt; bukan justru diperangi dengan dalih bahwa gejala inilah yang juga turut andil membuat jurang kemiskinan semakin menganga. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Kita harus menyadari bahwa krisis multidimensional yang tak kunjung usai ini bukanlah semacam tontonan mengasyikkan. Sehingga kita merasa &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;enjoy &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;berdiskusi tanpa menyadari ada tugas yang belum selesai dilaksanankan. Pada tataran inilah kita harus mampu berbuat sesuatu, karena “Agent of Change” sejatinya adalah sebentuk tanggung jawab sosial di mana perjuangan dan pengorbanan adalah taruhannya. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Tumbangnya rezim Orde Baru pada tahun 1998 tidak bisa dijadikan referensi untuk mengukur tingkat keberhasilan generasi mahasiswa pascagenerasi Soekarno, Mohamad Hatta, Sjahrir dan yang lainnya. Banyak hal yang perlu dibenahi menyangkut perjuangan generasi mahasiswa saat ini. Salah satunya adalah bagaimana menerjemahkan kembali gelar “Agent of Change” yang disandangnya. Sebab ia bukanlah sekedar nama, tetapi tugas atau tanggung jawab sosial yang mempunyai ruh. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Sebagai agen perubahan, tentu perjuangan mahasiswa dari generasi ke generasi atau dari masa ke masa tidaklah sama. Tugas dan tanggung jawab generasi mahasiswa saat ini sejatinya lebih berat dibanding pada masa orde-orde sebelumnya. Karena itu, fenomena kebangsaan yang terbentang luas di hadapan kita saat ini, seperti kemiskinan yang terus mengalami penigkatan, misalnya, harus menjadi agenda prioritas. Sebab jika tidak, lalu apa kemudian makna dari “Agent of Change” yang selalu dibangga-banggakan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Peran mahasiswa jelas sangat vital berhubung kondisi bangsa Indonesia saat ini belum beranjak dari ketertinggalan, kebodohan dan kemiskinan. Tentu harapan yang selalu dinanti-nanti oleh seluruh masyarakat di Tanah Air tak lain adalah peran atau kontribusi signifikan; bagaimana mahasiswa mampu membawa masyarakat keluar dari situasi yang pengap menuju perubahan yang dinamis. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Bila kita ingin menjadi suatu bangsa yang mulia dan luhur, menjadi bangsa yang terindah, bila kita ingin menjadi bangsa yang berkedudukan sama dengan bangsa yang sudah sederajat, seharusnyalah kita dengan gembira, ikhlas hati, dan bersuka cita, berani memikul beban yang maha berat.” Demikianlah pesan Dr. Soetomo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Inilah salah satu catatan penting bagi generasi mahasiswa saat ini dan yang akan datang agar senantiasa tidak larut dalam euforia hedonisme-konsumtifistik yang jelas-jelas menyuguhkan kehidupan pragmatis. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-759795649971342631?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/759795649971342631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/02/mahasiswa-adalah-agent-of-change.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/759795649971342631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/759795649971342631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/02/mahasiswa-adalah-agent-of-change.html' title='Mahasiswa adalah agent of change'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-1144736866508577480</id><published>2010-02-05T09:23:00.001-08:00</published><updated>2010-02-05T09:40:40.882-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel lepas'/><title type='text'>KONDISI PMII MIRIP NU TAHUN 1973</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="CONTENT-TYPE"&gt;&lt;/meta&gt; 	&lt;title&gt;&lt;/title&gt; 	&lt;meta content="OpenOffice.org 3.0  (Linux)" name="GENERATOR"&gt;&lt;/meta&gt; 	&lt;style type="text/css"&gt;	&lt;!--		@page { margin: 0.79in }		P { margin-bottom: 0.08in }	--&gt;	&lt;/style&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.pmiijogjakarta.or.id/"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;KONDISI PMII MIRIP NU TAHUN 1973&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dideklarasikan pada 17 April 1960, dimotori oleh kalangan muda NU yang tergabung dalam Ikatan pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Waktu itu mahasiswa NU sudah tidak nyaman di IPNU. Mungkin karena mereka sudah tidak berstatus pelajar lagi. Sementara organisasi kemahasiswaan yang ada tidak cukup bisa menjadi saluran aspirasi mahasiswa NU. Maka melalui proses yang berliku, terbentuklah &lt;a href="http://www.komsbongkar.blogspot.com/"&gt;PMII.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada 14 Juli 1971 melalui Deklarasi Murnajati &lt;a href="http://www.komsbongkar.blogspot.com/"&gt;PMII &lt;/a&gt;mencanangkan independensi, terlepas dari organisasi manapun, termasuk &lt;a href="http://www.komsbongkar.blogspot.com/"&gt;NU.&lt;/a&gt; Kemudian pada kongres tahun 1973 di Ciloto Jawa Barat, diwujudkanlah Manifest Independensi PMII. Inilah fase baru keterkaitan PMII dengan NU. PMII sudah bukan kepanjangan tangan NU; sudah tidak berkantor di PBNU. Hubungan PMII dan NU hanya sebatas kultural saja. Ada banyak sebab waktu itu, termasuk ketidakjelasan NU apakah sebagai ormas, atau partai politik. PMII tidak betah dengan itu. Sementara Orde Baru juga mulai melokalisir gerakan kemahasiswaan di dalam kampus masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam suasana peringatan hari lahir ke-49 PMII kemarin, A. Khoirul Anam dari NU Online dan Hamzah Sahal dari PP Lakpesdam NU sempat berbincang dengan salah seorang pendiri PMII M. Said Budairy di rumahnya Jl Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Sabtu (9/5). Said Budairy (73) adalah salah satu dari 13 tokoh mahasiswa dalam IPNU yang merintis pendirian PMII. Ia juga salah satu dari 3 orang perwakilan yang menghadap Ketua Umum PBNU KH Idham Kholid melaporkan rencana pendirian organisasi mahasiswa NU ini. Pada saat PMII dideklarasikan, Said Budairy menjabat sebagai sekretaris umumnya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Bagaimana Anda melihat PMII sekarang?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang banyak kritik terhadap perkembangan PMII belakangan ini, terutama yang nampak di depan mata, di Jakarta dan sekitarnya, baik dari soal pemikiran keagaamaannya, juga soal pergerakannya. Sementara para seniornya yang sudah terjun ke masyarakat tidak cukup memberikan contoh yang baik. Nah karena Anda meminta hal ini, saya buka-buka kembali dokumen-dokumen yang saya punya terutama Deklarasi Tawangmangu. Dalam deklarasi itu lengkap mulai dari mau kemana dan bagaimana PMII itu, hubungan dengan dengan NU dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Ada keinginan sebagian kalangan tua agar PMII merapat lagi ke NU. Bagaimana menurut Anda?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira tidak perlu. Tarulah PMII terpotong pada tahun 73, di situ juga ada rumusan-rumusan tentang interdependensi PMII terhadap NU. Tapi di situ jelas sekali hubungan kulturalnya. Kalau kemudian terjadi penyimpangan itu nggak usah dari NU-nya lah, tapi penyimpangan-penyimpangan dari prinsip-prinsip yang dibangun oleh PMII sendiri. Nah kalau prinsip itu saja yang dipikirkan kembali dijadikan sarana untuk menyadarkan para sahabat PMII, mulai dari pengurus besarnya sampai ke tingkat bawah, saya kira ini salah satu jalan terbaik yang bisa ditempuh. Nah ini juga tergantung bagaimana PB PMII sekarang. Saya nggak tahu juga sikap mereka terhadap perkembangan para alumni PMII yang sekarang ada di berbagai organisasi politik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Apa yang Anda amati dari para alumni PMII?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terus terang aja risau. Ada dua mantan ketua Umum PB PMII yang membiarkan PKB kemasukan Artalita dan Sigid, gimana itu? Kemudian dua ketua umum ini berantem sendiri; antara Muhaimin sama Ali Masykur. Lalu, kalau merujuk kepada yang saya bilang tadi prinsip-prinsip dasar dan interdependensi PMII terhadap NU, mestinya tidak bisa membiarkan Nursyahbani itu. Kalau NU mendukung RUU Pornografi tapi Nursyahbani sebagai anggota fraksi PKB justru menentang itu. Ini kog bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu yang di PKB. Lalu yang di PPP coba! Waktu itu Hamzah Haz mau mau digusur oleh Suryadharma bekerjasama dengan Bachtiar Chamsyah dari unsur Muslimin Indonesia (MI). Kemudian hamzah jatuh. Padahal bagaimanapun Hamzah itu ada hubungannya dengan PMII. Nah waktu itu Suryadharma maju dengan dukungan MI bersaing dengan Aris Mudatsir. Keduanya kader-kader utama PMII lah. Nah sekarang ini Arif Mudatsir membantu Bahtiar dari MI itu untuk memusuhi Suryadharma. Saya pikir mereka melakukan introspeksi begitu lah bagaimana membawa perahu PPP ini dengan warna yang dulu dirumuskan dalam PMII, ternyata tidak. Saya kira kalau mereka mau berangkat dari prinsip-prinsip PMII itu tidak akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Apa yang perlu dilakukan sekarang?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saya mendukung pemikiran bagaimana PMII kembali ke Khittahnya lah. Caranya berangkat dari deklarasi Tawangmangu itu, lalu deklarasi tahun 73 itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Sekarang para alumni bergabung di IKA-PMII&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sedihnya itu sekarang ketua alumninya si Arif Mudatsir, gimana jadinya itu. Sibuk boleh tapi kan dia ikut berantem. Kan ngeri juga. Saya harapkan back to basic-lah. Banyak perubahan karena sistem penyelenggaraan pemerintahan sudah berubah, tapi substansi yang ada di situ itu masih sangat relevan untuk dipegangi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Sebagai senior apakah anda sempat menjadi semacam penengah begitu?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri pernah memanfaatkan posisi sebagai orang tua ketika PKB pecah. Saya kirim SMS kepada Muhaimin, Ali Masykur dan Efendy Choiri. Saya melihat memang Gus Dur waktu itu sudah tidak bener. Saya SMS tiga orang itu, sudahlah bergabung saja sama Muhaimin. Saya yakin muhaimin bisa melindungi anda. Nah yang mau mengikuti saran saya itu sepertinya Effendy, meskipun dia tiadk balas SMS saya tapi saya perhatikan perilakunya. Ali Masykur tidak menjawab. Hanya Muhaimin yang menjawab, terimakasih begitu. Nah itu pernah saya lakukan. Nah kalau sekarang ini ada krisis yang baru lagi ini di PPP, mungkin saya perlu juga melakukan hal yang sama, namun mungkin sesudah proses pertarungannya selesai nanti.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Sepertinya fragmentasi di tingkat alumni ini menurun sampai ke bawah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini karena mereka kehilangan pegangan awalnya, prinsip yang dulu dijadikan bergerak. Sekarang mereka semaunya sendiri. Idealismenya sudah tertutup jadi pragmatis. PMII ini sudah 49 tahun. Insyaaallah sekarang ini mirip dengan kondisi NU pada tahun 1973. Waktu itu warga NU terombang-ambing; apakah NU ini ormas apa partai. Akhirnya kiai-kiai bergerak sampai kemudian terfikir untuk kembali ke khittah NU 1926. Saya pikir kalu pendekatan itu yang dilakukan di PMII saya kira bisa juga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;PMII kembali ke Khittah yang mana?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ada sekian banyak pokok-pokok pikiran yang ada di PMII, mulai Deklarasi Tawangmangu, Sepuluh Kesimpulan Ponorogo, Pernyataan Yogyakarta, Penegasan Yogyakarta, Gelora Mega Mendung, Panca Norma Kopri, Tri Sikap Jakarta. Ada juga Memorandum Politik, Deklarasi Munarjati, Manifes Independensi Pmii, Pola Kepemimpinan, Pernyataan Ciloto, Pokok-pokok Pikiran Ciloto, Pokok Pikiran Tentang Pemilu, Penegasan Cikogo, Pokok-pokok Pikiran Mubes ke-4 PMII, Rekomendasi Mubes IV PMII, Pokok-pokok Pikiran Kongres ke-10, Pernyataan Politik Kongres ke-10, Keputusan Pondok Gede, Deklarasi Interdependensi PMII dengan NU, Implementasi Interdependensi PMII NU, Pokok-pokok pikiran rekomendasi Musyawarah I, Rekomendasi Kongres ke-11, dan lain-lain. Saya kira dari perumusan ulang dari membaca kembali dokumen dokumen ini bisa menjadi perumusan Khittah PMII.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Dalam konteks para alumni PMII pada berantem tadi, apa yang bisa Anda sampaikan sebagai orang tua kepada kader PMII sekarang?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi begini, kadang-kadang yang tua itu sudah lupa bagaimana perjalannya sebelumnya. Yang masih fresh ingat itu justru yang masih di lapangan, yang sekarang ini aktif. Saya kog ingin supaya PB PMII menyurati mereka itu. Ungkapkan yang saya sampaikan tadi itu demi kehormatan PMII, supaya masalah itu bisa teratasi. Supaya alumni PMI itu menjadi satu kekuatan meskipun dalam wadah yang berbeda beda. Itu yang saya pikirkan. Sebab kalau PBNU yang ngingetin juga sudah tidak relevan lagi. Kalau perorangan seperti saya juga tidak. Tapi kalau PB PMII nya kan pantes-pantes saja. Dan juga supaya diingat agar dalam kaderisasi itu berantem seperti itu jangan sampai terjadi pada masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Bagaimana Anda melihat Kiprah dari Ketua Umum PB PMII sekarang?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering melihatnya di Face Book. Ini memang jadi sebuah sarana berkomunikasi yang lebih terbuka. Tapi saya kira wibawa sebagai ketua umum itu perlu dijaga. Aktivitas macem-macem nggak perlulah itu ditunjukkan di Face Book.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-1144736866508577480?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/1144736866508577480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/02/kondisi-pmii-mirip-nu-tahun-1973.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/1144736866508577480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/1144736866508577480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/02/kondisi-pmii-mirip-nu-tahun-1973.html' title='KONDISI PMII MIRIP NU TAHUN 1973'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-6534322404337170955</id><published>2010-01-30T09:27:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T01:22:45.496-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penikmat Buku'/><title type='text'>Rekonsiliasi; Islam, Demokrasi dan Barat</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;img align="left" border="0" height="91" hspace="10" src="http://www.pmii.or.id/images/stories/butto.jpg" width="122" /&gt;Judul :  Rekonsiliasi; Islam, Demokrasi dan Barat&lt;br /&gt;Penulis : Benazir Bhutto&lt;br /&gt;Penerjemah  : Annisa Rahmalia&lt;br /&gt;Penerbit : Buana Ilmu Populer, Jakarta&lt;br /&gt;Cetakan I  : Desember, 2008&lt;br /&gt;Tebal : 35 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peresensi : Lukman  Santoso Az*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benazir Bhutto, seorang perempuan yang terlahir  sebagai pemimpin dan pernah menjabat perdana menteri dalam dua periode  (1988-1990 dan 1993-1996) di Pakistan. Terlahir pada 21 Juni 1953 di  Karachi, dan bertumbuh sebagai aktivis dan politisi pro-&lt;b&gt;demokrasi.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada  1988, Ia menjadi perdana menteri perempuan yang pertama dalam sejarah  Pakistan. Pada 1999, Benazir memutuskan mengasingkan diri ke luar  negeri, tak lama setelah Jenderal Musharraf merebut kekuasaan melalui  kudeta militer. Pada Oktober 2007, Benazir Bhutto kembali ke Pakistan.  Dia mengatakan, kepulangannya untuk mendorong peralihan Pakistan ke  pemerintahan sipil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Namun, perjalanan hidupnya yang penuh dengan pertarungan itu  tampaknya juga berakhir tragis pada 27 Desember 2007, seusai berpidato  dalam kampanye di Rawalpindi, ditembak seorang pelaku bom bunuh diri.  Tewasnya Benazir, merupakan peristiwa tragis keempat yang menimpa  keluarga Bhutto. Tragedi kematian Benazir, telah mengingatkan duka lama  dan meradang duka baru bagi rakyat Pakistan. Bagi mereka, terutama  pendukungnya, kematian Benazir Bhutto merupakan kehilangan besar bagi  Pakistan. Benazir telah menjadi simbol modernitas dan demokrasi di  Pakistan. Sehingga, kematiannya merupakan martir bagi demokrasi di  Pakistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya barunya, yang berjudul asli Islam, Democracy, and  the West,(Harper Collins, 2008), ini. Ditulis saat Benazir sedang  bersiap-siap untuk kembali ke kehidupan politik. Buku ini adalah sebuah  buku tentang kecerdasan yang hebat, keberanian, dan kejernihan. Ia  mengandung tulisan terbaik dan interpretasi modern yang sangat persuasif  tentang Islam. Tentu saja, bagian yang membuat buku ini dihormati  adalah identitas pengarangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini seolah merupakan hasil  retret panjang Benazir, setidaknya selama 9 tahun hidup dalam  pengasingan. Ditulis dengan kepenuhan hati dan semangat menggebu soal  demokratisasi dan Islam. Ia berupaya membalikkan semua miskonsepsi dan  stigma negatif tentang Islam. Penjelajahan yang dilakukannya bisa  membuat kelompok-kelompok ekstrem-fanatik Islam marah. Benazir tidak  hanya memberikan pemaham an tentang politik dan bagaimana memperjuangkan  tegaknya demokrasi, tetapi juga tentang teologi Islam, agama yang amat  dicintainya. Toleransi dan pluralisme Islam, menurutnya telah dibajak  oleh para teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benazir menyampaikan berbagai kesalahpahaman  yang menjadi sumber kebingungan. Arti jihad, di Indonesia berkali-kali  dijelaskan cendekiawan Muslim seperti Nurcholish Madjid, oleh Benazir  digarisbawahi kembali. Jihad adalah perjuangan. Meluruskan kembali makna  jihad amat penting. Jihad harus didudukkan dalam arti sebenarnya, yakni  pertempuran internal dan eksternal untuk mengikuti jalan yang benar dan  adil, yang kemudian dia tunjukkan dengan dasar pemikiran teologis,  bahwa gagasan terorisme tidak didukung acuan Kitab Suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain  miskonsepsi tentang Islam tidak sesuai dengan sains dan teknologi,  kesetaraan jender juga menjadi topik penting dalam buku ini. Benazir  melihat, jika demokrasi menjadi milik jutaan Muslim di planet ini,  gerakannya harus berasal dari rakyat yang berjuang melawan kekuatan  ekstrimisme, fanatisisme, dan otoritarianisme. Kelaparan melahirkan  ekstremisme. Ketiadaan harapan melahirkan ekstremisme. Keputusasaan  melahirkan ekstremisme dan di sana ada peluang tumbuhnya demokrasi.  Maka, menurutnya, untuk memutus mata rantai dan siklus kemiskinan,  ekstremisme, kediktatoran, dan terorisme, Pakistan perlu bergerak maju  ke arah rekonsiliasi yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ihwal demokratisasi, Bagi  Benazir militer merupakan salah satu kekuatan yang sering menghambat  demokratisasi. Intervensinya dalam ranah politik, misalnya melalui  kudeta sebagaimana dilakukan Musharraf terhadap Nawaz Sharif, merupakan  praktik kediktatoran yang senantiasa mengancam pergantian kekuasaan.  Militer sering mengambil alih kekuasaan dengan dalih instabilitas dan  perbaikan ekonomi. Benazir mengetengahkan perlunya pemikiran tentang  institusionalisasi demokrasi, sebab kegagalan demokrasi di Pakistan  secara umum terkait kelindan dengan kegagalan dalam institusionalisasi  demokrasi. Sementara di bawah alam sadar publik, sistem diktator selama  ini dianggap sebagai cara terbaik untuk memulihkan ekonomi. Ironisnya,  demokrasi dianggap tidak menjamin kesejahteraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  memperlihatkan perdebatan dalam Islam, Benazir mengajukan tesis tentang  masalah-masalah yang bisa menjadi bahan rekonsiliasi. Di satu pihak  memang ada Islam yang menolak gagasan modernitas, sebaliknya ada  kelompok Islam yang mengajukan strategi untuk rekonsiliasi dunia Islam  dengan gagasan modern yang menyangkut lingkungan politik, ekonomi,  sosial yang modern. Di antaranya Ia menyebutkan tokoh Mohammad Iqbal,  yang juga merupakan bapak spiritual Pakistan. Iqbal mengajak  menghidupkan kembali ijtihad atau berpikir logis dan mengajak umat  Muslim menerapkan pemikiran logis dalam mencari solusi untuk mengatasi  masalah-masalah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benazir mengakui rekonsiliasi yang  ditawarkan tidak gampang dilakukan, bahkan mustahil, tetapi dia sadar  rekomendasi soal rekonsiliasi diperlukan karena zaman ini memerlukan  sesuatu di luar kelaziman. Karena itu, dia tidak hanya bicara tentang  Islam dengan kacamata yang kritis, tetapi juga menuntut dunia Barat  menghapuskan stigma negatif tentang Islam sekaligus mengagendakan upaya  menghentikan gelombang radikalisme Islam serta menemukan kembali  nilai-nilai toleransi dan keadilan yang ada dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan  Islam yang diharapkan Benazir, bukanlah radikalisme dan mengerasnya  ekstrimisme, tetapi seberapa jauh Islam memberikan kontribusi konkret  bagi perkembangan ekonomi, politik, dan sosial masyarakat. Kebangkitan  Islam harus dijalankan bersama kebangkitan agama-agama lain, yakni  kemaslahatan bersama, kebaikan bersama, dan keadilan yang menjadi  dambaan setiap makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini merupakan ekspresi pengalaman  dan obsesi Benazir Bhutto yang sangat cemerlang. Ia menawarkan solusi,  ditengah ekstrimisme global. Dalam memoirnya yang berjudul Daughter of  the East, (New York, Hamish Hamilton (1989) Benazir menulis, "Saya tidak  memilih kehidupan seperti ini, tetapi kehidupanlah yang memilih saya.  Dilahirkan di Pakistan, hidup saya menjadi cermin pergolakan, tragedi,  dan kemenangannya." Benazir pernah berjanji di hadapan makam ayahnya,  "Saya bersumpah tidak akan beristirahat sampai demokrasi kembali ke  Pakistan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakistan memang membutuhkan jalan baru bagi  demokratisasi. Hanya saja, dua bentuk totalitarianisme yang menghantui  itu akan selalu menggagalkan keadaban politik. Dengan kematian Benazir,  tersisih sudah agenda demokratisasi yang menjanjikan. Masa depan  demokrasi Pakistan semakin tidak menentu, tanpa terlebih dahulu  "mengubur" militerisasi dan ekstremisasi di negeri dengan semboyan  Ittehad, Tanzim, Yaqeen-e-Muhkam, "Kesatuan, Disiplin, dan Kepercayaan"  itu. Kepergian Benazir menjadi pesan jelas bahwa musuh demokratisasi  yang totaliter masih berselimut dengan sangat nyamannya di Pakistan.(*)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;*)Lukman  Santoso Az, &lt;b&gt;Penikmat Buku dan Peneliti pada LeSAN Yogyakarta &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-6534322404337170955?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://pmii.or.id' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/6534322404337170955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/01/judul-rekonsiliasi-islam-demokrasi-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/6534322404337170955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/6534322404337170955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/01/judul-rekonsiliasi-islam-demokrasi-dan.html' title='Rekonsiliasi; Islam, Demokrasi dan Barat'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-7045242870956252468</id><published>2010-01-29T10:47:00.000-08:00</published><updated>2010-01-30T08:33:56.064-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama dan realitas'/><title type='text'>Agama dalam Menyikapi Permasalahan Sosial</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft" height="200" src="http://farm4.static.flickr.com/3455/3774199247_4c95dc971f_m.jpg" title="Logo" width="160" /&gt;Oleh: Roisatul Fauziah&lt;br /&gt;Kader PMII Komisariat Sunan Ampel Kediri&lt;br /&gt;Agama adalah sebuah kepercayaan, rata-rata hampir semua manusia menganut  agama. Dan agama didunia ini tidak hanya satu tapi bermacam-macam,  karena mereka memiliki teologi masing-masing. Meskipun agama  berbeda-beda tapi setiap agama mempunyai satu kesamaan yaitu mengajarkan  tentang kebaikan. Sepertihalnya agama islam, ada beberapa ulama yang  mengatakan bahwa agama islam adalah agama perdamaian.&lt;span id="more-283"&gt;&lt;/span&gt;  Tapi mengapa dalam agama islam itu sendiri terdapat lebih dari satu  aliran? &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kenapa tidak dijadikan satu aliran saja, supaya bisa  mengkokohkan agama islam tersebut? Dan apakah ini adalah salah satu  tanda-tanda bahwa agama islam telah terpecahbelah? Kita tidak tahu,  mungkin dengan seiring berjalannya waktu dan juga berkembang pesatnya  dunia modern ini adalah salah satu alasan untuk menjawab  pertanyaan-pertanyaan tersebut.&lt;br /&gt;Kembali pada pemahaman tentang memahami perkembangan islam di Indonesia  dalam konteks kesejarahan, peranannya di Indonesia serta fungsi  kehadiran islam dalam konteks transformasi social sehingga mampu  menemukan pijakan teologinya untuk memperjuangkan dan menegakkan  nilai-nilai universalitas islam. Dan realitasnya sekarang yang dihadapi  oleh agama islam itu sendiri adalah munculnya paradigma-paradigma  masyarakat yang mengatakan bahwa agama islam adalah hubungan manusia  dengan akheratnya saja, dan cenderung tidak menghiraukan yang ada di  dunia. Contohnya bencana Lumpur lapindo yang terus berlarut-larut sampai  tidak temu arah tujuannya dan nasip korbannya tidak menentu.&lt;br /&gt;Tindakan advokasi islam cenderung bersifat reaksioner, mereka lumayan  tanggap dengan aksi-aksi social tapi itu hanya bersifat momentum. Ini  sangat bertolak belakang dengan apa yang selama ini sering  digembor-gemborkan bahwa islam itu agama perdamaian, islam itu agama  yang suka bersosialisasi, dan islam itu agama dunia dan akherat. Saya  tidak tahu siapa yang harus dipersalahkan dalam kasus ini, apakah  islamnya ataukah orang-orang yang berada di islam?&lt;br /&gt;Memahami sejarah agama islam di Indonesia dalam perspektif sejarah  masyarakat dan sejarah kebangsaan dari zaman kerajaan sampai sekarang,  islam adalah agama yang paling tanggap dengan kegiatan-kegiatan social,  tapi hanya momentum saja.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-7045242870956252468?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/7045242870956252468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/01/agama-dalam-menyikapi-permasalahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/7045242870956252468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/7045242870956252468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/01/agama-dalam-menyikapi-permasalahan.html' title='Agama dalam Menyikapi Permasalahan Sosial'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://farm4.static.flickr.com/3455/3774199247_4c95dc971f_t.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-7293810945311555394</id><published>2010-01-29T10:42:00.000-08:00</published><updated>2010-01-29T10:42:15.473-08:00</updated><title type='text'>Perempuan, antar harapan dan realitas.</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku adalah perempuan yang ditindas, aku  menjadi saksi adanya bintang-bintang yang brsembunyi di balik raga  manusia. Akulah bunga yang terinjak binatang itu. Wahai keadilan yang  tersembunyi di balik sosok ketakutan, hanya Engkaulah yang sanggup  mendengar penderitaan diriku yang sebatang kara. Hanya Engkaulah yang  mampu mendengarkan lirih dan pilunya teriakan hatiku, hanya kepada-Mu  lah aku memohon dan memasrahkan jiwa. Kasihanilah aku,&amp;nbsp; lindungilah  anakku dengan tangan kanan-Mu dan selamatkanlah jiwaku dengan tangan  kiri-Mu. (Kahlil Gibran).&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span id="more-233"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Realitas Empirik (Diskriminasi)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Secara ideal, perempuan menginginkan  keadilan dan persamaan peran pada segala dimensi kesehariannya, seperti  keadilan di bidang politik, ekonomi dan sosial. Harapan itu seperti  halnya sebatas mimpi yang sulit untuk diwujudkan. Pada dimensi sosial,  perempuan seringkali tersubordinasi oleh realitas yang meminggirkan  perannya di wilayah publik. Ketidaksetaraan muncul di permukaan  masyarakat tatkala perempuan menikah dan harus mengerjakan pekerjaan  domestik, serta mengabaikan peran publik. Banyaknya perempuan  berpendidikan rendah menambah problem pengangguran kerja, karena  potensinya tenggelam oleh keterbatasan yang memasung kreativitasnya.  Pasungan itu biasa diciptakan oleh dirinya atau muncul dari proteksi  orang-orang dekatnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;.&lt;a href="http://watudhakon.info/index.php/2009/07/perempuan-antara-harapan-dan-realitas/#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hari ini, perempuan mengalami perubahan  dari masyarakat tradisional menuju masyarakat yang post traditional.  Tuntutan itu bisa menjawab realitas global yang mengharuskannya berubah.  Perubahan itu sendiri tidak mudah bagi mereka yang tidak mempunyai  akses terhadap ekonomi. Perempuan justru dieksploitasi oleh kepentingan  ekonomi global.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Budaya patrialistik yang memihak pada  laki-laki telah menyebabkan rendahnya kesadaran perempuan untuk  berkreasi. Lemahnya kesadaran perempuan akan hak-hak reproduksi  menyebabkan maraknya praktik-praktik aborsi, prostitusi, dan tindak  kekerasan secara fisik dan seksual terhadap perempuan. Satu contoh lagi  adalah buruh pabrik, pengemis anak dan perempuan, dan tenaga kerja  Indonesia illegal. Pilihan pekerjaan semacam ini dengan kekerasan dan  risiko penyakit selalu menghantui hidupnya setiap waktu. Pekerjaan di  atas sering juga menjadi pemicu trafficking di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari gambaran realitas yang menindas  perempuan dan anak, maka perlu merekomendasikan beberapa isu strategis  untuk memperjuangkan&amp;nbsp; hak-hak hidup para perempuan dan anak yang bekerja  di luar negeri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pertama, menjadikan isu TKI legal dan  menghentikan trafficking yang membawa korban perempuan dan anak.  Perlindungan secara layak, perlu diberikan kepada para pekerja diluar  negeri sebagai pahlawan yang telah memberikan devisa bagi Negara  Indonesia. TKI harus mendapatkan informasi yang akurat dan benar tentang  kejelasan pekerjaan. Situasi tempat kerja di Negara yang di tuju.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kedua, mempertinggi aksi yang menyeluruh  dari pemerintah, LSM, dan organisasi masyarakat untuk menghalangi  trafficking. Menghentikan kekerasan dan pemaksaan terhadap perempuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;a href="http://watudhakon.info/index.php/2009/07/perempuan-antara-harapan-dan-realitas/#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Meraih Kebebasan Perempuan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Perempuan adalah manusia yang mempunyai  potensi untuk tumbuh dan berkembang. Sebagai manusia ia lahir dengan  naluri untuk sukses dan terus maju dalam kehidupan yang ditempuhnya.  Posisi perempuan yang selama ini menjadi nomor dua (women is second sex)  akan menindas perempuan. Kesempatan untuk mengembangkan&amp;nbsp; kreativitas  dan kecerdasan didi akan membentur sekat-sekat budaya yang telah  dikonstruksikan oleh masyarakat. Kebebasan untuk tumbuh ini belum tampak  diberikan oleh orang tua kepada perempuan. Perempuan diperbolehkan  sekolah dan kuliah namun masih dibatasi geraknya untuk keluar rumah  mencari aktivitas. Sejarah perempuan sangat menyedihkan harus dibunuh  jiwa kreatifnya oleh orang-orang yang melindunginya secara berlebihan.  Akibatnya, perempuan serasa lumpuh dan tidak bisa mengakses kemajuan.  Secara sosiokultural, perempuan dibatasi oleh budaya patriarkat yang  kukuh dan tidak mudah merobohkannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengubah cara pandang atau pikiran  adalah membongkar sekat-sekat ketidakadilan dalam struktur pemahaman  masyarakat, dimaksudkan agar perempuan tidak sepenuhnya bergantung pada  laki-laki tanpa mau mengambil peran penting dalam wilayah publik. Akibat  pembodohan yang sistematis perempuan menjadi tertinggal jauh dari segi  pendidikan dan tidak mempunyai kemampuan. Sedangkan bagi perempuan yang  berusaha mandiri dengan keterbatasan pendidikan yang rendah masih  tertatih-tatih, bahkan terus menghadapi kerasnya hidup dalam budaya  patriarkat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;.&lt;a href="http://watudhakon.info/index.php/2009/07/perempuan-antara-harapan-dan-realitas/#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Perempuan di Balik Tirai  Penafsiran&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tuturan yang sarat akan budaya  patriarkat, telah melahirkan persepsi yang ambigu dari sejumlah realitas  keterlibatan sejumlah perempuan di arena publik. Lembaran-lembaran  kitab kuning klasik memberikan persepsi yang (terkadang) ikut serta  memberikan opini untuk meminggirkan peran perempuan di arena publik Alur  sejarah perempuan terus bergerak dari satu titik yang mengartikulasikan  perjuangan perempuan dimanifestasikan dalam keanekaragaman karakter  yang berbeda. Keterbelakangan perempuan selalu menuai kritik tajam dari  gerakan feminisme yang menuntut perubahan peran demi sebuah kemajuan  yang diimpikan bersama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tafsir merupakan hasil usaha ijtihadi  manusia yang melingkupi dari segala dimensi pemikirannya untuk  memproduksi suatu pemahaman dari kitab suci. Dalam penafsiran, manusia  senantiasa membawa latar belakang sosial, corak, dan&amp;nbsp; warna keilmuan  yang melandasi karya dan pendapatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Realitas sosial masyarakat terus berubah  dan akan terus mencari bentuk kemajuan zamannya. Peradaban tidak akan  pernah berhenti, karena putaran waktu dan hari terus berjalan sesuai  dengan ketentuan Tuhan. Mau tidak mau perempuan harus terlibat dalam  wacana keagamaan, karena persoalan perempuan harus dijelaskan&amp;nbsp; dari  sudut pelaku perempuan. Segala implikasi dari persoalan kodrati  perempuan, harus melibatkan perspekif perempuan secara terbuka dan arif  dalam menelaah hukum yang bisa membuat kesejahteraan perempuan  terlindungi . Ambil contoh misalnya haid, hamil, menyusui, dan  melahirkan adalah aktivitas yang tak dapat diwakilkan oleh laki-laki.  Agama bisa benar-benar memberikan alternatif yang memihak kepentingan  perempuan secara total sehingga mampu memberikan keselamatan bagi  manusia yang lahir dari rahim perempuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-7293810945311555394?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/7293810945311555394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/01/perempuan-antar-harapan-dan-realitas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/7293810945311555394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/7293810945311555394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/01/perempuan-antar-harapan-dan-realitas.html' title='Perempuan, antar harapan dan realitas.'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-5299538738713702868</id><published>2010-01-29T08:22:00.001-08:00</published><updated>2010-05-18T12:39:45.860-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Album foto'/><title type='text'>My Albums</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;embed align="middle" flashvars="cy=bb&amp;amp;il=1&amp;amp;channel=2522015791355588072&amp;amp;site=widget-e8.slide.com" name="flashticker" quality="high" salign="l" scale="noscale" src="http://widget-e8.slide.com/widgets/slideticker.swf" style="height: 320px; width: 400px;" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left; width: 400px;"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-5299538738713702868?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/5299538738713702868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/01/my-albums.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/5299538738713702868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/5299538738713702868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/01/my-albums.html' title='My Albums'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-3649593473946741035</id><published>2010-01-27T11:26:00.000-08:00</published><updated>2010-01-29T09:37:24.366-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Album foto'/><title type='text'>album foto</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S2CRx3YnHGI/AAAAAAAAADg/YG_kmm0u6p4/s1600-h/DSC02347.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S2CRx3YnHGI/AAAAAAAAADg/YG_kmm0u6p4/s200/DSC02347.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S2CS7FMtqmI/AAAAAAAAAEY/mvwIZymPerM/s1600-h/pmii-BONGKAR.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S2CS7FMtqmI/AAAAAAAAAEY/mvwIZymPerM/s200/pmii-BONGKAR.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S2CSiDTvnLI/AAAAAAAAAEA/K9st3C8qsco/s1600-h/bendera_pmii.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="147" src="http://2.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S2CSiDTvnLI/AAAAAAAAAEA/K9st3C8qsco/s200/bendera_pmii.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S2CSpLvMi0I/AAAAAAAAAEI/yufjbCycHEM/s1600-h/BJKBKJB.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S2CSpLvMi0I/AAAAAAAAAEI/yufjbCycHEM/s200/BJKBKJB.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S2CSztj2T4I/AAAAAAAAAEQ/FVCj7s5MNCg/s1600-h/dzikir-fikir-amal-shaleh.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S2CSztj2T4I/AAAAAAAAAEQ/FVCj7s5MNCg/s320/dzikir-fikir-amal-shaleh.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S2CSztj2T4I/AAAAAAAAAEQ/FVCj7s5MNCg/s1600-h/dzikir-fikir-amal-shaleh.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S2CSztj2T4I/AAAAAAAAAEQ/FVCj7s5MNCg/s320/dzikir-fikir-amal-shaleh.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S2CSdDPcTRI/AAAAAAAAAD4/K2dCFIps4IQ/s1600-h/66666.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S2CSdDPcTRI/AAAAAAAAAD4/K2dCFIps4IQ/s320/66666.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S2CSNUttvvI/AAAAAAAAADo/wYdeZzLXscY/s1600-h/14236_102695373081851_100000241661405_73958_8067788_n%5B1%5D.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="168" src="http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S2CSNUttvvI/AAAAAAAAADo/wYdeZzLXscY/s200/14236_102695373081851_100000241661405_73958_8067788_n%5B1%5D.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-3649593473946741035?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/3649593473946741035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/01/blog-post_27.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/3649593473946741035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/3649593473946741035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/01/blog-post_27.html' title='album foto'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S2CRx3YnHGI/AAAAAAAAADg/YG_kmm0u6p4/s72-c/DSC02347.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-8246454984571165263</id><published>2010-01-27T09:04:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T07:31:25.569-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PERAN MAHASISWA'/><title type='text'>PERAN MAHASISWA dalam PROSES DEMOKRASI LOKAL</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Peran Mahasiswa dalam Mengawal Proses Demokrasi Lokal &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Oleh: Syamsul Wathoni1&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Ambruknya rezim otoriter soeharto dibawah bendera orde baru dan kekuataan ABG (Abri, Birokrasi, Golkar) pada tahun 1998 mengantarkan republik pada sistem demokrasi yang sesungguhnya. Karena selama rezim ini berkuasa, demokrasi menjadi formalitas yang pada kenyataannya dimatikan. Demokrasi menjadi jargon dan perbincangan formal pemerintah akan tetapi dalam kenyataanya represif terhadap rakyat. Dibawah kepeloporan Mahasiswa, rezim yang pernah berkuasa 32 tahun ini runtuh bersamaan dengan sistem kekuasaan otoriter dan anti demokrasi.  &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Karena runtuhnya otoritarianisme rezim orde baru yang ditandai dengan runtuhnya nilai-nilai, kepercayaan publik, sakralitas kekuasaan, dan moralitas semu yang selama ini menjadi hantu menakutkan bagi rakyat untuk memandangnya. Nilai-nilai itu seakan runtuh bersamaan dengan ambrolnya benteng kekuasaan tiranik yang menguasai mental, tata pikir dan bahkan denyut nafas untuk berdemokrasi. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pasca 1998, Indonesia memasuki masa transisi demokrasi dengan perubahan sistem politik dan kekuasaan. Diharapkan transisi yang berlangsung dalam kontestasi kekuasaan akhir-akhir ini menjadi semacam harapan untuk menuju pada kehidupan kenegaraan yang baik dan demokratis. Karena pada dasarnya demokrasi mengandaikan adanya:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;a.Pemerintahan yang baik (Good Governance)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;b.Pemilu yang demokratis&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;c.Independensi peradilan&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;d.Peran media bebas&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;e.Adanya kontrol masyarakat sipil&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;f.Dilindunginya hak warganegara&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;g.Desentralisasi kekuasaan (otonomi daerah)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Dari beberapa pilar tersebut, desentralisasi kekuasaan atau pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat ke daerah menjadi faktor penting dimana rakyat akan semakin dekat dengan pembuat kebijakan. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Melalui UU 22 tahun 1999 yang kemudian direvisi menjadi UU 32 tahun 2004 lahirlah kebijakan otonomi daerah. Dalam kebijakan tersebut pemerintahan daerah (Kepala daerah dan DPRD) mempunyai kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan aspirasi masyarakat dan juga mengeluarkan kebijakan selain dalam bidang agama, moneter, fiskal, politik luar negeri dll.  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Namun begitu, setelah 5 tahun berjalan. Kebijakan otonomi daerah ini tidak kunjung membuahkan hasil sesuai dengan tujuannya. Otonomi daerah tidak memberi ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembuatan kebijakan. Hal ini semakin menjadi pada saat otonomi daerah sebagai proyek desentralisasi kekusaan yang seharusnya menjadi agenda utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari sisi ekonominya dan membangkitkan keberdayaan masyarakat untuk mandiri, ternyata sayup-sayup mulai mengarah berkebalikan. Munculnya raja-raja kecil dan hadirnya watak tiranik plus koruptif mulai muncul. Otonomi menjadi proyek untuk mensejahterakan pejabat daerah dan secara tidak langsung akan semakin menindas rakyat. Perselingkuhan antara eksekutif dan legislatif-pun tak terhindarkan.  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Kasus korupsi di eksekutif maupun legislatif daerah yang marak akhir-akhir ini menjadi bukti bahwa ternyata otonomi daerah diselewengkan. Penyelewengan anggaran daerah oleh pejabat publik dan DPRD menjadi yang biasa. Karena kontrol masyarakat untuk mendorong pemerintahan yang bersih juga lemah. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Peran mahasiswa dalam demokrasi Lokal&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Alexis de Tocquile, salah seorang penggagas ide civil society pernah berkata bahwa “Setiap generasi adalah manusia baru yang harus memperoleh pengetahuan, mempelajari kemampuan dan mengembangkan karakter publik maupun privat yang sejalan dengan demokrasi. Sikap mental ini harus ditanamkan dan dibiasakan melalui bahasa dan kajian serta keteladanan. Lebih lanjut, demokrasi bukanlah mesin yang akan berfungsi dengan sendirinya, tapi harus selalu direproduksi dari generasi ke generasi. Karena dengan begitulah, kehidupan berbangsa, bernegara atau berwarganegara akan berlangsung dengan baik. Karena dengan adanya landasan yang riil tentang apa yang disebut sebagai sebuah cita-cita bersama yang juga sebagai rumusan dari istilah good society yang diidealisasikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Dan tentu saja, berjalannya demokrasi akan menjadi mulus apabila sistem kenegaraan juga berlangsung baik serta nilai yang tertanam dibenak masing-masing warganya telah tertata dengan rapi. Karena jika sebuah sistem kenegaraan berlangsung secara amburadul disertai oleh rapuhnya moral sosial. Maka jangan sekali-kali berharap, masyarakat akan memiliki nilai moral dan komitmen yang baik untuk menjadi warganegara yang sesungguhnya. Idealitas ini perlu dalam rangka membuyarkan angan-angan tentang jenuhnya pikiran kita disaat melihat tingkah laku kekuasaan serta managemen kenegaraan kita saat ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Dengan kata lain, mahasiswa yang disebut-sebut sebagai agen of change harus selalu bergerak untuk melakukan aksi massa rakyat. Hal ini harus terus dilakukan untuk membangun tradisi demokrasi. Karena diakui atau tidak, pasca 1998 gerakan mahasiswa tercerai beraai oleh serpihan-serpihan kepentingan politik dan golongan yang memecah konsentrasi untuk mendorong demokratisasi. Bahkan yang paling sering terjadi adalah, mahasiswa menjadi alat dari kepentingan politik untuk berpihak pada salah satu golongan. Maka tidak bisa disalahkan jika gerakan mahasiswa hanya bersifat sporadis untuk menyikapi permasalahan strategis yuang sifatnya nasional. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Maka dari itu peran strategis yang bisa dilakukan oleh mahasiswa dalam mendorong demokrasi lokal adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;1.Melakukan kontrol terhadap pemerintahan daerah&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Bagaimanapun juga, kekuasaan cenderung korup! Maka dari itu Mahasiswa harus mengambil peran kontrol terhadap semua aspek kebijakan pemerintah&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;2.Melakukan advokasi kebijakan publik&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Melakukan advokasi terhadap kebijakan yang tidak memihak kepada rakyat merupakan aspek penting yang harus dilakukan mahasiswa&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;3.Melakukan pendidikan politik kepada masyarakat&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pendidikan politik merupakan syarat mutlak untuk menguatkan peraan masyarakat. Selama ini masyarakat buta politik sehingga tidak tahu-menahu urusan kebijakan yang berkaitan dengan persoalan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;4.Mendorong Good governance&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pada dasarnya pemerintahan yang baik ditopang oleh 3 hal:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;a.Transparansi kebijakan&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;b.Partisipasi Masyarakat&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;c.Akuntabilitas pemerintahan&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;5.Melakukan aksi refleksi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Untuk menguatkan peran kontrol terhadap pemerintah, Mahasiswa harus melakukan refleksi terhadap semua disiplin ilmu dan persoalan-persoalan masyarakat. Dengan arti kata mahasiswa harus mempunyai displin ilmu humaniora yang memadai dan alat baca terhadap persoalan masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-8246454984571165263?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://komsbongkar.blogspot.com/' title='PERAN MAHASISWA dalam PROSES DEMOKRASI LOKAL'/><link rel='enclosure' type='Mahasiswa' href='http://pmii.or.id' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/8246454984571165263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2009/12/peran-mahasiswa-dalam-proses-demokrasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/8246454984571165263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/8246454984571165263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2009/12/peran-mahasiswa-dalam-proses-demokrasi.html' title='PERAN MAHASISWA dalam PROSES DEMOKRASI LOKAL'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-201944697684738856</id><published>2010-01-27T09:02:00.000-08:00</published><updated>2010-01-27T09:27:15.471-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NDP PMII'/><title type='text'>NILAI DASAR PERGERAKAN ( NDP )</title><content type='html'>Nilai Dasar Pergerakan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumusan ini dibutuhkan untuk memberi kerangka, arti, serta motivasi gerakan sekaligus memberikan legitimasi dan memperjelas apa yang harus dilakukan dalam rangka mencapai cita-cita perjuangan sesuai dengan maksud didirikannya organisasi PMII.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nilai Dasar Pergerakan (NDP) adalah tali pengikat (kalimatun sawa’) yang mempertemukan warga pergerakan dalam satu cita-cita perjuangan sesuai tujuan organisasi. NDP menjadi sandaran organisasi dalam menegakkan Tauhid di kehidupan sehari-hari, sebagai panduan nilai dalam berhubungan dengan Allah, dalam berhubungan dengan sesama manusia dan dalam berhubungan dengan alam. Oleh sebab itu, seluruh warga PMII harus memahami dan menginternalisasikan NDP baik secara personal maupun secara bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.    ARTI NDP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai Dasar Pergerakan  (NDP) adalah rumusan nilai nilai yang diturunkan secara langsung dari ajaran Islam serta kenyataan masyarakat dan negeri Indonesia, dengan menggunakan kerangka ahlussunnah wal jama’ah. NDP harus senantiasa menjiwai seluruh aturan organisasi, memberi arah dan mendorong gerak organisasi serta menjadi penggerak setiap kegiatan organisasi dan kegiatan masing-masing anggota.&lt;br /&gt;Sebagai ajaran yang sempurna, Islam harus harus dihayati dan diamalkan secara kaffah atau menyeluruh oleh seluruh anggota dengan mencapai dan mengamalkan iman (aspek aqidah), Islam (aspek syari’ah) dan Ihsan (aspek etika, akhlaq dan tasawuf) untuk memohon ridho Allah serta memohon keselamatan hidup di dunia dan akhirat (sa’adah ad-durain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tempat hidup dan mati, negeri maritim Indonesia merupakan rumah dan medan gerakan organisasi. Di Indonesia organisasi hidup, demi bangsa Indonesia organisasi berjuang. Sebagai tempat semai dan tumbuh, negeri Indonesia telah memberi banyak kepada organisasi, oleh sebab itu, organisasi dan setiap anggotanya wajib memegang teguh komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia. NDP adalah penegasan nilai atas watak keindonesiaan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi menggunakan ahlussunnah wal jama’ah sebagai pendekatan berpikir (manhaj al-fikr) untuk memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam. Memilih ahlussunnah wal jama’ah sebagai pendekatan berpikir dalam memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam merupakan keniscayaan di tengah kenyataan masyarakat Indonesia yang serba majemuk. Dengan ahlussunnah wal jama’ah yang mengenal nilai kemerdekaan (al-hurriyah), persamaan (al-musawah), keadilan (al-‘adalah), toleransi (tasamuh), dan nilai perdamaian (al-shulh), maka kemajemukan etnis, budaya dan agama menjadi potensi penting bangsa yang harus dijaga dan dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.    FUNGSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NDP berfungsi sebagai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kerangka Refleksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kerangka refleksi, NDP merupakan ruang untuk melihat dan merenungkan kembali secara jernih setiap gerakan dan tindakan organisasi. Di dalam refleksi, gerakan dan tindakan organisasi dihadapkan untuk berdialog dengan rumusan-rumusan Nilai Dasar Pergerakan. Dialog ini sejatinya harus berlangsung terus menerus, sehingga butiran-butiran Nilai Dasar Pergerakan menjadi hidup dan menjiwai setiap gerak dan kegiatan organisasi. Merupakan kewajiban setiap anggota untuk senantiasa melakukan perenungan dan refleksi apakah tindakan dan kegiatannya telah mendekati Nilai Dasar Pergerakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kerangka Aksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kerangka aksi, NDP merupakan landasan etos gerak organisasi dan setiap anggota. Sebagai kerangka aksi, etos akan muncul dari proses aksi-refleksi yang dilakukan secara terus menerus. Tahap memahami Nilai Dasar harus segera diikuti dengan ikhtiar untuk mewujudkan Nilai itu dalam gerak dan tindakan, kemudian setelah bergerak dan bertindak harus pula segera ditinjau apakah tindakan dan gerakan itu telah memenuhi atau mendekati Nilai Dasar Pergerakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kerangka Ideologis&lt;br /&gt;1. Menjadi peneguh tekad dan keyakinan anggota untuk bergerak dan berjuang mewujudkan cita-cita dan tujuan organisasi.&lt;br /&gt;2. Menjadi landasan berpikir dan etos gerak anggota untuk mencapai tujuan organisasi melalui cara dan jalan yang sesuai dengan minat dan keahlian masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.    KEDUDUKAN&lt;br /&gt;NDP menjadi rujukan utama setiap produk hukum dan kegiatan organisasi.&lt;br /&gt;NDP menjadi sumber kekuatan ideal setiap kegiatan organisasi.&lt;br /&gt;NDP menjadi pijakan argumentasi dan pengikat kebebasan berpikir, berbicara dan bertindak setiap anggota.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-201944697684738856?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/201944697684738856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2009/12/nilai-dasar-pergerakan-ndp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/201944697684738856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/201944697684738856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2009/12/nilai-dasar-pergerakan-ndp.html' title='NILAI DASAR PERGERAKAN ( NDP )'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-4225669121315080491</id><published>2010-01-27T09:00:00.000-08:00</published><updated>2010-01-27T09:47:56.563-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASWAJA PMII'/><title type='text'>ASWAJA PMII</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejarah Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya sistem pemahaman Islam menurut Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah hanya merupakan kelangsungan desain yang dilakukan sejak zaman Rasulullah SAW dan Khulafaur-rasyidin. Namun sistem ini kemudian menonjol setelah lahirnya madzhab Mu’tazilah pada abad ke II H.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang Ulama’ besar bernama Al-Imam Al-Bashry dari golongan At-Tabi’in di Bashrah mempunyai sebuah majlis ta’lim, tempat mengembangkan dan memancarkan ilmu Islam. Beliau wafat tahun 110 H. Di antara murid beliau, bernama Washil bin Atha’. Ia adalah salah seorang murid yang pandai dan fasih dalam bahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu ketika timbul masalah &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;antara guru dan murid, tentang seorang mu’min yang melakukan dosa besar. Pertanyaan yang diajukannya, apakah dia masih tetap mu’min atau tidak? Jawaban Al-Imam Hasan Al-Bashry, “Dia tetap mu’min selama ia beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, tetapi dia fasik dengan perbuatan maksiatnya.” Keterangan ini berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadits karena Al-Imam Hasan Al-Bashry mempergunakan dalil akal tetapi lebih mengutamakan dalil Qur’an dan Hadits.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalil yang dimaksud, sebagai berikut; pertama, dalam surat An-Nisa’: 48;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;اِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُاَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُمَادُوْنَ ذلِكَ ِلمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدِافْتَرَى اِثْمًاعَظِيْمًا النساء : 48&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa seseorang yang berbuat syirik, tetapi Allah mengampuni dosa selian itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang mempersekutukan Tuhan ia telah membuat dosa yang sangat besar.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;عَنْ اَبِى ذَرٍ رَضِىَاللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَاللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتِانِى اتٍ مِنْ رَبىِ فَأَخْبَرَنِى اَنَّهُ مَنْ مَاتَ مِنْ اُمَّتِى لاَيُشْرِكُ بِاللهِ دَخَلَ اْلجَنَّةَ. قُلْتُ: وَاِنْ زَنىَ وَاِنْ شَرَقَ. قَالَ وَاِنْ زَنىَ وَاِنْ سَرَقَ رواه البخارى ومسل&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dari shahabat Abu Dzarrin berkata; Rasulullah SAW bersabda: Datang kepadaku pesuruh Allah menyampaikan kepadamu. Barang siapa yang mati dari umatku sedang ia tidak mempersekutukan Allah maka ia akan masuk surga, lalu saya (Abu Dzarrin) berkata; walaupun ia pernah berzina dan mencuri ? berkata (Rasul) : meskipun ia telah berzina dan mencuri.” (Diriwayatkan Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;فَيَقُوْلُ وَعِزَّتِى وَجَللاَ لِى وَكِبْرِيَانِى وَعَظَمَتِى لأَُخْرِجَنَّ مِنْهَا مَنْ قَالَ لاَاِلهَ اِلاَّ اللهُ. رواه البخارى&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Allah berfirman: Demi kegagahanku dan kebesaranku dan demi ketinggian serta keagunganku, benar akan aku keluarkan dari neraka orang yang mengucapkan; Tiada Tuhan selain Allah.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi, jawaban gurunya tersebut, ditanggapi berbeda oleh muridnya, Washil bin Atha’. Menurut Washil, orang mu’min yang melakukan dosa besar itu sudah bukan mu’min lagi. Sebab menurut pandangannya, “bagaimana mungkin, seorang mu’min melakukan dosa besar? Jika melakukan dosa besar, berarti iman yang ada padanya itu iman dusta.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian, dalam perkembangan berikutnya, sang murid tersebut dikucilkan oleh gurunya. Hingga ke pojok masjid dan dipisah dari jama’ahnya. Karena peristiwa demikian itu Washil disebut mu’tazilah, yakni orang yang diasingkan. Adapun beberapa teman yang bergabung bersama Washil bin Atha’, antara lain bernama Amr bin Ubaid.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya, mereka memproklamirkan kelompoknya dengan sebutan Mu’tazilah. Kelompok ini, ternyata dalam cara berfikirnya, juga dipengaruhi oleh ilmu dan falsafat Yunani. Sehingga, terkadang mereka terlalu berani menafsirkan Al-Qur’an sejalan dengan akalnya. Kelompok semacam ini, dalam sejarahnya terpecah menjadi golongan-golongan yang tidak terhitung karena tiap-tiap mereka mempunyai pandangan sendiri-sendiri. Bahkan, diantara mereka ada yang terlalu ekstrim, berani menolak Al-Qur’an dan Assunnah, bila bertentangan dengan pertimabangan akalnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semenjak itulah maka para ulama’ yang mengutamakan dalil al-Qur’an dan Hadits namun tetap menghargai akal pikiran mulai memasyarakatkan cara dan sistem mereka di dalam memahami agama. Kelompok ini kemudian disebut kelompok Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah. Sebenarnya pola pemikiran model terakhir ini hanya merupakan kelangsungan dari sistem pemahaman agama yang telah berlaku semenjak Rasulullah SAW dan para shahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ahlu Sunnah wa al-Jamaah Sebagai Manhaj al-Fikr atau Mazhab?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berfikir jernih, luwes dan kreatif tanpa tedeng aling-aling adalah sebuah cita-cita luhur intelektual muda NU yang menyerap banyak literatur baru dalam hidupnya. Sebuah usaha yang mendapat kecaman hebat dari para kyai berkaitan dengan tradisi lama yang dibangun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsep Ahlussunnah wal Jama’ah adalah satu dari banyak objek pemikiran yang ingin dilacak kebenarannya oleh intelektual muda tersebut. Benarkah pemahaman Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah kita saat ini? Adakah ia sebuah tradisi yang tak bisa diberantas (Aqidah) atau hanyalah sebuah pemikiran yang debatable?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apapun ia, tentunya menjadi sebuah hal yang unik dan menarik untuk dibicarakan. Betapa tidak? Ketika para intelektual muda NU bergeliat mencari makna kebenaran Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah yang dikultuskan dan menjadi unthoughtable para kiai justru akhirnya merasa terancam eksistensinya. Ada apa dibalik semua ini? Said Aqil Siradj, seorang pemikir muda NU yang banyak menyoroti tentang hal ini dan akhirnya mendapatkan nasib yang sama dengan sesama intelektualis mendasarkan bahwa hapuslah asumsi awal yang menyatakan ini sebagai madzhab pokok.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam beberapa runutan pemikiran berikutnya, ia banyak menjelaskan bahwa Ahlussunnah wal Jama’ah lahir dengan sebab bahwa ini adalah pondasi ideologi yang tak bisa ditawar-tawar. Pemahaman ini kemudian dikembalikan dengan watak asli Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah yang memberikan otoritas penuh kepada ulama untuk mempertahankan ilmu dan hak atas menafsirkan agama dari kesembronoan anak muda. Sebuah bangunan pengetahuan yang dibenturkan dengan prinsip berfikir yang tawassuth (Moderat), tawazun (keseimbangan), dan ta’adul (keadilan) yang menjadi pembuka wacana inteletualitas ditubuh NU.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu kesimpulan awal yang diambil dari pemaparan diatas adalah para ulama merasa jijik dengan pembaharuan yang berefek pada pengutak-atikan ideologi yang diajarkan sebagai pondasi awal di pesantren berbasis NU. Jika dilakukan hal demikian, hancurlah pondasi yang selama ini dibangun, selain pengkultusan yang juga akan hilang begitu saja, sebuah penghormatan tinggi kepada kiai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berkembangnya dugaan bahwa ini terjadi karena tradisi Islam yang ada juga masih menimbulkan pertanyaan, karena Islam bukan lahir di Indonesia tetapi tersebar sampai ke negara ini. Maka, kemudian yang terjadi adalah bahwa Islam mengelaborasikan diri terhadap tradisi bangsa ini dengan meng-Islam-kan beberapa diantaranya. Persinggungan inipun menjadi sebuah masalah, bukan hanya karena belum berhasilnya menghilangkan rasa ketradisian yang asli, tetapi juga pada sebuah pertanyaan apakah sebuah tradisi Islam yang ada adalah tradisi asli dari bangsa Arab? atau jangan-jangan sudah terakulturasi dengan budaya Gujarat?. Hal ini menjadi sebuah pemikiran serius tersendiri dalam mencapai sebuah kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih lanjut, konstruksi pemikiran yang ada sejatinya haruslah dihapuskan jika memang mau membahas konsep Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah dengan lebih komprehensip. Kalau tidak, yang ada adalah stempelisasi. Pemurtadan terhadap ideologi yang ada, karena mengutak-atik yang dianggap tak akan bersalah dan tak dapat disalahkan. Pemahaman yang sejati tentang makna Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah dan perdebatannya memang diakui haruslah dimulai dari sebuah asumsi bahwa ia adalah sebuah Manhaj al-Fikr (metode berpikir), bukan madzab yang berkarakteristik sebagaimana di atas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-4225669121315080491?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/4225669121315080491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/01/aswaja-pmii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/4225669121315080491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/4225669121315080491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/01/aswaja-pmii.html' title='ASWAJA PMII'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-5886941333502685477</id><published>2010-01-27T08:58:00.000-08:00</published><updated>2010-01-27T09:20:07.121-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Produk Hukum PMII'/><title type='text'>ANGGARAN DASAR / ANGGARAN RUMAH TANGGA PMII</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (AD/ART)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;ANGGARAN DASAR&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;MUKADDIMAH :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Insyaf dan sadar bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dan permusyawaratan/perwakilan dan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan ideology negara dan falsafah bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sadar dan yakin bahwa Islam merupakan panduan bagi umat manusia yang kehadirannya memberikan rahmat sekalian alam. Suatu keharusan bagi umatnya mengejewantahkan nilai Islam dalam pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta dalam kehidupan masyarakat dunia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahwa keutuhan komitmen kesialaman dan keindonesiaan merupakan perwujudan kesadaran beragama dan berbangsa bagi setiap insane muslim Indonesia dan atas dasar itulah menjadi keharusan untuk mempertahankan bangsa dan negara dengan segala tekad dan kemampuan, baik secara perseorangan maupun bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mahasiswa Islam Indonesia sebagai salah satu eksponen pembaharu bangsa dan pengemban misi intelektual berkewajiban dan bertanggung jawab mengemban komitmen keislaman dan keindonesiaan demi meningkatkan harkat dan martabat umat manusia dan membebaskan bangsa Indonesia dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan baik spiritual maupun material dalam segala bentuk.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka atas berkat rahmat Allah SWT, dibentuklah Pergerakan Mahasiswa Islam Indoensia yang berhaluan Ahkussunnah wal-jamaah dengan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB I&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;NAMA, WAKTU DAN KEDUDUKAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Organisasi ini bernama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang disingkat PMII&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    PMII didirikan di Surabaya pada tanggal 21 Syawal 1379 Hijriyah, bertepatan dengan tanggal 17 April 1960 dengan jangka watktu yang tidak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    PMII berpusat di Ibukota Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;ASAS&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PMII berasaskan Pancasila&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;SIFAT&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PMII bersifat keagamaan, kemahasiswaan, kebangsaan, kemasyarakatan independen dan profesional.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB IV&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;TUJUAN DAN USAHA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TUJUAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;USAHA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Menghimpun dan membina mahasiswa Islam sesuai dengan sifat dan tujuan PMII serta peraturan perundang-undangan dan paradigma PMII yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam berbagai bidang sesuai dengan asas dan tujuan PMII serta upaya mewujudkan pribadi insan ulul albab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB V&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;ANGGOTA DAN KADER&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Anggota PMII&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Kader PMII&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB VI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;STRUKTUR ORGANISASI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Struktur organisasi PMII terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Pengurus Besar (PB)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Pengurus Koordinator Cabang (PKC)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Pengurus Cabang (PC)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    Pengurus Komisariat (PK)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.    Pengurus Rayon (PR)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB VII&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PERMUSYAWARATAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pasal 8&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permusyawaratan dalam organisasi terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Kongres &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    Konferensi Koordinator Cabang (Konkorcab)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.    Musyawarah Pimpinan Daerah(Muspimda)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.    Musyawarah Kerja Kordinator Cabang (Muker Korcab)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7.    Konferensi Cabang (Konfercab)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8.    Musyawarah Pimpinan Cabang (Muspimcab)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9.    Rapat Kerja Cabang (Rakercab)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10.    Rapat Tahunan Komisariat (RTK)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;11.    Rapat Tahunan Anggota Rayon (RTAR)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;12.    Kongres Luar Biasa (KLB)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;13.    Konferensi Koorcab Luar Biasa (Konkorcab LB)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;14.    Konferensi Cabang Luar Biasa (Konfercab LB)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;15.    Rapat Tahunan Komisariat Luar Biasa (RTK LB)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;16.    Rapat Tahunan Anggota Rayon Luar Biasa (RTARLB)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB VIII&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;WADAH PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pasal 9&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Wadah ini adalah badan otonom yang secara khusus menangani pengembangan dan pemberdayaan kader PMII dan isu perempuan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Selanjutnya pengertian otonom dijelaskan dalam bab penjelasan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB IX&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PERUBAHAN DAN PERALIHAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anggaran Dasar ini dapat dirubah oleh kongres dengan dukungan sekurang-kurangnya 2/3 suara yang hadir&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Apabila PMII terpaksa harus dibubarkan dengan keputusan kongres atau referendum yang khususnya diadakan untuk itu , maka hak milik dan kekayaan organisasi diserahkan kepada organisasi yang lain asas dan tujuannya tidak bertentangan &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur dalam Aggaran Rumah Tangga , serta peraturan peraturan organisasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anggaran Dasar ini ditetapkan oleh kongres dan berlaku sejak waktu dan tanggalnya ditetapkan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PENJELASAN ANGGARAN DASAR &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;UMUM&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;I.    Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai Hukum Dasar Organisasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anggaran Dasar adalah hokum dasar yang tertulis, yaitu aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan organisasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;II.    Pokok Pikiran dalam Pembukaan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Organisasi sebagai bagian dari bangsa Indonesia mengakui adanya ideologi dan falsafah hidup bangsa yang terumuskan dalam pancasila &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai organisasi yang menganut nilai ke-Islaman, yang senantiasa menjadikan Islam sebagai panduan dan sekaligus menyebarkan dan mengejawantahkan kedalam pribadi, masyarakat, bangsa dan negara&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahwa nilai ke-Indonesiaan dan ke-Islaman merupakan paduan unsur yang tidak dapat dipisahkan dari Indonesia, maka kewajiban bagi setiap orang adalah mempertahankannya dengan segala tekad dan kemampuan, baik secara pribadi maupun bersama-sama&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai organisasi yang mengemban misi perubahan dan intelektual, Mahasiswa Islam wajib bertanggung jawab membebaskan bangsa Indonesia dari keterbelakangan dan keterpurukan kepada kemajuan, kemakmuran dan keadilan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kewajiban dan tanggung jawab ke-Islaman, ke-Indonesiaan dan Intelektual, menginspirasikan terbentuknya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia sebagai Organisasi Mahasiswa Islam yang berhaluan Ahlussunah Wal Jamaah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PASAL DEMI PASAL&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-    Ke-Islaman adalah nilai-nilai Islam Ahlussunah Wal Jamaah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-    Kemahasiswaan adalah sifat-sifat yang dimiliki mahasiswa, yaitu idealisme, perubahan, komitmen, keperdulian sosial dan kecintaan kepada hal-hal yang bersifat positif&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-    Kebangsaan adalah nilai-nilai yang bersumber dari kultur, filosofi, sosiologi dan yuridis bangsa Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-    Kemasyarakatan adalah bersifat include dan menyatu dengan masyarakat dengan masyarakat. Bergerak dari dan untuk masyarakat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-    Independen adalah berdiri secara mandiri, tidak bergantung kepada pihak lain, baik secara perorangan maupun kelompok&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-    Profesional adalah distrubusi tugas dan wewenang sesuai dengan bakat, minat, kemampuan dan keilmuan masing-masing&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(2) Pribadi ulul albab adalah seseorang yang selalu haus akan ilmu, dengan senantiasa berdzikir kepada Allah, berkesadaran historis-primordial atas relasi Tuhan-manusia-alam, berjiwa optimis transendental sebagai kemampuan untuk mengatasi masalah kehidupan, berpikir dialektis, bersikap kritis dan bertindak transformatif&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 8&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 9&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang dimaksud otonom adalah menangani persoalan khusus dalam hal ini persoalan perempuan di PMII dan isu perempuan secara umum dalam rangka mempercepat tercapainya keadilan gender di PMII dan masyarakat luas, bersifat hierarkis dan  bertanggung jawab kepada pleno PMII.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 11&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ANGGARAN RUMAH TANGGA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB I&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ATRIBUT&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Lambang PMII sebagaimana yang terdapat dalam Anggaran Rumah Tangga ini&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Lambang seperti tersebut pada ayat (1) di atas dipergunakan pada bendera, jaket, badge, vandel, logo PMII dan benda atau tempat-tempat dengan tujuan menunjukan identitas PMII&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Bendera  PMII adalah seperti yang terdapat  dalam lampiran&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Mars PMII adalah seperti yang terdapat dalam lampiran Anggaran Rumah Tangga PMII&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;USAHA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Melakukan dan meningkatkan amar ma’ruf nahi munkar&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Mempertinggi mutu ilmu pengetahuan Islam dan IPTEK&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Mrningkatkan kualitas kehidupan umat manusia dan umat Islam melalui kontekstualisasi pemikiran, pemahaman dan pengalaman ajaran agama Islam sesuai dengan perekembangan budaya masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Meningkatkan usaha-usaha dan kerjasama untuk kesejahteraan umat manusia, umat Islam dan mahasiswa serta usaha sosial kemasyarakatan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Mempererat hubungan dengan ulama dan umara demi terciptanya ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah insaniyah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Memupuk dan meningkatkan semangat nasionalisme melalui upaya pemahaman, dan pengamalan pancasila secara kreatif dan bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KEANGGOTAAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAGIAN  I&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ANGGOTA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Anggota biasa adalah :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.    Mahasiswa Islam yang tercatat sebagai mahasiswa pada suatu perguruan tinggi dan atau yang sederajat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.    Mahasiswa Islam yang telah menyelesaikan program  studi pada perguruan tinggi dan atau yang sederajat atau telah mencapai gelar kesarjanaan  S1,S2,atau S3 tetapi belum melampaui jangka waktu 3 (tiga) tahun&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.    Anggota yang belum melampaui usia35 tahun&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Kader adalah :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.    Telah dinyatakan berhasil menyelesaikan Pelatihan Kader Dasar (PKD) dan Follow Up nya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.    Sebagai mana pada ayat (2) poin (a) baik yang menjadi pengurus Rayon dan seterusnya maupun yang telah menggeluti kajian-kajian, aktif melakukan advokasi di masyarakat maupun telah memasuki wilayah professional&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAGIAN II&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PENERIMAAN ANGGOTA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penerimaan anggota dilakukan dengan cara&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Calon anggota mengajukan permintaan secara tertulis atau mengisi formulir untuk menjadi calon anggota PMII kepada Pengurus Cabang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Seseorang syah menjadi anggota PMII setelah mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) dan mengucapkan bai’at persetujuan dalam suatu upacara pelantikan &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Dalam hal-hal yang sangat diperlukan, Pengurus cabang dapat mengambil kebijaksanaan lain yang jiwanya tidak menyimpang dari ayat (1) dan ayat (2) Tersebut diatas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    Apabila syarat-syarat yang tersebut dalam ayat 1 dan 2 di atas dipenuhi kepada anggota tersebut diberikan tanda anggota oleh Pengurus Cabang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jenjang Pengkaderan dilakukan dengan cara:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Calon kader mengajukan permintaan tertulis atau mengisi formulir PKD&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seseorang telah syah menjadi kader apabila dinyatakan berhasil mengikuti PKD dan diikuti pernyataan bai’at persetujuan secara lisan dalam suatu upacara pelantikan kader yang dilakukan oleh Pengurus Cabang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAGIAN III&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MASA KEANGGOTAAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Anggota berakhir masa keanggotaan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.    meninggal dunia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.    Atas permintaan sendiri secara tertulis yang disampaikan kepada Pengurus Cabang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.    Diberhentikan sebagai anggota, baik secara terhormat maupun secara tidak terhormat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.    Telah habis masa keanggotaan sebagai anggota biasa sebagaimana diatur dalam pasal 3 ayat 1 ART ini&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Bentuk dan tata cara pemberhentian diatur dalam ketentuan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Anggota  yang telah habis  masa keanggotaan nya pada saat masih menjabat sebagai pengurus dapat diperpanjang masa keanggotaannya hingga berakhirnya masa kepengurusan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    Anggota yangtelah habis masa keanggotaaannya disebut ALUMNI PMII&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.    Hubungan PMII dan Alumni PMII adalah hubungan histories,kekeluargaan,kesetaraaan dan kualitatif&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAGIAN V&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hak Anggota:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anggota berhak atas pendidikan, kebebasan berpendapat, perlindungan, dan pembelaan serta pengampunan (rehabilitasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kewajiban Anggota:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Membayar uang pangkal dan iuran pada setiap bulan yang besarnya ditentukan oleh Pengurus Cabang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Mematuhi AD/ART, NDP, Paradigma Gerakan serta produk hukum organisasi lainnya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Menjunjung tinggi dan mempertahankan nama baik agama Islam, Negara dan organisasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 8&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hak Kader:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Berhak memilih dan dipilih&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Berhak mendapat pendidikan, kebebasan berpendapat, perlindungan, dan pembelaan serta pengampunan (rehabilitasi)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Berhak mengeluarkan pendapat ,mengajukan usul-usul dan pertanyaan-pertanyaan secara lisan maupun secara tulisan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kewajiban Kader :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Melakukan dinamisasi organisasi dan masyarakat melalui gerakan pemikiran dan rekayasa sosial secara sehat mulya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Membayar uang pangkal dan iuran pada setiap bulan yang besarnya ditentukan oleh Pengurus Cabang &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Mematuhi dan menjalankan AD/ART, NDP, Paradigma Gerakan dan produk hukum organisasi lainnya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    Menjunjung tinggi dan mempertahankan nama baik agam Islam, negara dan organisasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAGIAN V&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PERANGKAPAN KEANGGOTAAN DAN JABATAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 9&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Anggota dan Kader tidak dapat merangkap dengan keanggotaan organisasi mahasiswa dan atau organisasi kemasyarakatan lain yang bertentangan dengan nilai-nilai yang diperjuangkan oleh PMII&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Pengurus PMII tidak dapat merangkap sebagai pengurus partai politik dan atau sebagai calon legislatif, calon presiden, calon gubernur dan calon bupati/walikota&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Perangkapan keanggotaan dan atau jabatan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) dan (2) di atas dikenakan sanksi pemberhentian keanggotaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAGIAN VI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PENGHARGAAN DAN SANKSI ORGANISASI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penghargaan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.  Penghargaan organisasi dapat diberikan kepada anggota yang berprestasi dan atau mengangkat citra dan mengharumkan nama organisasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Bentuk dan tata cara penganugrahan dan penghargaan di atur dalam  ketentuan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sanksi organisasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Sanksi organisasi dapat diberikan kepada anggota karena: Melanggar ketentuan AD/ART serta peraturan-peraturan PMII Mencemarkan nama baik organisasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Sanksi yang diberikan pada anggota  berbentuk scorsing dan pemberhentian keanggotaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Anggota yang diberi sanksi organisasi dapat mengajukan banding atau pembelaan dalam suatu mekanisme organisasi yang ditentukan (Tetapi khusus untuk ayat tiga perlu dilanjutkan dalam pasal tambahan tentang mekanisme banding).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB IV&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;STRUKTUR ORGANISASI, SUSUNAN PENGURUS,TUGASDAN WEWENANG&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAGIAN I&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;STRUKTUR ORGANISASI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal  12&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Struktur organisasi PMII adalah:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Pengurus besar&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Pengurus Koordinator Cabang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Pengurus Cabang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    Pengurus Komisariat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.    Pengurus Rayon&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAGIAN II&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SUSUNAN, TUGAS,  WEWENANG DAN PERSYARATAN PENGURUS&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 13&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengurus Besar &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Pengurus besar adalah pimpinan tertinggi PMII pengemban amanat kongres dan  badan eksekutif &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Masa jabatan pengurus besar adalah 2 (dua) tahun&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Pengurus besar terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.    Ketua umum&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.    Ketua- ketua sebanyak 9 (tujuh) Orang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.    Sekretaris jenderal&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.    Sekretaris-sekretaris sebanyak  9  (tujuh) orang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e.    Bendahara&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;f.    Wakil bendahara&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;g.    Pengurus lembaga –lembaga&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    Ketua-ketua sepeti yag dimaksud ayat 3 point b membidangi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.    Pengkaderan dan pengembangan sumberdaya  anggota.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.    Organisasi, hubungan organisasi umum dan kelembagaan politik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.    Pengembangan Pemikiran dan IPTEK &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.    Pendayagunaan potensi organisasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e.    Hubungan luar negeri dan kerjasama international&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;f.    Pemberdayaan ekonomi dan kelompok profesional&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;g.    Komunikasi Organ Gerakan, Kepemudaan dan Perguruan Tinggi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;h.    Advokasi Kebijakan Pablik &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.    Ketua umum dipilih oleh kongres&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.    Ketua umum PB tidak dapat dipilih kembali lebih dari 1 (satu) periode&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7.    Pengurus besar memiliki tugas dan wewenang :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.    Ketua umum memilih sekretaris jenderal dan menyusunan perangkat kepengurusan secara lengkap dibantu  6 orang Formatur yang dipilih kongres selambat lambatnya  3 x 24 jam pasca formatur terbentuk&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.    Pengurus besar berkewajiban menjalankan segala ketentuan yang yang ditetepkan kongres, Anggaran  Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan peraturan peraturan organisasi lainnya,serta memperhatikan nasehat,pertimbangan dan saran Mabinas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.    Pengurus besar berkewajiban mengesahkan susunan pengurus Koorcab dan Pengurus Cabang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8.    Persyaratan Pengurus Besar adalah: &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.    Pendidikan formal kaderisasi minimal telah mengikuti PKL&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.    Pernah aktif di kepengurusan Koorcab dan atau cabang minimal satu periode&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.    Mendapat rekomendasi dari cabang bersangkutan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.    Membuat pernyataan bersedia aktif di PB secara tertulis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 14&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengurus Koordinator Cabang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    PKC merupakan perwakilan PC di wilayah koordinasinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Wilayah koordinasi PKC minimal satu Propinsi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    PKC dapat dibentuk manakala terdapat 2 cabang atau lebih dalam wilayah koordinasi. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    PKC berkedudukan di Ibu kota Propinsi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.    Masa jabatan PKC adalah 2 (dua) tahun&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.    PKC pengurusnya terdiri dari kader terbaik dari PC-PC dalam wilayah koordinasinya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7.     PKC terdiri dari: Ketua Umum, 3 Ketua, Sekretaris Umum, 3 Sekretaris, Bendahara Umum dan 1 Wakil Bendahara.dan Biro-Biro&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8.    Bidang- Bidang PKC: Bidang Internal, Bidang Eksternal dan Bidang Keagamaan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9.    Bidang internal meliputi, Kaderisasi dan pengembangan sumber daya anggota, Pendayagunaan potensi dan kelembagaan organisasi, Kajian pengembangan intelektual, dan eksplorai teknologi, dan Pemberdayaan ekonomi dan kelompok profesional.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10.    Bidang ekternal meliputi, Hubungan dan komunikasi pemerintah dan kebijakan public, organ gerakan, kepemudaan dan perguruan tinggi, Hubungan lintas agama dan komunikasi informasi, Hubungan dan kerja sama LSM, dan Avokasi, HAM dan lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;11.    Ketua umum  PKC dipilih oleh Konferensi Koorcab&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;12.    Ketua umum memilih sekretaris umum dan menyusun PKC selengkapnya, dibantu 6 (enam) Orang formatur yang dipilih oleh konferensi Koorcab dalam waktu selambatnya 3x24 jam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;13.    PKC baru syah setelah mendapat pengesahan  dari PB PMII&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;14.    Ketua Umum PKC tidak dapat dipilih kembali lebih dari satu Periode &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;15.    Ketua Umum KOPRI Wilayah merupakan anggota pleno PKC dan berhubungan koordinatif dengan Ketua Umum PKC dengan garis terputus-putus&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;16.    Persyaratan Pengurus Koorcab :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.    Pendidikan formal kaderisasi minimal telah mengikuti PKL&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.    Pernah aktif di kepengurusan cabang minimal satu periode&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.    Mendapat rekomendasi dari cabang bersangkutan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.    Membuat pernyataan bersedia aktif di pengurus Koorcab secara tertulis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;17.    PKC memiliki tugas dan wewenang:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.    PKC melaksanakan dan mengembangkan kebijaksanaan tentang berbagai masalah organisasi di lingkungan koordinasinya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.    PKC berkewajiban melaksanakan AD /ART,keputusan kongres,keputusan Konferensi Koorcab,peraturan peraturan Organisasi dan memperhatikan nasehat serta saran saran Mabinas/Mabinda&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.    PKC berkewajiban menyampaikan laporan kepada PB PMII  6 (enam) bulan sekali.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.    Pelaporan yang disampaikan PKC meliputi, perkembangan jumlah anggota, aktivitas internal dan ekternal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e.    Mekanisme pelaporan lebih lanjut akan ditentukan dalam Peraturan Organisasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 15&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengurus Cabang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Cabang dapat dibentuk di kabupaten / kotamadya di daerah yang ada perguruan tinggi dengan persetujuan dan rekomendasi dari PKC dan atau cabang terdekat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Cabang dapat dibentuk apabila sekurang kurangnya ada 2 (dua) komisariat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Dalam keadaan dimana ayat (2) di atas tidak dapat dilaksanakan  cabang dapat dibentuk apabila telah mencapai 50 (lima puluh) Anggota dan kecuali pada daerah yang mayoritas non muslim.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    Masa jabatan PC adalah setahun&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.    Cabang dapat digugurkan statusnya apabila tidak dapat memenuhi klasifikasi dan kriteria yang ditetapkan oleh PB yang menyangkut standar Program Minimum :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-    Sekurang kurangnya dalam jangka waktu setahun menyelenggarakan Mapaba dan pelatihan kader formal &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-    Sekurangnya dalam jangka  satu setengah tahun menyelenggarakan Konferensi Cabang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.    Cabang dan Pengurus Cabang  dapat dianggap Sah apabila telah  mendapat pengesahan dari PB melalui Rekomendasi PKC&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7.    Apabila Cabang yang Belum Ada PKC nya maka PC dapat memintakan pengesahan langsung dari PB&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8.    PC terdiri dari: Ketua umum, Ketua bidang Eksternal, ketua bidang Internal, ketua bidang keagamaan,  Sekretaris Umum  dan sekretaris eksternal dan internal, ,bendahara dan wakil bendaha, dan departemen-departemen&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9.    Bidang internal meliputi; Kaderisasi dan pengembangan sumber daya anggota, Pendayagunaan Potensi dan Kelembagaan Organisasi,Kajian, Pengembangan Intelektual, dan Eksplorasi Teknologi, dan Pemberdayaan Ekonomi dan Kelompok Profesional.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10.    Bidang eksternal meliput; Hubungan dan komunikasi pemerintah dan kebijakan public, Organ gerakan, kepemudaan dan perguruan tinggi, Hubungan Lintas Agama dan Komunikasi Informasi, Hubungan dan Kerja sama LSM, dan Advokasi, HAM dan Lingkungan Hidup.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;11.    Bila dipandang perlu PC dapat membentuk kelompok minat, profesi ,hobi dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;12.    Ketua Umum dipilih oleh Konferensi Cabang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;13.    Ketua Umum memilih sekretaris Umum dan menyusun PC selengkap-lengkapnya dibantu 6 (enam) orang formatur yang dipilih konfercab dalam waktu selambat lambatnya 3 x 24  jam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;14.    Ketua Umum cabang tidak dapat dipilih kembali lebih dari 1 (satu) Periode&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengurus cabang  memiliki tugas dan wewenang:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Menjalankan keputusan AD/ART kongres, keputusan Muspimnas, keputusan konfercab dan memperhatikan nasehat, pertimbangan dan saran Mabincab&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Menyampaikan pemberitahuan kepengurusan dan kegiatan kepada PKC serta kepada PB secara periodik empat bulan sekali.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Pemberitahuan yang disampaikan kepada PKC meliputi; perkembangan jumlah anggota, aktivitas internal dan eksternal&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Mekanisme pemberitahuan lebih lanjut akan    ditentukan dalam Peraturan Organisasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;15. Persyaratan Pengurus Cabang :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-    Pendidikan formal kaderisasi minimal telah mengikuti PKD&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-    Pernah aktif di kepengurusan Komisariat atau Rayon minimal satu periode&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-    Mendapat rekomendasi dari komisariat atau Rayon bersangkutan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-    Membuat pernyataan bersedia aktif di pengurus cabang  secara tertulis&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;16. Ketua KOPRI cabang merupakan anggota pleno cabang sehingga berhubungan koordinatif dengan Ketua Umum cabang (dengan garis koordinasi putus-putus)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 16&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengurus Komisariat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Komisariat dapat dibentuk disetiap perguruan tinggi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Komisariat dapat dibentuk apabila sekurang-kurangnya telah ada 2 (dua) rayon&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.     Dalam keadaan dimana ayat  2 di atas tidak dapat dilaksanakan komisariat dapat dibentuk apabila sekurang kurangnya 25 orang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.     Komisariat dan PK dapat dianggap sah setelah mendapatkan pengesahan dari PC&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.     Masa Jabatan PK adalah setahun&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.    PK merupakan perwakilan Rayon di wilayah koordinasinya &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7.    PK terdiri dari ketua, wakil ketua, bidang internal, ketua bidang eksternal dan ketua bidang kajian gender dan emansipasi perempuan, sekretaris dan wakil sekretaris sebanyak 3 (tiga), bendahara dan wakil bendahara&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8.    Bidang internal meliputi; kaderisasi dan pembinaan sumber daya anggota, pendayagunaan aparatur dan potensi organisasi, dan kelembagaan serta kajian intelektual.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9.    Bidang eksternal meliputi; komunikasi dengan pihak instansi kampus di wilayahnya, organ gerakan di kampus. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10.    Departemen-Departemen dalam PK dapat mengacu lembaga yang terdapat pada PB PMII. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;11.    Konsentrasi penuh PK semata-mata adalah melakukan pendampingan dan pemberdayaan kepada Rayon-Rayon di bawah koordinasinya &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;12.    Ketua PK dipilih oleh RTK&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;13.    Ketua memilih sekretaris dan menyusun PK selengkapnya, dibantu 3 (tiga) orang formatur yang dipilih oleh RTK dalam waktu selambatnya 3x24 jam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;14.    Ketua PK tidak dapat dipilih kembali lebih dari satu periode PK &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;15.    Persyaratan Pengurus Komisariat  :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-    Pendidikan formal kaderisasi minimal telah mengikuti PKD&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-    Pernah aktif di kepengurusan rayon   minimal satu periode&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-    Mendapat rekomendasi dari rayon  bersangkutan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-    Membuat pernyataan bersedia aktif di pengurus PK secara tertulis.   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;16.    PK memiliki tugas dan wewenang:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.       Melaksanakan keputusan Kongres, Keputusan Muspimnas, dan Muspimda serta keputusan RTK&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.    Melakukan pendampinagan dan pemberdayaan terhadap Rayon sepenuhnya &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.       Menyampaikan pemberitahuan kepengurusan dan aktivitas kepada kepada PC secara periodik empat bulan sekali.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.    Pemberitahuan yang disampaikan PK meliputi,  perkembangan jumlah anggota, aktivitas internal dan ekternal&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e.      Mekanisme pemberitahuan lebih lanjut akan       ditentukan dalam Peraturan Organisasi &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 17&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengurus Rayon&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Rayon dapat dibentuk di setiap fakultas dan atau jurusan atau setingkatnya apabila terdapat sekurang-kurangnya 10 orang anggota. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.     Rayon sudah dapat dibentuk ditempat yang dianggap perlu oleh PK apabila telah memiliki sekurang kurangnya 10 anggota.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.     Pengurus Rayon dianggap sah apabila telah mendapat pengesahan dari PC.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    Masa Jabatan PR setahun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.    Ketua Rayon dipilih oleh RTAR.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.    PR terdiri dari: Ketua, wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris, bendahara, wakil bendahara dan beberapa departemen yang disesuaikan dengan studi minat, hobby, profesi, kesejahteraan, bakti kemasyarakatan dan keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7.    Persyaratan Pengurus Rayon  :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.    Pendidikan formal kaderisasi minimal telah mengikuti PKD dan atau Mapaba.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.    dari rayon  bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.    Membuat pernyataan bersedia aktif di pengurus rayon secara tertulis   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8.     PR memiliki tugas dan wewenang:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.    PR berkewajiban melaksanakan AD/ART, keputusan kongres dan RTAR.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.    PR berkewajiban menyampaikan laporan kepada PK dengan tembusan kepada PC secara periodic.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.    Pelaporan yang disampaikan PR kepada PK  meliputi,  perkembangan jumlah anggota, aktivitas internal dan ekternal&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.    Mekanisme pelaporan lebih lanjut akan    ditentukan dalam Peraturan Organisasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB V&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;LEMBAGA-LEMBAGA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 18&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Lembaga adalah badan yang  dibentuk dan hanya berada ditingkat PB berfungsi sebagai laboratorium dan pengembangan sesuai dengan bidangnya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Lembaga lembaga tersebut terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.    Lembaga Pengembangan Kaderisasi dan Pelatihan (LPKP)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.    Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LITBANG). &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.    Lembaga Kajian dan Pengembangan Ekonomi dan Kewiraswastaan (LPEK)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.    Lembaga Studi Islam dan Kemasyarakatan (LSIK).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e.    Lembaga Kebijakan Publik dan Otonomi Daerah (LKPOD)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;f.    Lembaga Kajian Masalah Internasional (LKMI)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;g.    Lembaga Kajian Sosial Budaya (LKSB).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;h.    Lembaga Sains dan Teknologi Informasi (LSTI).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;i.    Lembaga Pers, Penerbitan dan Jurnalistik (LP2J)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;j.    Lembaga Bantuan Hukum (LBH)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;k.    Lembaga Study Advokasi Buruh, Tani dan Nelayan (LSATN)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Lembaga berstatus semi otonom di bawah koordinasi dan bertanggung jawab kepada PB&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    Lembaga tidak punya struktur hierarkhi ke bawah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.    Lembaga sekurang kurangnya terdiri dari: ketua, sekretaris dan bendahara&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.    Kedudukan lembaga ditentukan oleh PB setelah mendapat persetujuan PC di tempat lembaga akan didudukkan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7.    Pedoman dan tata kerja  lembaga disusun oleh lembaga masing masing dengan mengacu pada ketentuan atau kebijaksanaan yang ditetapkan PB&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8.    Kebijaksanaan tentang tata kerja, pola koordinasi dan mekanisme organisasi lembaga-lembaga akan diatur kemudian dalam ketentuan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB VI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PENGISIAN LOWONGAN JABATAN ANTAR WAKTU&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 19&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Apabila terjadi  lowongan jabatan antar waktu, maka lowongan tersebut diisi oleh anggota pengurus yang berada dalam urutan langsung di bawahnya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Apabila ketua Umum PB, PKC, PC, PK, PR berhenti atau mengundurkan diri maka jabatannya digantikan oleh :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.    apabila Ketua Umum PB jabatan digantikan Ketua Bidang Pengkaderan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.    Apabila Ketua Umum PKC jabatan digantikan ketau Bidang Internal&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.    Apabila ketua Umum PC Jabatan digantikan Ketua Bidang Internal&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.    Apabila Ketua PK digantikan wakil ketua&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e.    Apabila Ketua PR digantikan wakil Ketua  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Dalam kondisi dimana tidak dapat dilakukan pengisisan lowongan jabatan antar waktu, maka lowongan jabatan dapat diisi oleh anggota pengurus lainnya berdasarkan keputusan rapat pengurus harian yang khusus diadakan untuk itu&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB VII&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KUOTA KEPENGURUSAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 20&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Kepengurusan disetiap tingkat harus menempatkan anggota perempuan minimal 1/3 keseluruhan anggota pengurus&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Setiap kegiatan PMII harus menempatkan anggota perempuan minimal 1/3 dari keseluruhan anggota&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB VIII&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PEMBERDAYAAN PEREMPUAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 21&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.    Pemberdayaan Perempuan PMII diwujudkan dengan pembentukan wadah perempuan yaitu KOPRI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.    Wadah Perempuan Tersebut diatas selanjutnya diataur dalam PO&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB IX&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;WADAH PEREMPUAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 22&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Wadah perempuan bernama KOPRI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    KOPRI adalah wadah perempuan yang didirikan oleh kader-kader Putri PMII melalui Kelompok Kerja sebagai keputusan Kongres PMII XIV. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    KOPRI didirikan pada 29 september 2003 Di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta dan merupakan kelanjutan sejarah dari KOPRI yang didirikan pada 26 November 1967.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    KOPRI bersifat otonom dalam hubungannya dengan PMII&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.    Struktur KOPRI terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- PB KOPRI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- PKC KOPRI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- PC KOPRI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Kelengkapan KOPRI diatur kemudian dalam AD/ART  dan Kongres PMII&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB X&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MAJELIS PEMBINA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 23&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Majelis pembina adalah badan yang terdapat ditingkat organisasi  PB, Koorcab dan Cabang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.     Majelis pembina ditingkat PB disebut Mabinas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Majelis Pembina ditingkat Koorcab disebut Mabinda&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.     Majelis pembina tingkat cabang disebut Mabincab&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 24&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Tugas dan fungsi Majelis Pembina :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.      Memberikan nasehat,gagasan pengembangan dan saran kepada pengurus PMII baik diminta maupun tidak&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.    Membina dan mengembangkan secara informal kader kader PMII  dibidang Intelektual dan profesi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Susunan Majelis pembina  terdiri dari tujuh Orang yakni:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.    Satu orang ketua merangkap anggota&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.    Satu orang sekretaris merangkap Anggota&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.    Lima orang Anggota&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Kenggotaan Majelis dipilih dan ditetapkan pengurus di tingkat masing- masing.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB  XI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PERMUSYAWARATAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 25&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Musyawarah dalam organisasi PMII terdiri dari dari:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.    Kongres&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.    Musyawarah Pimpinan Nasional&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.    Musyarah Kerja Nasional&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.    Konferensi Koordinator Cabang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e.    Musyawarah Pimpinan Daerah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;f.    Rapat Kerja Koorcab&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;g.    Konferensi Cabang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;h.    Musyawarah Pimpinan Cabang &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;i.    Rapat Kerja Cabang &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;j.    Rapat Tahunan Komisariat (RTK)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;k.    Rapat Tahunan Anggota Rayon (RTAR)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;l.    Kongres Luar Biasa (KLB)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;m.    Konferensi Koorcab Luar Biasa (Konkorcab LB)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;n.    Konferensi Cabang Luar Biasa(Konfercab LB)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;o.    Rapat Tahunan Komisariat Luar Biasa(RTK LB)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;p.    Rapat Tahunan Anggota Rayon Luar Biasa(RTARLB&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 26&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kongres&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Kongres merupakan forum musyawarah tertinggi dalam organisasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Kongres dihadiri oleh utusan cabang dan peninjau&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Kongres diadakan tiap dua tahun sekali&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    Kongres syah apabila dihadiri oleh  sekurangnya separuh lebih satu dari jumlah cabang yang sah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.    Kongres memiliki kewenangan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.    Menetapkan/merubah AD/ART PMII.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.    Menetapkan dan merubah NDP PMII.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.    Menetapkan paradigma gerakan PMII.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.    Menetapkan strategi pengembangan PMII&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e.    Menetapkan kebijakan umum dan GBHO.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;f.    Menetapkan sistem pengkaderan PMII.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;g.    Menetapkan Ketua Umum dan Tim Formatur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;h.    Memilih dan menetapkan Ketua KOPRI PB PMII dan formatur&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;i.    Menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 27&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Musyawarah Pimpinan Nasional&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Musyawarah Pimpinan Nasional&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Muspim adalah forum tertinggi atau institusi tertinggi setelah kongres.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Muspim dihadiri oleh semua pengurus besar,PB KOPRI dan ketua umum PKC, PKC KOPRI dan ketua Umum PC serta PC KOPRI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Muspim diadakan paling sedikit satu kali dalam satu periode kepengurusan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    Muspim menghasilkan ketetapan organisasi dan PO. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.    Muspim membentuk badan Pekerja Konggres&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 28&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Musyawarah Kerja Nasional&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Mukernas dilaksanakan oleh PB PMII.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Mukernas dilaksanakan setidaknya satu kali atau lebih selama satu periode.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Peserta Mukernas adalah Pengurus Harian PB dan lembaga-lembaga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    Mukernas memiliki kewenangan: Membuat dan menetapkan  action planning berdasarkan program kerja yang diputuskan di Kongres.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 29&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konferensi Koorcab&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konferensi Koorcab&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Dihadiri oleh utusan cabang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Dapat berlangsung apabila dihadiri oleh 2/3 dari jumlah cabang yang sah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Diadakan setiap 2 tahun sekali&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    Konferkoorcab memiliki wewenang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.    Menyusun program kerja koorcab dalam rangka pelaksanaan program dan kebijakan PMII&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.    Menilai laporan pertanggung jawaban PKC dan PKC KOPRI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.    Memilih ketua umum koorcab dan tim formatur&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.    Memilih dan menetapkan Ketua KOPRI PKC PMII&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 30&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspimda)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Musyawarah Pimpinan Daerah adalah forum tertinggi atau institusi tertinggi setelah Konferkoorcab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Musyawarah Pimpinan Daerah dihadiri semua PKC, PKC KOPRI dan Ketua Umum PCdan PC KOPRI yang berada dalam wilayah koordinasinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Musyawarah Pimpinan daerah diadakan paling sedikit enam bulan sekali, sebelum pelaksanaan Muspimnas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    Musyawarah Pimpinan Daerah memiliki kewenangan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.    Menetapkan dan merubah peraturan organisasi yang mengikat kondisi local, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.    Evaluasi program selama satu semester baik bidang internal maupun eksternal &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.    Mengesahkan laporan organisasi dari berbagai wilayah koordinasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 31&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Musyawarah  Kerja Koorcab&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Muker Koorcab dilaksanakan oleh PKC paling sedikit satu kali dalam masa kepengurusan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.     Muker Koorcab berwenang merumusken action plan berdasarkan program kerja yang diputuskan di konferkorcab. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 32&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konferensi Cabang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Konfercab adalah forum musyawarah tertinggi di tingkat cabang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Konferensi dihadiri oleh utusan komisariat dan rayon&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Apabila cabang dibentuk berdasarkan ART pasal 15 ayat 3 maka konfercab dihadiri oleh setengah anggota yang ada ditambah satu&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    Konfercab dianggap sah apabila dihadiri oleh 2/3 peserta atau suara yang sah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.    Konfercab diadakan satu tahun sekali &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.    Konfercab memiliki wewenang: &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.       Menyusun program kerja cabang dalam rangka pelaksanaan program kerja umum dan kebijakan PMII&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.    Menilai Laporan Pertannggung jawaban pengurus PC dan PC KOPRI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.       Memilih ketua umum dan formatur&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.    Memilih dan menetapkan Ketua KOPRI PC PMII dan formatur&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 33&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Musyawarah Pimpinan Cabang (Muspimcab)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Musyawarah Pimpinan Cabang adalah forum tertinggi atau institusi tertinggi setelah konfercab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Musyawarah Pimpinan Cabang dihadiri semua PC dan Ketua Umum PK dan Ketua Umum Rayon.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Musyawarah Pimpinan Cabang diadakan paling sedikit empat  bulan sekali, sebelum pelaksanaan Muspimda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    Musyawarah Pimpinan Cabang memiliki kewenangan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-    Menetapkan dan merubah peraturan organisasi yang menyangkut kondisi lokal, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-    Evaluasi program Pengurus Cabang selama catur wulan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-    Mengesahkan laporan organisasi dari PK dan Pengurus Rayon.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 34&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Musyawarah  Kerja Cabang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Menyusun dan menetapkan action plan selama satu periode berdasarkan hasil dari konfercab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Mukercab dilaksanakan PC.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Peserta Mukercab adalah seluruh pengurus harian dan badan-badan di lingkungan PC.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 35&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rapat Tahunan Komisariat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    RTK adalah forum musyawarah tertinggi di tingkat komisariat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    RTK dihadiri oleh utusan-utusan rayon-rayon&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Apabila Komisariat dibentuk berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam pasal 16 ayat 3 maka RTK dihadiri oleh anggota komisariat &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    RTK berlangsung dan dianggap sah apabila dihadiri minimal 2/3 rayon yang sah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.     RTK diadakan satu tahun sekali&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.     RTK memiliki wewenang: &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.    Menyusun program kerja komisariat dalam rangka pelaksanaan program kerja umum dan kebijakan PMII&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.    Menilai Laporan Pertannggung jawaban pengurus komisariat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.    Memilih ketua komisariat dan Tim formatur&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 36&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rapat Tahunan Anggota Rayon&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    RTAR dihadiri oleh Pengurus Rayon dan anggota PMII dilingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Diadakan setahun sekali&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Dapat berlangsung dan dianggap sah apabila dihadiri minimal 2/3 jumlah anggota&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    Menyusun program kerja rayon dalam rangka penjabaran program dan pelaksanaan program umum dan kebijakan PMII&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.    Menilai laporan kegiatan pengurus rayon.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.    Memilih ketua dan tim formatur. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7.    Setiap satu anggota mempunyai satu suara.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 37&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kongres Luar Biasa (KLB)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    KLB merupakan forum yang setingkat dengan Kongres.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    KLB diadakan apabila terdapat pelanggaran terhadap Konstitusi (AD/ART dan /atau Peraturan Organisasi) yang dilakukan oleh Pengurus Besar&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Ketentuan pelanggaaran Konstitusi ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi PMII, yang akan diatur dalam peraturan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    KLB diadakan atas usulan 2/3+1 dari jumlah cabang yang sah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.    Sebelum diadakan KLB, setelah syarat sebagaimana disebut dalam point 2 dan 3 terpenuhi, kepengurusan PB diambil alih oleh Majelis Pembina Nasional (Mabinas), yang  kemudian membentuk panitia KLB yang terdiri dari unsur Mabinas dan cabang-cabang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 38&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konferensi Koordinator Cabang Luar Biasa (Konkoorcab-LB)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Konkorcab-LB merupakan forum yang setingkat dengan Konkoorcab&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Konkoorcab-LB diadakan apabila terdapat pelanggaran terhadap Konstitusi (AD/ART dan /atau Peraturan Organisasi) yang dilakukan oleh Pengurus Koordinator Cabang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Ketentuan pelanggaaran Konstitusi ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi PMII, yang akan diatur dalam peraturan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    Konkoorcab-LB diadakan atas usulan 2/3 dari jumlah cabang yang sah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.    Sebelum diadakan Konkoorcab-LB, setelah syarat sebagaimana disebut dalam poin 2 dan 3 terpenuhi, kepengurusan Korcab  didomisioner dan diambil alih oleh Pengurus Besar, yang  kemudian membentuk panitia Konkoorcab-LB yang terdiri dari unsur PB dan cabang-cabang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 39&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konferensi Cabang Luar Biasa (Konpercab- LB)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Konpercab-LB merupakan forum yang setingkat dengan Konpercab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Konpercab-LB diadakan apabila terdapat pelanggaran terhadap Konstitusi (AD/ART dan /atau Peraturan Organisasi) yang dilakukan oleh Pengurus Cabang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Ketentuan pelanggaran Konstitusi ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi PMII, yang akan diatur dalam peraturan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    Konpercab-LB diadakan atas usulan 2/3 dari jumlah komisariat yang sah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.    Sebelum diadakan Konpercab-LB, setelah syarat sebagaimana disebut dalam poin 2 dan 3 terpenuhi, kepengurusan Cabang  didomisioner dan diambil alih oleh Pengurus Besar, yang  kemudian membentuk panitia Konpercab-LB yang terdiri dari unsur Pengurus Korcab dan Komisariat-komisariat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 40&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rapat Tahunan Komisariat Luar Biasa (RTK-LB)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    RTK-LB merupakan forum yang setingkat dengan RTK.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    RTK-LB diadakan apabila terdapat pelanggaran terhadap Konstitusi (AD/ART dan /atau Peraturan Organisasi) yang dilakukan oleh Pengurus Komisariat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    RTK-LB diadakan atas usulan 2/3 dari jumlah Rayon yang sah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    Ketentuan pelanggaaran Konstitusi ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi PMII, yang akan diatur dalam peraturan organisasi. Sebelum diadakan RTK-LB, setelah syarat sebagaimana disebut dalam poin 2 dan 3 terpenuhi, kepengurusan Komisariat  didomisioner dan diambil alih oleh Pengurus Cabang, yang  kemudian membentuk panitia RTK-LB yang terdiri dari unsur Pengurus Cabang danRayon-Rayon.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 41&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rapat Tahunan Anggota Rayon Luar Biasa (RTAR-LB)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    RTAR-LB merupakan forum yang setingkat dengan RTAR..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    RTAR-LB diadakan apabila terdapat pelanggaran terhadap Konstitusi (AD/ART dan /atau Peraturan Organisasi) yang dilakukan oleh Pengurus Rayon.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Ketentuan pelanggaaran Konstitusi ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi PMII, yang akan diatur dalam peraturan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    RTAR-LB diadakan atas usulan 2/3 dari jumlah anggota.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.    Sebelum diadakan RTAR-LB, setelah syarat sebagaimana disebut dalam poin 2 dan 3 terpenuhi, kepengurusan Rayon   didomisioner dan diambil alih oleh Pengurus Cabang, yang  kemudian membentuk panitia RTK-LB yang terdiri dari unsur Pengurus Komiasriat dan anggota Rayon&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 42&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penghitungan Anggota&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Setiap anggota dianggap mempunyai bobot manakala telah ditetapkan oleh PB berdasarkan pelaporan organisasi yang disampaikan PKC dan PC.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Ketentuan pelaporan anggota akan ditentukan dalam peraturan organisasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 43&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Quorum dan Pengambilan Keputusan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Musyawarah, konperensi dan rapat-rapat seperti tersebut dalam  pasal 25 ART ini adalah sah apabila dihadiri oleh lebih dari setengah jumlah peserta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Pengambilan keputusan pada dasarnya diusahakan sejauh mungkin secara musyawarah untuk mufakat dan apabila hal ini tidak tercapai maka keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Keputusan mengenai pemilihan seseorang dilaksanakan secara bebas dan rahasia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    Dalam hal pemilihan terdapat suara yang seimbang, maka pemilihan diulang kembali. Manakala dalam pemilihan kedua masih terdapat suara yang sama, maka akan ditentukan dengan mekanisme undi (qur’ah) yang dipimpin pimpinan sidang dengan asas musyawarah dan kekeluargaan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PERUBAHAN DAN PERALIHAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 44&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perubahan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Perubahan ART ini hanya dapat dilakukan oleh Kongres dan Referendum yang khusus diadakan untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Keputusan ART baru sah apabila disetujui oleh 2/3 jumlah cabang yang sah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 45&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peralihan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Apabila segala badan-badan dan peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh ART ini belum terbentuk,  maka ketentuan lama akan tetap berlaku sejauh tidak bertentangan dengan ART ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Untuk melaksanakan perubahan organisasi harus dibentuk penitia pembubaran, guna menyelesaikan segala sesuatu diseluruh jajaran organisasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Kekayaan PMII setelah pembubaran diserahkan kepada organisasi yang seas as dan setujuan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB XII&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 46&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Hal-hal yang belum diatur dalam ART ini akan ditetapkan oleh PB dalam peraturan Organisasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    ART ini ditetapkan oleh Kongres sejak tanggal ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PENJELASAN ANGGARAN RUMAH TANGGA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PASAL DEMI PASAL&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 5&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 6&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 7&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 8&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 9&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 10&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.    Berjasa kepada organisasi adalah perhatian dan kontribusi kepada organisasi yang dilakukan secara intensif dan berulang-ulang dan/atau telah turut serta menyelamatkan organisasi dalam keadaan dan situasi tertentu dan/atau telah membantu memajukan, mengharumkan dan menyebar-luaskan nama baik organisasi kepada masyarakat dan dunia internasional&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.    Penghargaan dapat diberikan dalam bentuk sertifikat, cinderamata, bintang kehormatan dan medali&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 11&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.    non-aktif adalah pemberhentian sementara status pengurus atau anggota yang disebabkan karena berstatus sebagai pelanggar. Pengurus dan anggota yang berada dalam status non-aktif dilarang melakukan kegiatan dan/atau mengatas namakan organisasi dalam keadaan dan situasi apapun&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 12&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 13&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 14&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 15&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 16&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 17&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 18&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 19&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 20&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 21&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 22&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 23&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 24&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 25&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 26&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 27&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 28&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 29&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 30&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 31&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 32&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 33&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 34&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 35&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 36&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. (Mekanisme KLB)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penandatanganan petisi dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-    Bila telah terkumpul tanda tangan PC sekurang-kurangnya 50% + 1, selanjutnya dikirm utusan untuk menyampaikan petisi tersebut kepada Mabinas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-    Mabinas diwajibkan untuk melakukan verifikasi tentang keabsahan petisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-    Apabila petisi tersebut dinyatakan valid, Mabinas wajib membentuk kepanitiaan yang terdiri dari unsur Mabinas dan Pengurus Cabang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-    Selanjutnya Panitia mengagendakan waktu pelaksanaan dan mengundang PC untuk mengadakan KLB.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 37&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 38&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 39&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 40&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 41&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 42&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 43&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pasal 44&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Jelas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-5886941333502685477?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/5886941333502685477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/01/anggaran-dasar-anggaran-rumah-tangga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/5886941333502685477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/5886941333502685477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/01/anggaran-dasar-anggaran-rumah-tangga.html' title='ANGGARAN DASAR / ANGGARAN RUMAH TANGGA PMII'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-1831174627240565234</id><published>2010-01-27T08:54:00.000-08:00</published><updated>2010-01-27T08:54:12.544-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh PMII'/><title type='text'>TOKOH PMII</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mahbub Djunaedi &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ditulis oleh Administrator    &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jumat, 20 Maret 2009 00:00&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mahbub Djunaedi (Jakarta, 27 Juli 1933 - Bandung) - wartawan, sastrawan dan politisi. Sejak kecil Mahbub sudah terbiasa membaca karya-karya pengarang terkemuka dunia maupun tanah air. Ketika di sekolah menengah pertama di Jakarta, Mahbub remaja, sudah menjadi staf redaksi majalah sekolahnya. Di sekolah menengah atas (SMA Negeri I Budi Utomo, Jakarta), puisi, esai, cerpen dan karya tulis lain Mahbub sudah dimuat di sejumlah media massa bergengsi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain romannya Dari Hari ke Hari (1982) dan Angin Musim (1985), Mahbub juga menerjemahkan beberapa buku antara lain Di Kaki Langit Gurun Sinai karangan Hassanin Haykal, 100 Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah tulisan Michael H. Hart (sudah cetak ulang hamper 20 kali), Binatangisme karya George Orwell, Cakar-cakar Irving tulisan Art Buchwald yang juga dikenal dunia sebagai kolumnis dengan nada humor dan satirisme yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mahbub mulai bekerja di harian Duta Masyarakat tahun 1958. Karirnya terus menanjak, hingga akhirnya memimpin suratkabar resmi Partai Nahdlatul Ulama (NU) itu. Selain di Duta Masyarakat, karirnya di NU pun terbilang cemerlang hingga sempat menjadi salah satu ketua pengurus besar. Bahkan ketika NU berfusi ke dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Mahbub juga sempat didaulat menjadi salah satu ketua. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mahbub memang sudah aktif berorganisasi sejak muda, antara lain pernah duduk dalam kepengurusan Pengurus Besar HMI dan PMII. Demikian pula di dalam organisasi kewartawanan, Mahbub sempat terpilih menjadi Ketua Umum PWI Pusat sesudah peristiwa G30S/PKI, menggantikan A. Karim D.P. Seperti diketahui, Karim DP, ketika itu “diamankan” pihak berwajib karena dituduh “terlibat” G30S/PKI.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Mahbub, pengalaman paling sulit ia rasakan ketika memimpin PWI pada masa peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru. “Pada dasarnya yang dihadapi waktu itu semuanya sesama rekan, teman seprofesi, hanya aliran yang berbeda.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mahbub Djunaedi dikenal memiliki kemampuan analisis yang tajam. Arah tulisannya sejalan dengan keyakinan dan cita-citanya atau ideologi yang dianutnya. Mahbud dikenal prigel dan luwes dalam menuangkan gagasan. Tulisannya mengalir seperti halnya ketika ia menuangkan gagasan secara lisan. Mahbub adalah penulis dengan gaya bahasa yang lugas, sederhana, dan humoris. Namanya sangat tersohor sebagai seorang kolumnis yang piawai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Humor ialah alat Mahbub mengajak pembaca berkelana masuk ke dalam sesuatu masalah. Baginya, lebih baik menyentil orang dengan cara membuat sasaran yang dikritiknya tersenyum daripada membuatnya murka. Dengan ketawa, semua masalah akan segera teratasi. “Bukankah humor, di samping melankolis, juga merupakan kebiasaan kesusastraan?” katanya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Mahbub, kebiasaan orang Indonesia yang suka ketawa seringkali membantu mengatasi persoalan-persoalan yang mereka hadapi. Menurutnya, hanya orang-orang yang mempunyai intelektualitas sajalah yang mampu menerima humor dan ketawa. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika anggapan ini betul, menurut Mahbub, benarlah anggapan bahwa rakyat Indonesia memiliki tingkat intelektualitas yang cukup tinggi (di samping kesabarannya), sehingga setiap saat siap ketawa, tak peduli hidupnya berjalan mulus atau terbanting-banting. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di koran Duta Masyarakat yang dipimpinnya, Mahbub pernah menulis: “Pancasila mempunyai kedudukan yang lebih agung dibanding Declaration of Independence, yang disusun dan dibacakan Thomas Jefferson sebagai pernyataan kemerdekaan Amerika Serikat tanggal 4 Juli 1776, maupun dengan Manifesto Komunis yang disusun oleh Karl Marx dan Friedrich Engels tahun 1874.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tulisan Mahbub ini membuat Soekarno terpikat, sehingga memintanya untuk segera menghadap ke Istana. Dari sinilah awal kedekatan Mahbub dengan Bung Karno. Mahbub tak pernah tanggung-tanggung memuji setinggi langit sang “penyambung lidah rakyat” itu. “Kalau tidak ada Bung Karno, saya tidak yakin persatuan dan kesatuan bangsa terbangun seperti sekarang. Selain itu, Bung Karno memiliki kepedulian yang besar terhadap kehidupan rakyat kecil. Beliau itu dekat dengan rakyat.” Saking kagum dan hormatnya pada Bung Karno, Mahbub menamakan beranda depan rumahnya di Bandung dengan nama Soekarno House. Selain itu, Mahbub adalah Ketua Majelis Pendidikan Yayasan Pendidikan Soekarno hingga akhir hayatnya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ajaran Bung Karno, memang cukup mempengaruhi nasionalisme Mahbub. Pada sebuah pertemuan wartawan di Vietnam, Mahbub menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi kendati ia cukup fasih berbahasa Inggris atau Prancis. Inilah sikap nasionalismenya. “Bahasa Prancis bukan bahasa elu, dan bahasa Inggris juga bukan bukan bahasa gua,”demikian alasan Mahbub.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengalaman menarik lainnya yakni ketika menjabat sebagai Ketua Umum PWI Pusat, ketika harus memberi rekomendasi izin penerbitan majalah sastra Horison. Waktu itu PWI memang diberi otoritas untuk memberi rekomendasi untuk pengajuan izin penerbitan. Persoalan muncul ketikaa ada kekhawatiran, Pemerintah (Orde Baru) tidak akan memperkenankan penerbitan Horison karena keberadaan Mochtar Lubis sebagai pemimpin redaksi majalah tersebut. Namun, menghadapi hal tersebut, dengan enteng Mahbub mengeluarkan rekomendari meskipun ia tahu pasti bahwa tindakannya itu akan mengundang risiko yang tidak kecil.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal lain yang banyak dikenang dari Mahbub Junaedi adalah gayanya dalam membahas sesuatu masalah. Melalui tulisan-tulisannya seringkali Mahbub membahas persoalan serius dengan pemaparan yang tajam namun dalam gaya bahasa yang enteng dan penuh humor. Ini sangat terasa pada tulisan-tulisannya sebagai kolumnis diberbagai media massa antara lain Kompas dan Tempo. Banyak kalangan menilai, di Indonesia, gaya tulisan Mahbub tak ada duanya sampai sekarang. (Tim EPI/ES. Sumber: SSWJ/TAB) &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber: www.pwi.or.id&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-1831174627240565234?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/1831174627240565234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/01/tokoh-pmii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/1831174627240565234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/1831174627240565234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/01/tokoh-pmii.html' title='TOKOH PMII'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-962274847251005111</id><published>2010-01-27T08:44:00.000-08:00</published><updated>2010-01-27T08:45:28.243-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='punya nyali'/><title type='text'>PMII PUNYA NYALI.........!</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;PMII PUNYA NYALI......!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adalah Hariman Siregar (2001), salah seorang tokoh Malari (Malapetaka 15 Januari 1974), menyatakan bahwa gerakan mahasiswa merupakan pilar ke-5 demokrasi setelah, eksekutif, legislatif, yudikatif, dan media massa (institusi pers sebagai pencipta opini publik). Salah satu alasan yang diajukannya adalah, realitas bahwa mahasiswa di dunia ketiga (khususnya Indonesia) yang selalu tampil menjadi benteng terakhir demokrasi. Ketika otoritarianisme negara memuncak, dan lembaga-lembaga demokrasi di atas tak lagi efektif memainkan perannya, maka mahasiswa mampu tampil sebagai kekuatan pendobrak yang menyedikan dirinya menjadi bumper perubahan. Apa yang terjadi pada angkatan ’66, ’74, dan ’98 kemarin adalah bukti tak terbantahkan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang diungkapkan Hariman di atas, memang nyata adanya, dan sudah sering diungkapkan pula oleh para cendekia ataupun para tokoh gerakan mahasiswa itu sendiri. Namun, semuanya juga mengakui bahwa gerakan mahasiswa itu berhenti pada tataran pendobrakan saja, selebihnya selalu di take over oleh para politisi, parpol ataupun kekuatan politik-strategis lainnya, karena itu mahasiswa akan selalu ditinggalkan begitu saja. Puja-puji atas kiprah mahasiswa itu cukup dihadiahi dengan sanjungan bahwa mahasiswa adalah agent of change, suaranya mewakili jeritan hati terdalam dari masyarakat tertindas dan independen serta tidak memiliki tendensi politik (gerakan mahasiswa identik dengan gerakan moral). Ada juga yang kemudian memposisikan mahasiswa sebaiknya menjalankan fungsi kontrol saja atas sistem, karena itu posisi terbaik mahasiswa terhadap negara adalah “oposisi”, tak lebih dari itu. Jika kemudian mereka ingin terlibat lebih jauh dalam proses-proses pengambilan keputusan, maka cukuplah bagi mahasiswa ini menggabungkan diri dengan parpol-parpol yang ada, itupun kalau mahasiswa mau, kalau tidak ya kembali saja ke kampus, atau tetap aktif dalam pergerakan dengan melakukan advokasi serta terlibat kembali dalam proses pemberdayaan masyarakat, sudah sampai disitu saja diskursus tentang gerakan mahasiswa. Kalau masih saja penasaran, lalu apalagi kemudian yang menarik untuk diperbincangkan tentang mahasiswa, selain dari semua hal di atas ?.      &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi mahasiswa, tentunya masih banyak hal-hal yang menarik diperbincangkan selain beberapa hal di atas, begitu pula dengan PMII. Ketika mahasiswa tak lagi “dibutuhkan perannya” untuk menangani persoalan besar berskala nasional, maka gerakan mahasiswa hanya akan disibukkan dengan isu yang case by case, bernuansa lokal dan tidak ada lagi isu sentral yang sanggup mengerakkkan seluruh elemen mahasiswa kembali turun jalan. Sehingga, aksi-aksi mahasiswa itu hanya bersifat melempar persoalan itu ke permukaan agar menjadi opini publik tanpa ada upaya serius untuk menindaklanjuti hal tersebut. Lihat saja, demo mahasiswa masalah dugaan KKN-nya Jaksa Agung M.A Rahman, Demo kasus BPPN, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada kegamangan dalam diri PMII, antara turun gelanggang dan berdiam diri, sembari menyibukkan diri dengan urusan rumah tangga (internal) organisasi, padahal masyarakat tidak ada hentinya menuntut pertanggungjawaban atas sebuah perjuangan yang belum usai. Ini terjadi, karena masyarakat hanya tahu bahwa mahasiswalah (PMII include didalamnya) yang telah mengawali semuanya (reformasi). Sementara itu, di sisi lain, PMII masih terdisorientasi dalam memposisikan diri di tengah-tengah gelanggang yang sekarang ini sudah sangat politis dengan kekhawatiran akan dipolitisir menjadi “helen of troy” berbagai kekuatan politik, baik nasional, regional maupun internasional.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika, PMII terus menerus dalam kondisi ‘demam’ yang tak berkesudahan di antara dua pilihan tersebut dengan reasoning bahwa PMII mesti belajar dari para pendahulunya, dari angkatan ’66, ’74, ‘77-78, ’98, bisa jadi PMII akan terjebak pada situasi lebih buruk, seperti yang menimpa semua angkatan tersebut. Oleh karena itu, ke depan, PMII harus selalu memerankan 2 karakter gerakan dalam konstelasi lokal ataupun nasional, yakni; sebagai agent of change, sebagai kekuatan pelopor perubahan, atupun peruntuhan otoriterianisme kekuasaan dan director of change, sebagai salah satu pengendali utama perubahan. Dus, demi menjamin konsistensi dan keberlangasungan untuk memerankan hal itu, maka PMII harus selalu berdiri di atas kepentingan rakyat, ditengah-tengah rakyat, dan menjadi pusat keluh kesah rakyat, sehingga hal ini akan memudahkan PMII menyuarakan hal tersebut kepada para elit politik dan tokoh bangsa yang memiliki peran membentuk wajah negeri. Oleh karena itu, “posisi antara”, merupakan pilihan paling strategis (balancing of power) yang akan terus bisa PMII mainkan, agar tetap dalam centrum percaturan dan perubahan nasional. Disamping itu, PMII harus tetap meneguhkan jati dirnya sebagai organisasi ‘protes’ dan ‘student movement’ sesuai dengan apa yang selama 43 tahun telah dilakoni PMII.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akar dan tradisi ‘protes’ di PMII bisa kita telusuri dari sejak tahun 17 April 1960 hingga sekarang. PMII lahir dari sebuah keyakinan bahwa kekuatan mahasiswa itu pada kekuatan daya penalarannya (student power of the reason), namun bukan berarti mahasiswa hanya menjadi pekerja otak (knowledge worker) semata, atau terjerumus pada aksi-aksi temporer (berorientasi kekuasaan dan vested interest) tanpa konsepsi yang jelas menjangkau ke depan, melainkan harus memiliki keteguhan untuk tidak pernah bosan mengabdikan dirinya kepada masyarakat langsung, demi tegaknya keadilan, kebenaran, kejujuran, kemakmuran, penegakan hak asasi manusia, dan demokrasi. Karena itu, PMII dilahirkan untuk menerapkan prinsip; ilmu untuk diamalkan bukan ilmu untuk ilmu itu sendiri. Tak heran jika diawal kelahirannya, PMII memprotes keras keangkuhan gelar kesarjanaan sebagai ukuran superiortas mahasiswa atas kelas sosial lainnya &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;…penguasaan lmu apa saja yang berfaedah nyata bagi peradaban dan kemanusiaan, baik ilmu agama, filsafat, eksakta, sosial maupun ekonomi. Kesarjanaan belumlah dengan sendirinya merupakan nilai yang selesai, bilamana tidak disertai dengan tindakan-tindakan riil bagi kepentingan kemajuan rakyat banyak sebagai pengabdian yang tak henti-hentinya pada masyarakat…’ (Effendi Choiri; 1991).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Implementasi PMII sebagai organisasi ‘protes’ akan semakin terlihat dalam beberapa kebijakan organisasi di bawah ini. Pertama, Deklarasi Tawang Mangu, Desember 1961, tentang sosialisme religius, nasionalisme dan sosialisme Indonesia. Menurut PMII Islam tidak berseberangan dengan sosialisme dan revolusi Indonesia, sebab sosialisme bagi PMII merupakan :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“…tidak lain daripada sosialisme yang berdiri secara khidmat di atas Pancasila, berikap dan bertindak menurut garis tuntutan Allah SWT., dan cenderung pada pembagian kenikmatan hidup secara adil dan merata serta meninggalkan taraf hidup rakyat miskin, sebagai suatu kewajiban moral yang amat tinggi nilainya dan tidak mungkin ditangguhkan lagi… PMII insyaf dan yakin pula bahwasannya keadilan hanya bisa dicapai dengan berpegang teguh kepada moral agama Islam, mengganti segala rupa penipuan dengan kebenaran, kejujuran dan keadilan….PMII dengan sifat patriotisme nasional yang dituntunkan oleh ajaran agama Islam dan sifat taqwa kepada Allah SWT., dan keharusan cinta kepada tanah air, telah bertekad dan berdaya upaya membangun sosialisme Indonesia pengejawantahan UUD 1945 yang dijiwai oleh Piagam Jakarta di atas runtuhan kemiskinan rakyat yang tak terhingga, di atas runtuhan daripada kebohongan-kebohongan dan penipuan, di atas runtuhan daripada ketakutan dan ketidak adaan jaminan hukum, di atas runtuhan daripada kebohongan dan dekadensi moral…”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sosialisme religius yang dikembangkan PMII dalam konteks struktur (Deklarasi Tawang Mangu, point ke-3 tentang Sosialisme Indonesia), tak lain dan tak bukan adalah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“….sosialisme Indonesia dalam artian struktur tidak bisa lain daripada adanya pemerintahan yang stabil dan berwibawa sebagai pemimpin segala kerja dan daya cipta seluruh rakyat Indonesia dengan berpedoman kepada pengabdian rakyat banyak, berpegang teguh pada penghormatan mutlak hak-hak asasi manusia, demokrasi dalam bentuk hikmah kebijaksanaan musyawarah, tidaklah bisa lain daripada penyusunan tata perekonomian berdasarkan asas kekeluargaan gotong-royong atau ta’awun, dimana cabang produksi yang menyangkut hajat hidup rakyat banyak, termasuk bumi, air dan kekayaan alam dikuasai oleh negara untuk kepentingan rakyat itu sendiri, sedangkan cabang produksi dan ekonomi yang bersifat menengah ringan diserahkan kepada pihak masyarakat sendiriuntuk melaksanakannya sambil dibebani pertanggungjawab sosial yang maksimum…”.  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jauh sebelum kader PMII bersentuhan dengan pemikiran Hasan Hanafi, Asghar Ali Engineer, Arkoun, dan beberapa kelompok pemikir “kiri” dalam dunia Islam lainnya, sosialisme Indonesia yang berbasiskan religiusitas Islam telah diterima di PMII dan diperjuangkan dalam ranah struktur ataupun kultur. Sementara itu, organisasi kemahasiswaan sejenis masih berkutat dalam politisasi Islam dan kecenderungan menolak Pancasila sebagai dasar negara, serta kehendak menggantikannya dengan Piagam Jakarta. Ini sungguh sikap “protes” yang luar biasa PMII atas kehendak Islamisasi negara, “…Sebagai angkatan baru, PMII insaf dan yakin sepenuhnya akan pertanggungjawab terhaap agama Islam, Negara dan Bangsa serta kesetiaan kepada Undang-Undang Dasar 1945 yang dijiwai dan merupakan rangkaian kesatuan dengan Piagam Jakarta…”. PMII bahkan mengklaim dirinya sebagai “nasionalisme sejati” dan “pembela kaum mustadl’afin”, jauh sebelum masalah nasionalisme dan keberpihakan pada rakyat tertindas di gugat habis oleh banyak kelompok Islam modernis ataupun kelompok lainnya di Indonesia, “…adalah sifat dan tanggung jawab terpuji bertindak menurut dan mengembangkan ajaran agama Islam, memiliki sifat nasionalisme sejati dan berpihak kepada nasib dan penderitaan bangsa Indonesia serta pembelaan terhadap mereka…”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sikap non-kooperatif anti dengan kekuatan global (internasional) yang kerap sekarang ini disebut sebagai “imperialisme ekonomi”, justru telah PMII tetapkan sejak 1961, bukan saja imperialisme-kolonialisme fisik (militer) saja yang PMII tolak, bahkan imperialisme ekonomi, sosial dan budaya juga tidak PMII tolerir terjadi seluruh dunia. Jauh sebelum, para organisasi kemasyarakatan, kemahasiswaan, kepemudaan, dan parpol-parpol Islam hari ini begitu “kencang” melakukan aksi sosial-jalanan menolak penghancuran Afghanistan dan  penyerangan AS atas Irak ataupun dunia Islam lainnya, PMII justru telah menyuarakan hal itu sejak tahun ’60 an,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“…menjadi pertanggungjawab PMII untuk menjaga kesatuan nasional, mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman imperialisme-kolonialisme dalam segala bentuknya, membela hak asasi dan demokrasi yang luhur, menyokong pengembangan persahabatan dengan negara-negara dan bangsa-bangsa lain demi untuk perdamaian dunia, berusaha keras tidak jatuhnya dunia ke kancah peperangan, melawan penindasan terhadap rakyat Indonesia dengan dalih apapun dan oleh siapapun, mendukung gerakan kemerdekaan tanah air oleh bangsa-bangsa yang masih terjajah di dunia…”.   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak heran, jika para aktifis PMII di era ’80 dan ’90 an tidak begitu tertarik dengan wacana Islam modernis seperti, pemikir-pemikir Pan-Islamisme, Jamaluddin Al Afghani, Bduh, Rasyid Ridha, ataupun Sayyid Qutb. Justru PMII malah menceburkan dirinya dengan pergulatan Hassan Hanafie, Abed Al Jabiri, Mahmoud Toha dan pemikir Islam yang agak ke-kiri-kiri-an. Akar radikalitas pemikiran aktifis PMII sudah tertanam benar di tubuh PMII bahkan telah menjadi kultur intelektualnya. Oleh karena itu, PMII hampir tidak mengalami kesulitan cukup berarti mengadaptasikan dirinya dengan perubahan kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan, kenegaraan dan internasionalisasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, Sepuluh Kesimpulan Ponorogo, Pernyataan dan Penegasan Yogyakarta pada Kongres II dibulan Desember tahun 1963. PMII menginstruksikan kepada para kadernya harus berjiwa sosialis, demokratis, nasionalis, pejuang anti penindasan, dan revolusioner, serta meng’haram’kan kadernya apatis, isolasionis, kompromistik murahan, cepat puas, dan cepat putus asa. Implikasinya, kader PMII tidak boleh menyerahkan dirinya ‘mentah-mentah’ kepada kehendak penguasa, sekaligus tidak juga terseret pada sikap ekstrim yang mampu menggoyahkan sendi-sendi keutuhan NKRI. Keputusan ini diambil sebagai bentuk counter represifitas rezim Orla pada saat itu yang akan membabat para mahasiswa kontra (tak sepahaman dan menentang) revolusi serta menguatnya manufer-manufer politik PKI yang semakin tidak memberi ruang bagi kelompok agamis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam ranah eknomi, segala bentuk hegemoni negara atas pos-pos ekonomi (produksi) ditolak oleh PMII, padahal ketika itu presiden Soekarno semakin yakin dengan konsep NASAKOM-nya dan begitu membuka ruang yang sangat lebar buat PKI untuk menguasai posisi-posisi strategis di berbagai departemen penting negara. PMII menyerukan bahwa penumpukan bahan pokok kebutuhan rakyat sangat bertentangan dengan Islam, monopoli perekonomian, pemerasan dan mengingatkan negara bahwa cabang dan sektor produksi yang dikuasainya harus digunakan untuk kemakmuran (sepenuhnya) rakyat, bukan sebaliknya. (lihat hasil Kongres Ke-II PMII di Yogyakarta pada tahun 1963). Rupanya hal ini juga merupakan sebuah kritik atas beberapa elit partai NU yang memiliki previlige-previlige tertentu di kekuasaan untuk menumpuk kekayaan pribadi. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam konteks internasional, PMII telah mengajukan kepada pemerintah Indonesia untuk menyelenggarakan Konperensi Islam Internasional Asia-Afrika (KIAA). Artinya, PMII tidak sepenuhnya ‘sekuler’ dalam memandang agama dalam korelasinya dengan negara dan dunia. Hal ini semakin menunjukkan, bahwa PMII tidak hanya memprotes ketidakadilan yang terjadi di Indonesia, tetapi juga memiliki perhatian tinggi atas ‘internasionalisme’, khususnya keterbelakangan umat Islam di dunia, dimana kebanyakan mereka adalah warga masyarakat dunia ketiga.     &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, Gelora Mega Mendung bulan April 1965, yang meliputi ‘gelora’ pemikiran dan gerakan PMII mengenai 5 (lima) butir masalah, yakni : ukhuwwah Islamiyyah, watak umum organisasi, berpengetahuan dan berkesadaran politik, partisipasi organisasi dalam tahap-tahap revolusioner dan tentang pondok pesantren. Disini kita bisa menilai radikalitas pemikiran organisasi kemahasiswaan yang katanya kelas intelektual masyarakat tradisional itu, bahwa watak umum organisasi mahasiswa itu adalah “…kecuali harus berpihak kepada ke-Tuhan-an, kepada sosialisme, membela buruh dan tani, mengganyang habis kemiskinan, kebodohan dan kezaliman, memihak kepada perjuangan melawan Nekolim dan penghisapan manusia atas manusia dalam segala bentuk manifestasinya…”.   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitupula dengan masalah pondok pesantren, PMII memandang bahwa pondok pesantren merupakan basis gerakan anti kolonialisme, dan tempat penggemblengan serta pendidikan untuk mensukseskan usaha nation and character building. Sosialisme Indonesia yang dimaksud PMII di era Orde Lama, tidaklah sama, berbeda dengansosialisme yang orang nasionalis, komunis ataupun aliran politik lain definisikan. Sosialisme Indonesia bagi PMII adalah “… tidak ada lain daripada masyarakat adil dan makmur, materiil dan spirituil dan diridlai Allah SWT., selian dia merupakan tujuan agama Islam.. pengejawantahan daripada UUD 1945 yang dijiwai oleh Piagam Jakarta…”. Apa yang diputuskan NU di tahun 1982 untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar negara yang final, harus diakui ada andilnya (terinspirasi) oleh pemikiran PMII di atas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keempat, PMII menjadi motor gerakan mahasiswa, pencetus perjuangan Ampera, dan Tritura di sepnajang tahun 1966 dan 1967. Dimulai dengan terpilihnya Zamroni (salah satu ketua PB PMII) sebagai ketua presidium KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia), PMII terlibat aktif dan menjadi motor gerakan mahasiswa membubarkan PKI, meminta penurunan harga, bubarkan kabinet, bersihkan serta parlemen dari unsur/gerakan PKI. Dari pusat hingga daerah, aktifis PMII menduduki posisi pertama di KAMI. Salah satu kredo terkenal KAMI yang banyak disitir oleh gerakan mahasiswa setelah itu adalah “Hitam kata rakyat, hitam kata PMII. Putih kata rakyat, putih kata KAMI”. Sebuah prestasi spektakuler bagi organisasi yang masih belia (lahir 1960), PMII mampu menjadi motor penumbangan Orde Lama untuk digantikan Orde Baru.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Organisasi kemahasiswaan ekstra instituter, kepemudaan, Ormas ataupun partai politik, bahkan Soekarno sendiri tentunya sangat mengenal siapakah Zamroni (Salah satu ketua PB PMII) yang dengan kekuatan orasinya mampu menggerakkan mahasiswa, pelajar dan masyarakat kecil untuk segera memaksa pemerintah membubarkan PKI, menuntut perubahan besar-besaran pada tatanan sistem pemerintahan dan politik Indonesia agar sesuai dengan UUD 1945. Tak salah pak Subhan (politisi ulung NU) memilih Zamroni menjadi ketua KAMI, yang saat itu di’amini’ oleh Mahbub Djunaidi (Ketua Umum PB PMII), Ridwan Saidi (Ketua Umum PB HMI) dan kawan-kawan. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelima, pengakuan akan kesetaraan gender, yang selama ini sangat digandrungi dan diperjuangkan oleh hampir seluruh organisasi perempuan di Indonesia, sudah terlebih dahulu PMII suarakan pada tahun 1966 melalui “Panca Norma PMII Putri”, hanya saja PMII menamakan gerakan kesetaraan itu dengan emansipasi bukan perjuangan gender, &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“…emansipasi wanita berarti memberikan hak-hak dan kesempatan kepada kaum wanita sederajat, setingkat dan seirama dengan kaum pria….tuntutan akan hak-hak wanita, meliputi segala segi kehidupan, baik politik, sosial-ekonomi, maupun kebudayaan. Hak-hak ini diberikan adalah merupakan tuntutan nurani yang mendorong manusia berkeinginan, berkehendak, dan berbuat sebagai realisasi dan manifestasi daripada ajaran Islam…PMII sebagai wanita realistik, mampu menyelesaikan tugas-tugas kemasyarakatan, dan tugas-tugas ini akan diselesaikan kalau tugas-tugas dan bentuk-bentuk kegiatan-kegiatan masyarakat itu semata-mata mengarah kepada kepentingan agama, nusa, bangsa dan revolusi..”. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PMII putri juga menyerukan kepada seluruh civitas akademika diseluruh Indonesia,  agar jurang pemisah antara perkuliahan dan masyarakat mutlak ditolak, dan menempatkan organisasi kemahasiswaan sebagai jembatan emas penghubung antara keduanya. Bahkan secara kongkrit PMII putri akan mendharmabaktikan dirinya dalam seluruh bentuk kehidupan, baik dalam bidang politik, sosial ekonomi, pendidikan maupun dalam perkembangan kebudayaan.   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keenam, Deklarasi Murnajati ditahun 1972, sebagai tonggak Independensi PMII terhadap partai dan organisasi apapun. Ini mungkin bentuk ‘protes’ paling besar PMII terhadap NU, ataupun dunia perpolitikan nasional di era Orde Baru. Sejak itu, PMII menyatakan diri sebagai organisasi independent, tidak terikat, baik sikap maupun tindakan kepada siapapun, dan hanya commited dengan perjuangan organisasi dan cita-cita perjuangan nasional yang berlandaskan Pancasila. Polemik cukup tajam terjadi antara aktifis PMII yang membela ‘mati-matian’ independensi (karena tidak semua aktifis PMII setuju independensi) dan alumni PMII atau elit NU yang menyayangkan PMII ‘keluar’ dari NU.  Pendewasaan dan dinamika organisasi merupakan alasan utama, diambilnya kebijakan teresbut, tetapi saya melihat bahwa independesi PMII dalam konteks dimana NU masih menjadi partai, sebenarnya tidak lebih dari rekayasa Ali Moertopo (Opsus), yang bertujuan melemahkan kekuatan NU, sebab dengan memisahkan PMII dari partai NU, maka partai NU kehilangan resources dan salah satu kaki politik yang cukup bisa diandalkan untuk mengemban amanat, nilai-nilai, dan membesarkan partai NU. Namun, terlepas pro-kontra yang melingkupinya, independensi PMII itu telah terasa benar manfaatnya bagi PMII dewasa ini, berbagai capaian strategis dan kemajuan organisasi justru terjadi secara massif dan progresif dengan PMII independen dari organisasi manapun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketujuh, Pernyataan Ciloto tahun 1973. Ada beberapa hal yang cukup berani disuarakan PMII sebagai kritik atas Orde Baru. Dalam ranah ekonomi, PMII meminta agar kebijakan pemerintah mengundang modal asing untuk masuk ke dalam negeri harus berorientasi pada penciptaan (memperluas) lapangan kerja bagi pribumi dan bukan sebaliknya, perlindungan bagi pengusaha pengecer pribumi di pelosok-pelosok daerah, serta perlunya membatasi modal asing agar tidak bersifat subtansial, melainkan bersifat komplementer saja. Sedangkan dalam ranah politik, PMII memprotes perombakan struktur politik yang dijalankan pemerintah masih jauh (menyimpang) dan belum mencerminkan sepenuhnya asas-asas yang terkanung dalam UUD 1945. PMII juga mendesak pemerintah menjamin kebebasan mimbar di perguruan tinggi se-konsekwen mungkin, menghilangkan kecurigaan berlebihan terhadap aktifitas (mahasiswa) perguran tinggi dan menghindari penggunaan security approach terhadap setiap masalah (sosial-politik) yang muncul. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meletusnya kerusuhan Malari 1974, bukanlah sesuatu yang tidak diprediksikan oleh PMII. Apa yang dimaksud dengan “Statement Ciloto”, akhir Desember 1973, adalah bentuk antisipasi PMII atas kebijakan negara yang semakin melupakan nasib pribumi, serta kecenderungan menguatnya konsolidasi para aktifis mahasiswa untuk melakukan gerakan besar menentang kebijakan itu dalam bentuk aksi-aksi jalanan seperti di tahun 1966 yang lalu. Apa yang dikhawatirkan PMII di Ciloto menjadi kenyataan, dengan meletusnya peristiwa Malari yang melahirkan Hariman Siregar sebagai salah satu tokoh utamanya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedelapan, Protes PMII atas tradisi berpikir (sebagian) orang NU yang masih kolot, menolak diberlakukannya SK Menteri P dan K No. 028, yang berisi keharusan agar dalam melaksanakan kegiatannya, mahasiswa harus meminta izin rektor terlebih dahulu, memfasilitasi berbagai pertemuan almuni PMII untuk mengawali Kebangkitan NU dengan melakukan pribumisasi Islam, penyebar pluralisme dan toleransi, mengembalikan NU pada khittah-nya, ‘motor’ menerima Pancasila sebagai asas tunggal, serta memprotes hutang luar negeri pemerintah yang semakin menggunung,. Di era ‘80 an memang tidak banyak gerakan mahasiswa yang mampu bersinar terang dalam panggung-panggung ‘mitologi’ politik nasional. Sebab, sepanjang dasa warsa ini, Orde Baru telah mampu mencengkeramkan kuku kekuasaannya dengan kuat, hampir di seluruh entias politik dan sosial (masyarakat). &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, PMII masih melakukan hal-hal strategis yang sangat penting bagi proses radikalisasi-liberasi pemikiran dan gerakan di sepanjang dasa warsa ’90 an. Beberapa hal di atas merupakan cerminan agar PMII mulai lagi membangun kritisisme, dan mulai menjadi corong perluasan ide-ide besar Gus Dur, baik ke dalam masyarakat Islam tradisional sendiri, ataupun bangsa Indonesia secara keseluruhan. Pada paruh terakhir dasa warsa ‘80 an, radikalisasi pemikiran aktifis PMII sudah semakin berkembang jauh, tidak hanya terbatas pada domain pemikiran keagamaan saja, tetapi semakin luas ke dalam pemikiran filsafat, dan social humaniora. Hal ini salah satunya didorong oleh semakin banyaknya kader PMII yang berasal dari perguruan tinggi umum (tak lagi terpusat di IAIN atau perguruan tinggi Islam lainnya). Begitu pula, kehadiran LkiS di akhir era ’80 an, turut mendorong liberalisasi pemikiran aktifis PMII.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesembilan, di sepanjang dasa warsa ’90 an, PMII meneguhkan dirinya sebagai “organisasi protes”. Sejak kepemimpinan sahabat Iqbal, jumlah pemikir muda di PMII semakin bertambah banyak. Gerakan aksi jalanan sebagai bentuk kritik atas jalannya kekuasaan mulai sering dilakukan. Aksi jalanan ini dimulai dengan gerakan sahabat Effendy Choiri (waktu itu masih menjabat Ketua Umum PMII DKI Jakarta), di bulan Juli, tahun 1990, bersama 30 aktifis PMII lainnya, melakukan demo menuntut pemerintah Arab Saudi bertanggung jawab atas terjadinya “Tragedi Mina”, di Kedutaan Besar Arab Saudi. Aksi ini sebagai tindak lanjut dari “pernyataan dan sikap terbuka PB PMII” yang menuntut Menteri Agama RI, Munawir Sadzali mengundurkan diri dari jabatannya, karena Menag dianggap terlalu pasif, tidak responsif, tidak tegas dan terlalu lamban dalam mengambil keputuan mengenai ‘kecelakaan’ yang menimpa ribuan umat Islam Indonesia itu. Keberanian berdemonstrasi PMII ini ditunjukkan kembali saat PMII bersama Kelompok Cipayung mendatangi Kedutaan Besar Amerika, untuk menentang ‘kebrutalan’ AS dalam Perang Teluk (1991). Bahkan, Amien Rais (Ketua PP Muhammadiyah pada saat itu) mengomentari gerakan jalanan PMII itu dengan sebutan “Halilintar PMII”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di paruh awal dasa warsa ’90 an ini PMII mulai menceburkan dirinya secara aktif dalam gerakan pemberdayaan ‘wong cilik’ dan perlawanan atas rezimentasi Orde Baru, misalnya, mendemonstrasi kesewenang-wenangan birokrat kampus, penggusuran tempat tinggal rakyat, pembebasan tanah, upah buruh yang minim, tuntutan hak asasi manusia, pembubaran SDSB, tuntutan demokratisasi, keadilan, dan sebagainya. Gerakan jalanan PMII ini semakin bersinar, apa yang menimpa sahabat kita di UMI Ujung Pandang, kerusuhan Tasik, kasus Situbondo, kerusuhan etnik di Kalimantan Barat, semuanya itu tidak luput dari perhatian PMII dan disuarakan secara terus-menerus lewat aksi-aksi jalanan. Puncaknya, ketika terjadi pelengseran Soeharto dari kekuasaannya di pertengahan tahun 1998, dan lahirnya “reformasi”, PMII menjadi bagian tak terpisahkan dari gerakan mahasiswa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam konteks gerakan pemikiran, booming intelektual PMII mulai terjadi sejak tahun 1980 akhir sampai sekitar akhir 1990- an, dan patut dicatat bahwa, kebangkitan pemikir muda PMII itu tidak lagi dimonopoli oleh lulusan IAIN semata. Inilah yang oleh banyak  kalangan disebut sebagai era kebangkitan kelas santri terpelajar, bahkan Cak Nur (dedengkotnya HMI) meyakini bahwa Indonesia 2025 adalah milik NU (baca; PMII), ia memprediksikan bahwa saat itu, anak muda NU telah mampu menduduki pos-pos strategis bangsa, baik politik, ekonomi, maupun dalam institusi-institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Pada fase inilah, PMII mampu merumuskan sebuah paradigma gerakan (sekitar akhir 1997), yang akhirnya dibakukan di Kongres Medan (2000) menjadi Paradigma Kritis-Transformatif. Dekonstruksi dan rekonstruksi pemahaman ajaran Islam, Aswaja sebagai manhajul fikr, pribumisasi Islam, pluralisme, kritik wacana agama, perjuangan keislaman dan kebangsaan melalui jalur sosio-kultural, open society, masyarakat komunikasi, post-tradisionalisme Islam Indonesia, Islam sebagai etika sosial, Islam liberal, Islam emansipatoris, merupakan beberapa produk pemikiran yang tumbuh subur (terlahir) dari para pemikir muda (ataupun alumni) PMII.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Awal 1997, PMII menilai bahwa Kelompok Cipayung sudah tidak relevan lagi dipertahankan eksistensinya, sebab HMI sebagai salah satu anggotanya telah menjadi bagian terpenting dari kekuasaan rezim Orde Baru. Oleh karena itu, PMII bersama dengan GMNI, PMKRI, GMKI, GAMKI, Pemuda Demokrat, IPNU dan IPPNU membentuk Forum Kebangsaan Pemuda Indonesia (FKPI). FKPI menilai bahwa Kelompok Cipayung telah ditinggalkan sejarah, dan tak lagi mampu mengkritisi (melakukan counter gerakan) atas etatisme negara dan politisasi agama. FKPI lahir sebagai jawaban atas kehendak bersama dalam upaya menciptakan (mendorong terbentuknya iklim kondusif) revitalisasi wacana dan wawasan kebangsaan Indonesia yang selama ini telah dimonopoli oleh rezim Orde Baru. Tafsir tunggal penguasa Orde Baru atas rasa, semangat dan wawasan kebangsaan Indonesia inilah yang dinilai oleh FKPI sebagai ‘biang kerok’ terjadinya konflik SARA di beberapa daerah (Situbondo, Tasik dan Sambas) Indonesia, ‘mandulnya’ gerakan demokrasi politik dan ekonomi, hilangnya kepastian hukum, dan sebagainya.   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu pula dalam ranah pluralitas kehidupan keagamaan Indonesia, PMII dinilai berperan penting bagi pembumian ‘teologi toleransi’ yang memayungi keharmonisan hubungan antar agama dalam kaitannya mengikis hegemoni negara atas agama. Hampir di seluruh forum komunikasi antar agama di Indonesia, selalu terdapat didalamnya aktifis PMII yang terlibat intens di berbagai pertemuan, aktifitas kemanusiaan, dan dalam setiap upaya pencarian model keberagamaan yang paling ideal (sesuai) dalam konteks keindonesiaan. Tak terbilang jumlahnya kader PMII yang begitu karib dengan para romo, pendeta, bunsu, biksu serta para tokoh agama lain untuk bersama-sama menyuarakan keadilan, toleransi, keterbukaan, demokrasi, pemberdayaan civil society, dan sebagainya diberbagai kesempatan dan aktifitas bersama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, paparan di atas sebenarnya sudah cukup modal bagi PMII untuk mendeklarasikan dirinysa sebagai “organisasi protes”. Tidak hanya protes sosial, melainkan juga seluruh bangunan pemikiran, kebudayaan, ekonomi, keagamaan, sisem kenegaraan, maupun kapitalisme global yang tidak humanis, menindas, membungkam kebebasan (kemerdekaan) individu, mengingkari nilai-nilai kebenaran dan keadilan universal, anti perubahan (jumud), dan terlalu mendewakan materi (capital). Oleh karena itu, semuanya diserahkan kepada publik luas, apakah kritisisme (pemikiran maupun gerakan), dan tradisi ‘protes’ itu masih terus ‘menyala’ di PMII ataukah justru telah mengalami titik balik menuju degradasi besar-besaran ?. wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-962274847251005111?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/962274847251005111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2009/12/pmii-punya-nyali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/962274847251005111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/962274847251005111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2009/12/pmii-punya-nyali.html' title='PMII PUNYA NYALI.........!'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-2918936784149725967</id><published>2010-01-27T08:20:00.000-08:00</published><updated>2010-06-11T23:53:15.936-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BPH'/><title type='text'>Badan Pengurus Harian</title><content type='html'>&lt;b&gt;Ketua Umum  : &lt;/b&gt;Chozinul Anwar &lt;br /&gt;Ketua I  : Ikhwan Nawawi &lt;br /&gt;Ketua II  : Sudarsono&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sekretaris Umum : &lt;/b&gt;Eko Fatkhurasyid&lt;br /&gt;Wakil Sekretaris : Alif Hidayat&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bendahara Umum :&lt;/b&gt; Syaiful Anwar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-2918936784149725967?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/2918936784149725967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/01/badan-pengurus-harian.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/2918936784149725967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/2918936784149725967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/01/badan-pengurus-harian.html' title='Badan Pengurus Harian'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-5435994722680475322</id><published>2010-01-27T07:51:00.000-08:00</published><updated>2010-05-16T10:54:05.957-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PROFILE'/><title type='text'>Profil</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S2Bb7uDliJI/AAAAAAAAADY/N8OXL5ZEUMs/s1600-h/DSC02347.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://2.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S2Bb7uDliJI/AAAAAAAAADY/N8OXL5ZEUMs/s200/DSC02347.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PK PMII BONGKAR KAMPUS bertempat di Kampus STITI KP Paron-Ngawi didirikan pada tahun 2001 dengan ketua umum pertama kalinya yaitu sahabat suparman al-farisi. berjalan seiringnya waktu regenerasi berlanjut dan sampai sekarang sudah 7 angkatan kepemimpinan. Alhasil dari&amp;nbsp; usaha keras sahabat-sahabati kemajuan kaderisasi dan masivitas gerakan dapat terasakan sampai sekarang. mulai dari kegiatan kaderisasi formal, non formal dan informal telah dilaksanakan guna menunjang kemanfaatan dalam berorganisasi. berikut profil para Ketua Umum&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sahabat Suparman, S.Pdi Masa khitmad 2001-2003&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sahabat&amp;nbsp; Taufiq indarwanto,S.Pdi Masa Khitmad 2003-2004&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sahabat Syahirul 'alim S.Pdi Masa Khitmad 2005-2006&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sahabat Abdul Azis Nuril Huda, S.Pdi Masa Khitmad 2006-2007&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sahabat Husaini Amar, S.Pdi Masa khitmad 2007-2008&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sahabat Agus Susanto,S.PdI Masa Khitmad 2009- 2010&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;next.........&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-5435994722680475322?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/5435994722680475322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/01/profil.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/5435994722680475322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/5435994722680475322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/01/profil.html' title='Profil'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S2Bb7uDliJI/AAAAAAAAADY/N8OXL5ZEUMs/s72-c/DSC02347.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-7354808590071135850</id><published>2010-01-26T03:50:00.000-08:00</published><updated>2010-01-26T04:16:20.620-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teori feminisme di PMII'/><title type='text'>Menggagas Feminis Modern di PMII, Membangun Demokrasi Masa Depan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Oleh: Abdurrahman bin Auf*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teori Feminis modern bertolak dari sejumlah pertanyaan sederhana. Bagaimana dengan perempuan? Di mana posisi perempuan. Bila wanita tak berperan, mengapa? Bila berperan, apa yang sebenarnya mereka lakukan? Bilamana mereka mengalami situasi?Apa yang mereka sumbangkan untuk itu? Apa artinya itu bagi mereka?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;( Teori Sosiologi Modern, George Ritzer-Douglas J. Goodman) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Meluruskan Pemahaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Membicarakan feminisme sangat erat kaitannya dengan sosialisme. Apa yang diungkapkan oleh George Ritzer-Douglas J. Goodman di atas adalah fenomena feminis kuno yang akan menyebabkan minoritas pola pikir. Minoritas pola pikir ini adalah terjadinya pengaburan peran wanita dalam situasi sosial, peran wanita dalam kebanyakan situasi sosial, meskipun penting, masih kurang mendapatkan penghormatan dan tersubordinasikan peran lelaki.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Indikator-indikator semacam itulah yang menyebabkan pemikiran pengetahuan bahwa wanita selalu berada pada pihak minorotas, telah terjadinya ketidakadilan, kesenjangan, dan perbedaan peran yang nyata antara laki-laki dan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nur Amin Samhuri mengatakan bahwa feminisme sebagai sebuah ide yang diantaranya berupaya melakukan pembongkaran terhadap ideologi penindasan atas nama gender, pencarian akar ketertindasan perempuan, sampai upaya penciptaan pembebasan perempuan secara sejati. Feminisme adalah basis teori dari gerakan pembebasan perempuan. Menurut saya pendapat Nur Amin Samsuri tersebut, bertentangan dengan teori feminis modern. Secara logika argument tersebut, akan melahirkan pemikiran bahwa perempuan menjadi pihak minoritas atau kelompok kecil yang bersumber pada peran mayoritas laki-laki. Sekali lagi, belajar feminis moderen tidaklah sama dengan teori minoritas atau kelompok kecil.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, mari kita berpikir bahwa teoritis mendasar feminisme akan menghasilkan perubahan revolusioner dalam pemahaman kita tentang kehidupan social itu. Pengetahuan selama ini dokonstruk oleh anggapan keabsolutan dan universal tentang kehidupan sosial ternyata adalah pengetahuan yang berasal dari pengalaman semata. Pengalaman yang dimaksud adalah bagian dari masyarakat yang berkuasa yakni dari lelaki sebagai “tuan”. Pemikiran itu akan menjadi rancau tatkala sudut pandang kita selama ini hanya pada kacamata kekuasaan seorang lelaki yang menyebabkan wanita disubordinasikan secara fungsional struktural. Padahal ada hal yang lebih penting lagi untuk kita luruskan adalah teori feminis merupakan teori pencapaian kesejajaran kehidupan sosial dalam konteks perubahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Realitas Feminisme dan Gender di PMII&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) selalu menyajikan forum diskusi tentang teori feminisme. Fenomena ini terjadi mulai dari rayon, komisariat, cabang, koordinator cabang dan lembaga tertinggi yiatu pengurus besar. Bahkan di setiap level masing-masing lembaga tersebut, disediakan wadah khusus untuk memberikan pemahaman konsep feminisme itu. Melalui investigasi teoritis, sering kita temukan kader-kader PMII masih memiliki pemikiran ala Nur Amin Samsuri. Realitas`seperti ini pada sisi kaderisasi akan berdampak jangka panjang bagi organisasi tentang pemahaman feminisme. Pemaknaan tersebut selalu diawali dengan timbulnya gerakan feminisme atas dasar penindasan kaum laki-laki terhadap perempuan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita tidak boleh terjebak dengan kata “Penindasan”. Dalam artian konsep penindasan jangan diartikan sebagai sebab-akibat dari perilaku laki-laki yang berperan aktif secara absolut. Hal ini jelas akan menyebabkan direct vis-a vis antara laki-laki dengan perempuan itu sendiri. Jika teori ini berlaku pada pemahaman kita, maka jangan heran mindset kader-kader PMII selama masih terkonstruk pada teoritis-praktis yaitu feminisme selalu disandingkan dengan bentuk penindasan, kekerasan fisik, ketidakadilan laki-laki terhadap perempuan, peran mayoritas laki-laki terutama dalam hal fungsional-struktural, dan kekejaman laki-laki terhadap perempuan atas ketidakadilan dan posisi laki-laki yang selama ini dianggap melebihi perempuan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsep feminis yang saya maksud bukanlah pembebasan perempuan karena mereka tertindas oleh laki-laki. Akan tetapi, pemikiran feminis beraplikasi pada pengetahuan realitas kehidupan sosial organisasi PMII yaitu melakukan perubahan positif bagi keberlangsungan ekstensialisme PMII itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara mayoritas dalam perkembangan kesempatan fungsional-struktural selalu didominasi laki-laki. Kemudian pola pikir yang lahir adalah anggapan terjadinya ketidakberhasilan kaderisasi perempuan dan sebaliknya keberhasilan kaderisasi bagi laki-laki. Secara tidak langsung, logika yang terbentuk adalah terjadinya penyekatan kodrati jenis antara laki-laki dan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemikiran teori feminis modern selalu berorientasi pada pemhaman kesejajaran secara sosial untuk menciptakan kehidupan sosial menjadi lebih baik atas pengaruh sebuah kondisi sosial itu sendiri.&amp;nbsp; Gender merupakan merupakan shadow system dari feminisme. Tepatnya, gender suatu konsep yang digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan laki-laki dan perempuan dalam hal pengaruh sosial budaya yang menyebabkan timbulnya turunan pembeda dalam hal peran, perilaku, mentalitas dan karakteristik emosional antara laki-laki dan perempuan yang selama ini berkembang di masyarakat khususnya di tubuh PMII.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan konsep gender dalam persfektif agama juga ada dalam Al-Qur'an. Agama Islam yang diturunkan sebagai Rahmatal Lil Alamin men-design dengan detail mulai dari pernikahan, perceraian, aturan pembagian warisan dan konsep kepemimimpinan dalam berumah tangga. Turunan pembeda dalam hal peran, perilaku, mentalitas dan karakteristik emosional antara laki-laki dan perempuan merupakan pengaruh konstruk sosial, budaya dan politik yang menyebabkan keharusan laki-laki dan perempuan untuk mencari jalan keluar dari pengaruh negatif tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, konsep feminis modern sangatlah relevan dengan sistem demokrasi kita. Dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 28 huruf H Ayat 2 dijelaskan Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. Jadi jelaslah bahwa semua warga negara mempunyai hak yang sama tanpa membedakan status, struktur sosial, cirri-ciri primordial maupun identitas ekslusif lainnya (baca: gender).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal tersebut di jabarkan kembali dalam kehidupan politik di Indonesia. Kebijakan pemerintah yang memberikan quota 30% (UU Pemilu pasal 53) bagi calon legislatif (caleg) perempuan untuk masuk dalam sistem demokrasi merupakan persaingan aksi di atas panggung perebutan kekuasaan dalam meangaplikasikan makna gender itu. Jadi pemberian quota itu bukanlah pembeda yang mengkontsruk pemahaman kita tentang ketidakadilan quota, tapi mari kita pandang dalam persfektif bentuk solusi untuk pembebasan perempuan. Pembebasan yang dimaksud adalah mengeluarkan diri dari meraih quota itu secara makasimal. Nah, disinilah letak arti gender dan feminisme yang sebenarnya. Mencari solusi atas pengaruh sebuah konstruk sosial dan politik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tantangan Feminisme di PMII&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Adanya realitas feminisme di atas sekaligus akan menjadi tantangan proses kaderisasi di organisasi PMII. Pertama, terjadinya pemikiran penindasan fungsional-struktural. Pemahaman ini akan berdampak pada timbulnya pemikiran politik-praktis dalam kehidupan miniatur demokrasi di PMII. Ini disebabkan atas pola pikir dalam konsep kekuasan merupakan dominasi kaum laki-laki. Hal ini akan melahirkan kader-kader oportunis dan apatis sehingga merusak komitmen atas doktrinasi konsep kebersamaan dan konsep Hablum Minannas yang ada dalam Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII. Konsep kebersamaan dalam membangun PMII yang memiliki hubungan yang kuat dengan konsep hubungan horizontal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, terjadinya penyekatan antara kaum laki-laki dan perempuan yang bersifat jangka panjang atas konflik kesalahpahaman feminisme. Penyekatan jangka panjang jelas menjadi great problem dalam menciptakan konsep kebangsaan melalui kehidupan berdemokrasi. Demokrasi yang dimaknai menciptakan kehidupan pro-kerakyatan. Tepat kiranya jika kehidupan berbangsa dan bernegara dalam mencapai demokrasi ideal haruslah berawal dari penghapusan mindset kesenjangan, ketidakadilan, kekerasan, dan penindasan struktural akibat pemikiran feminis hanya pada jenis kelamin secara kodrati. (*)&lt;span style="font-family: andale mono,times;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: andale mono,times;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;*) Penulis adalah Ketua Umum PMII Cabang Jember&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-7354808590071135850?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/7354808590071135850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/01/menggagas-feminis-modern-di-pmii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/7354808590071135850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/7354808590071135850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/01/menggagas-feminis-modern-di-pmii.html' title='Menggagas Feminis Modern di PMII, Membangun Demokrasi Masa Depan'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-5385269250993268200</id><published>2010-01-26T03:33:00.000-08:00</published><updated>2010-01-26T04:14:11.268-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proses kaderisasi PMII'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;PROSES KADERISASI FORMAL PMII&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S0Y4MA7lJPI/AAAAAAAAACg/F_ZDsHcfp7c/s1600-h/66666.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S0Y4MA7lJPI/AAAAAAAAACg/F_ZDsHcfp7c/s200/66666.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;MASA PENERIMAAN ANGGOTA BARU (MAPABA PMII)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika mencermati harapan, yang tertulis dalam buku biru, terhadap peserta Mabapa, tampaknya terdapat harapan yang berlebihan. Bagi saya, harapan yang pantas diembankan pada peserta Mapaba adalah mereka cukup tahu ada organisasi yang bernama PMII, tahu latar belakang PMII, tahu yang diperjuangkan oleh PMII, dan mereka bersedia untuk berjuang bersama PMII. Dengan target itu, sepertinya forum Mapaba sudah cukup pas. Jika beban harapan terhadap para peserta Mapaba melebihi itu, forum Mapaba diperkirakan tidak lebih 50% bisa mencapainya. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Begitu juga follow up-nya, bahwa harapan untuk menjadikan kader pasca mapaba mempenyai pendekatan fakultatif adalah mimpi yang tak membumi. Terlalu banyak kendala yang dihadapi. Justru, menurut saya, mereka cukup perlu dibekali keterampilan-keterampilan dasar berorganisasi yang universal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama : Keterampilan mengoperasikan microsoft office (word, excel, dan power point), sekaligus cara membuat surat-surat resmi versi PMII dan cara pencatatan pembukuan versi PMII (buku agenda surat, buku keuangan, dan seterusnya)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua     : keterampilan teknik memimpin rapat (kecil), sidang, dan teknik mengambil  keputusan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga : Keterampilan menyelenggarakan kegiatan (even organizer), yang mempelajari tentang teknik perencanaan kegiatan, teknik mencari dan mengelola keuangan, teknik mengundang atau menghadirkan narasumber, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setidaknya, ketiga keterampilan dasar ini akan memberikan panduan penting di masa-masa selanjutnya, baik di PMII maupun di luar PMII, seperti kantor tempat kelak mereka bekerja. Di sinilah, PMII akan benar-benar mendidik kadernya sebagai organisator. Bagi peserta yang sudah bisa, akan beri sertifikat resmi dari PMII. Dan sertifikat ini menjadi syarat mutlak bagi kader yang ingin men(di)calonkan diri sebagai ketua rayon atau komisariat. Ketiga keterampilan dasar ini wajib diselenggaran oleh pengurus komisariat. Dan pengurus besar wajib menyediakan silabus materi hingga petunjuk teknis pelaksanaannya, baik secara online maupun cetak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain ketiga hal tersebut di atas, seorang kader yang pernah mengikuti Mapaba diharapkan dan didorong untuk mengikuti diskusi-diskusi yang diselenggarakan oleh PMII maupun instansi lain, termasuk kampusnya. Bagaimanapun, kader PMII bukanlah kader yang kuper terhadap berbagai isu-isu besar, baik isu akademis, maupun isu populer. Untuk itu, pengurus rayon atau komisariat perlu menyelenggarakan diskusi-diskusi kecil mingguan yang bisa dengan membedah opini dalam koran, bisa juga masalah yang berkembang di sekelilingnya, misalnya, tentang temuan hasil penelitian yang diselenggarakan oleh kampusnya, maupun hal-hal menarik yang muncul di sekitar kampusnya, seperti, kecenderungan aktivitas mahasiswa di tempat tersebut menurut pandangan kader-kader PMII dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;PELATIHAN KADER DASAR (PKD PMII)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahap selanjutnya, yakni Pelatihan Kader Dasar, kader PMII baru diperkenalkan tentang gagasan-gagasan besar PMII tentang kemahasiswaan, keislaman, dan keindonesiaan secara serius. Berbicara tentang gagasan, tentu saja berbicara tentang pemikiran, konsep-konsep, dan teori. Seseorang yang mampu berbicara tentang pemikiran, konsep dan teori bukanlah manusia biasa. Mereka adalah orang-orang, yang paling tidak, punya kebiasaan membaca buku setidaknya satu jam dalam seharinya. Mereka adalah orang-orang, yang paling tidak, terbiasa berdiskusi serius selama, setidaknya, satu jam setiap harinya. Untuk itu, seorang kader yang ingin mengikuti PKD adalah orang-orang yang berbakat, atau telah diarahkan mempunyai kebiasaan-kebiasaan membaca buku atau berdiskusi. Untuk itulah, peserta PKD mulai cukup bisa diharapkan lebih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para kader yang telah mengikuti PKD, menurut harapan saya, adalah orang-orang yang telah memakai kacamata PMII untuk melihat dunia. Bagaimana pun kondisi masyarakat, mahasiswa, bangsa dan negara Indonesia, dan umat Islam, serta umat manusia seluruhnya akan menjadi menarik kalau dilihat dengan cara pandang yang telah diajarkan oleh PMII, apapun dimensi atau bidangnya. Bagaimana Nilai Dasar Pergerakan (NDP) mampu dioperasionalkan untuk melihat fakta-fakta sosial, bagaimana konsep Aswaja bisa menangkap fenomena-fenomena yang ada, dan seterusnya. Bisa dikatakan, masa-masa PKD adalah masa-masa pemikiran seorang kader PMII, masa-masa pembentukan nalar kritis seorang kader PMII, dan masa-masa membuat gelisah seorang kader PMII terhadap realitas yang dihadapinya. Untuk itu, pada saat yang demikian, pendidikan epistimologi menjadi penting, dan metode analisa sosial adalah kebutuhan yang niscaya. Namun demikian, forum PKD masih belum cukup untuk mengharapkan seorang kader menjadigemilang, karena forum PKD sangatlah terbatas, sehingga mereka cukup dirangsang untuk mencapai gagasan ideal seorang kader yang bisa mengenakan kacamata PMII dalam melihat persoalan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agar seorang kader PMII yang telah mengikuti PKD bisa mengenakan kacamata PMII dengan baik dan ukuran lensa yang tepat, biar tidak pusing, seorang kader tersebut harus dan wajib mengikuti pelatihan-pelatihan dasar dunia pemikiran.&lt;br /&gt;Pertama, mereka harus mengikuti pelatihan epistemologi. Kedua, pendidikan teori-teori dasar ilmu sosial dan/ ilmu alam. Ketiga mengikuti pendidikan usuluddin dan usul fiqh. Dan keempat, pelatihan perencanaan strategis. Setidaknya, dengan keempat alat ini, kader PMII mempunyai dasar-dasar pemahaman keilmuan yang kokoh dan sekaligus mampu merencankan program-program atau agenda-agenda strategis. Dan sebagaimana halnya, follow up pasca Mapaba, mereka juga akan menerima sertifikat resmi dari PMII, yang akan menjadi persyaratan bagi seorang kader yang ingin men(di)calonkan sebagai ketua umum cabang setempat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;PELATIHAN KADER LANJUT (PKL PMII)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan tahap terakhir, PKL adalah benar-benar masa akhir studi seorang kader di dunia pendidikan PMII. Secara teknis organisasi telah mereka capai, secara pemikiran dan ideologi PMII telah tertanam, tinggal mengembangkan pada wilayah-wilayah spesifik yang hendak ditekuni oleh seorang kader, seiring dengan kematangan usianya dan tuntutan dunianya, dunia profesional. Kiranya, bekal yang perlu diberikan pada manusia PMII yang dewasa ini adalah masalah negosiasi, riset (penelitian), dan pendidikan kekhususan disiplin, seperti masalah ekonomi, sosial, agama, teknorkasi, hukum, politik, dan sebagainya, sesuai dengan kecenderungan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya kira, dengan sistimatika ini, kader PMII yang benar-benar sesuai dengan&lt;br /&gt;target manusia ulul albab bisa terwujud.  Semoga. (ar_rasyidi)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-5385269250993268200?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/5385269250993268200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/01/proses-kaderisasi-formal-pmii-masa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/5385269250993268200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/5385269250993268200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2010/01/proses-kaderisasi-formal-pmii-masa.html' title=''/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S0Y4MA7lJPI/AAAAAAAAACg/F_ZDsHcfp7c/s72-c/66666.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-3367526467683803407</id><published>2010-01-26T00:51:00.000-08:00</published><updated>2010-01-29T09:09:53.639-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filsafat'/><title type='text'>FILSAFAT : LANDASAN BAGI PERGERAKAN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S16sqqY6C1I/AAAAAAAAACw/h6sf6ht_Yzs/s1600-h/Berpikir+seperti+filosof+buk+kol+djoko+aw.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S16sqqY6C1I/AAAAAAAAACw/h6sf6ht_Yzs/s200/Berpikir+seperti+filosof+buk+kol+djoko+aw.jpg" width="131" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Filsafat : Landasan bagi Pergerakan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Studi kita tentang teori Marxis akan dimulai dengan pengama­tan terhadap filsafat Marxisme, yaitu materialisme dialektis. Kita harus mulai dari filsafat karena filsafat memberikan landasan bagi pemahaman kita tentang ekonomi politik, strategi politik dan masalah teoretis lain yang kita hadapi dalam pergerakan. Filsafat memberikan cara pandang dan metode untuk menelaah semua persoalan yang dihadapi oleh pergerakan. Materialisme dialektis juga memberikan jangkar ilmiah yang kokoh tempat berpijaknya aktivitas kita dalam pergerakan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk memulai pembahasan ini kita harus menjawab pertanyaan: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa itu filsafat? Secara singkat filsafat dapat dikatakan sebagai teori umum tentang kenyataan. FIlsafat meliputi penelahaan terha­dap berbagai hal mendasar seperti hubungan antara berpikir dan keadaan (thinking and being); bagaimana segala sesuatu berubah dan berkembang; apakah ada kehidupan lain setelah tubuh mati atau tidak; &amp;nbsp;dan sebagainya. Singkatnya, filsafat mengamati semua masalah yang berurusan dengan alam, masyarakat dan pikiran. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena itulah filsafat menjadi titik tolak yang sangat baik untuk studi kita. Pengetahuan kita tentang ekonomi politik yang sudah dimiliki kini bisa diperiksa kembali landasan filsafatnya, apakah sudah berpijak pada cara pikir yang konsisten dan tepat atau belum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama perjalanan sejarah manusia, sudah tak terhitung jumlah filsuf di dunia. Mulai dari pemikir-pemikir dalam masyarakat Yunani seperti Aristoteles, Plato, Socrates dan seterusnya sampai pada pemikir-pemikir modern seperti John Stewart Mill dan Bertrand Russell. Dalam studi ini, kita tidak akan mengulas semua pikiran yang pernah dijabarkan manusia selama hidupnya, juga tidak sebagian dari mereka seperti yang lazimnya dilakukan oleh studi-studi filsafat. Titik berangkat kita adalah filsafat Marxis yang merupakan ungkapan filsafat yang paling maju dalam sejarah manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Atas dasar apa kita bisa mengatakan bahwa Marxisme adalah ungkapan filsafat tertinggi yang pernah dibuat manusia ? &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama, karena akar dari materialisme dialektis ada pada &amp;nbsp;proletariat dan dengan karena itu, filsafat tsb juga menjadi cara pandang dunian­ya. Proletariat tidak berkepentingan untuk memisahkan masyarakat dalam kelas-kelas atau mempertahankan pemisahan yang sudah ada. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proletariat senantiasa berusaha memahami dunia dari sudut yang obyektif dan ilmiah. Semua aliran filsafat terdahulu terikat pada pandangan subyektif yang berusaha mempertahankan struktur kelas yang eksploitatif, tentunya demi keuntungan kelas penguasa. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Filsafat Marxis-Leninis adalah filsafat pertama yang secara utuh dan lengkap bersandar pada kelas yang tidak punya kepentingan menindas dan dengan begitu mewakili cara pandang obyektif dan revolusioner di dunia. Kenyataan bahwa Marxisme-Leninisme terang-terangan merupakan pandangan yang membela tujuan dari kelas buruh sama sekali tidak bertentangan dengan asasnya yang obyektif dan ilmiah. Justru karena filsafat ini bersandar pada kelas buruh, maka ia dapat memberikan pandangan ilmiah terhadap kenyataan. Marx dan Engels suatu saat mencatat: "Sama halnya seperti filsafat menemukan senjata materialnya di dalam proletariat, maka proletariat menemukan senjata spiritual mereka dalam filsafat. (Marx dan Engels, dikutip dalam Handbook of Philosophy, disunting oleh Howard Selsam, Proletarian Publisher, 1949.)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, "senjata spiritual" yang disebut Marx di sini sama sekali bukan berarti "kepercayaan" atau optimisme berlebihan. Filsafat di sini justru berfungsi sebagai alat intelektual khususnya cara pandang yang revolusioner dan ilmiah yang sangat penting untuk menjalankan tugas dan strategi di dalam pergerakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentu saja, kebutuhan untuk memahami filsafat Marxis semakin terasa saat ini jika dibandingkan sekitar seratus tahun lalu. Rumitnya perkembangan internasional dengan situasi pertentangan kelasnya, dan juga perbedaan-perbedaan di kalangan revolusioner sendiri, makin mendesakkan kebutuhan akan adanya pemahaman yang seragam terhadap filsafat Marxis. Sayangnya, banyak orang yang menamakan dirinya revolusioner meniadakan kebutuhan ini, filsafat sering diabaikan dan diremehkan dalam gerakan revolusioner yang luas. Kebanyakan orang menyingkirkan persoalan filsafat ini karena dianggap kebutuhan akan jawaban-jawaban terhadap persoalan langsung dan kongkret itu jauh lebih penting. Pendekatan pragma­tis seperti ini telah meniadakan atau mengecilkan arti dari filsafat Marxis sebagai alat yang sangat penting bagi kelas proletariat. Sebaliknya, banyak orang lain yang terlalu terpaku secara dogmatik terhadap filsafat ini, dan mengabaikan bahwa yang terpenting bagaimanapun adalah kemampuan menelaah dan menyelesai­kan &amp;nbsp;persoalan. Hal seperti ini memerlukan studi teori dan juga belajar terus menerus dari praktek politik sehari-hari, secara bersamaan, tanpa mengunggulkan yang satu di atas yang lain. Seperti dikatakan Lenin: "Tidak akan ada revolusi tanpa teori revolusioner." Dalam kesempatan lain dikatakannya bahwa teori revolusioner juga hanya mungkin muncul dari gerakan revolusioner itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-3367526467683803407?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/3367526467683803407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2009/12/filsafat-landasan-bagi-pergerakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/3367526467683803407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/3367526467683803407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2009/12/filsafat-landasan-bagi-pergerakan.html' title='FILSAFAT : LANDASAN BAGI PERGERAKAN'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S16sqqY6C1I/AAAAAAAAACw/h6sf6ht_Yzs/s72-c/Berpikir+seperti+filosof+buk+kol+djoko+aw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-4898569114141802889</id><published>2009-12-19T20:33:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T11:52:08.354-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Membincang Gender'/><title type='text'>"MEMBINCANG TENTANG GENDER"</title><content type='html'>“MEMBINCANG TENTANG GENDER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S17Y43BkVYI/AAAAAAAAADE/SokessD0Ec4/s1600-h/6340_1043470986779_1825742157_89973_587343_s.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S17Y43BkVYI/AAAAAAAAADE/SokessD0Ec4/s200/6340_1043470986779_1825742157_89973_587343_s.jpg" width="129" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;A.ABSTRAKSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wacana Gender mungkin bisa dikatakan sudah basi, karena sudah sejak lama dibicarakan oleh berbagai kalangan baik oleh para pelajar,lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan maupun kalangan orang-orang agamis, ada pro dan kontra di dalamnya, mereka saling mempertahankan argumennya yang tentu saja dengan rujukan atau sumber hukum yang mereka anggap valid.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika melihat realitas sosial di masyarakat wacana tentang kesetaraan gender sangat penting untuk dihembuskan, bahkan kalau perlu bisa dijadikan salah satu mata pelajaran di sekolah menengah atau mata kuliah di perguruan tinggi, dalam makalah ini penulis akan memaparkan sedikit uraian tentang gender, yang bisa dijadikan pengetahuan awal bagi sahabat/I yang masih baru menapak di dunia PMII.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;B. JENIS KELAMIN DAN GENDER&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak orang yang sering mengasumsikan “GENDER” sebagai perempuan, akan tetapi pada kenyataanya keduanya berbeda. Jenis kelamin adalah kondisi biologis laki-laki dan perempuan yang dibawa sejak lahir dengan fungsi karakteristiknya masing-masing, sedangkan Gender adalah bentukan, konstruksi ataupun interprestasi masyarakat atas perbedaan kondisi biologis laki-laki dan perempuannya, jadi gender bukan sesuatu yang dibawa sejak lahir akan tetapi sesuatu yang dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Misalnya: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Peran : tugas-tugas rumah tangga seperti mengurus anak lebih pantas dilakukan oleh perempuan dan tak pantas dilakukan laki-laki.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Sifat : laki-laki dianggap rasional sehingga pantas menjadi pemimpin, sedang perempuan tidak pantas karena emosional. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Posisi : laki-laki dianggap sebagai pemimpin rumah tangga   (sebagai pengambil keputusan) sedangkan perempuan sebagai pendukung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Nilai : dari anggapan-anggapan di atas laki-laki diniai lebih penting dari perempuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gender dan peranan gender sering dianggap sebagai kebenaran oleh anggota masyarakat bahkan dianggap sebagai kodrat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dalam kamus kodrat adalah suatu yang telah ditentukan dan tidak bisa dihindarkan, dapat dikatakan pula kodrat adalah karakteristik yang dibawa sejak lahir oleh laki-laki dan perempuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tugas memasak, mengasuh anak sebenarnya bukan kodrat perempuan karena dapat juga dilakukan oleh laki-laki, demikian pula tugas bekerja di ladang, berjualan di pasar dapat juga dilakukan oleh perempuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang pantas dan tidak pantas bagi laki-laki dan perempuan memang tidak sama antara daerah yang satu dengan daerah lainnya. Di Batak misalnya, perempuan yang harus bekerja keras mencari uang sedang di daerah lain juga terjadi perempuan dilarang keluar rumah dan sebagainya. Meski ada perbedaan di berbagai daerah, yang umumnya sama adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Perempuan harus bertanggung jawab atas kehidupan rumah tangga mulai dari mengasuh anak, memasak hingga membereskan rumah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Perempuan harus mengutamakan keluarga dibanding dengan kebutuhannya sendiri, perempuan harus menunjukkan penghormatan pada laki-laki, biasanya ayah (saat ia kecil dan belum menikah) dan suaminya (setelah ia menikah)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Laki-laki dianggap sebagai pemimpin (pendapatnya harus dihormati, sehingga yang terjadi laki-laki mempunyai kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih dibandingkan dengan perempuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketidaksetaraan dengan laki-laki dan perempuan dapat dilihat dari beberapa hal antara lain:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.Stereotipe&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adalah pelabelan negatif terhadap perempuan misalnya perempuan dianggap emosional, hanya mampu melakukan tugas-tugas sederhana dan tidak penting.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pandangan tersebut seringkali tidak tepat, namun karena sering diulang-ulang seolah menjadi sesuatu yang baku bagi masyarakat termasuk juga perempuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.Subordinassi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adalah pemosisian perempuan sebagai orang yang kedua setelah laki-laki dengan kata lain tidak diberi posisi penting.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu perempuan dianggap sebagai milik keluarga, ketidak ia kecil dan belum menikah ia jadi ayahnya dan bila sudah menikah menjadi milik suami&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Beban Majemuk&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beban majemuk atau beban ganda sering dialami oleh perempuan dalam rumah tangga, disatu sisi ia harus membantu suami mencari nafkah dan di sisi lain ia juga mempunyai tanggung jawab dalam mengasuh anak, memasak dan membereskan rumah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Marginalisasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adalah peminggiran terhadap perempuan artinya perempuan ditempatkan sebagai orang yang tidak memiliki peran penting, sebagai pihak yang tidak diperhatikan kebutuhan-kebutuhan dan kesejahteraannya, misalnya dalam pertemuan di masyarakat perempuan ditempatkan dibelakang sebagai pelayan dan tidak memiliki hak suara.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;5. Kekerasan (violent)&lt;br /&gt;Adalah resiko yang paling serius sebagai akibat ketidaksetaraan posisi laki-laki dan perempuan. Di sini perempuan rentan terjadi korban kriminalitas, baik dari masyarakat maupun dari keluarganya sendiri.&lt;br /&gt;Bentuk-bentuk kekerasan tersebut seperti penganiayaan, kawin paksa, kekerasan seksual, ucapan-ucapan menghina ( porno) sampai pada ancaman. Pada masyarakat tertentu kekerasan dianggap wajar bahkan menjadi praktek-praktek budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar atau tidak sadar ketidak setaraan di atas sangat merugikan perempuan di mana kita semua tidak akan bisa merubah konstruksi budaya tersebut bila perempuan sendiri enjoy dan menikmati budaya-budaya yang sebenarnya tidak adil bagi mereka.(admin)*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-4898569114141802889?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/4898569114141802889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2009/12/membincang-tentang-gender.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/4898569114141802889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/4898569114141802889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2009/12/membincang-tentang-gender.html' title='&quot;MEMBINCANG TENTANG GENDER&quot;'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/S17Y43BkVYI/AAAAAAAAADE/SokessD0Ec4/s72-c/6340_1043470986779_1825742157_89973_587343_s.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-2101011064596082024</id><published>2009-12-19T09:20:00.000-08:00</published><updated>2010-01-27T08:53:05.794-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah PMII'/><title type='text'>SEJARAH PMII</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pergerakan Mahasiswa islam Indonesia &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari namanya PMII disusun dari empat kata yaitu “Pergerakan”, “Mahasiswa”, “Islam”, dan “Indonesia”. Makna “Pergerakan” yang dikandung dalam PMII adalah dinamika dari hamba (makhluk) yang senantiasa bergerak menuju tujuan idealnya memberikan kontribusi positif pada alam sekitarnya. “Pergerakan” dalam hubungannya dengan organisasi mahasiswa menuntut upaya sadar untuk membina dan mengembangkan potensi ketuhanan dan kemanusiaan agar gerak dinamika menuju tujuannya selalu berada di dalam kualitas kekhalifahannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengertian “Mahasiswa” adalah golongan generasi muda yang menuntut ilmu di perguruan tinggi yang mempunyai identitas diri. Identitas diri mahasiswa terbangun oleh citra diri sebagai insan religius, insan dimnamis, insan sosial, dan insan mandiri. Dari identitas mahasiswa tersebut terpantul tanggung jawab keagamaan, intelektual, sosial kemasyarakatan, dan tanggung jawab individual baik sebagai hamba Tuhan maupun sebagai warga bangsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Islam” yang terkandung dalam PMII adalah Islam sebagai agama yang dipahami dengan haluan/paradigma ahlussunah wal jama’ah yaitu konsep pendekatan terhadap ajaran agama Islam secara proporsional antara iman, islam, dan ikhsan yang di dalam pola pikir, pola sikap, dan pola perilakunya tercermin sikap-sikap selektif, akomodatif, dan integratif. Islam terbuka, progresif, dan transformatif demikian platform PMII, yaitu Islam yang terbuka, menerima dan menghargai segala bentuk perbedaan. Keberbedaan adalah sebuah rahmat, karena dengan perbedaan itulah kita dapat saling berdialog antara satu dengan yang lainnya demi mewujudkan tatanan yang demokratis dan beradab (civilized).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan pengertian “Indonesia” adalah masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia yang mempunyai falsafah dan ideologi bangsa (Pancasila) serta UUD 45. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejarah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia lahir dari organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama’ (NU). Pada tanggal 17 April 1960. ide lahirnya PMII lahir dari hasrat yang kuat dari kalangan mahasiswa NU untuk membentuk sebuah organisasi yang menjadi tempat berkumpul dan beraktifitas bagi mereka. Akan tetapi karena pada waktu itu sudah berdiri Ikatan Pemuda Nahdlatul Ulama (IPNU), sementara anggota dan pengurusnya banyak yang dari mahasiswa maka para mahasiswa NU banyak yang bergabung dengan IPNU. Sebenarnya keinginan untuk membentuk sebuah organisasi sudah ada sejak Muktamar II IPNU tahun 1959 di Pekalongan Jawa Tengah, akan tetapi belum mendapat respon yang serius, karena IPNU sendiri pada waktu itu masih memerlukan pembenahan, dalam proses IPNU yang masih dalam proses establish dikhawatirkan tidak ada yang mengurusi. Karena IPNU dianggap tidak mampu menampung aspirasi mahasiswa NU pada waktu itu. Pertama, kondisi objektif antara keinginan dan harapan mahasiswa serta dinamika yang terjadi berbeda dengan keinginan para pelajar. Kedua, dengan hanya membentuk departemen dalam IPNU mahasiswa NU tidak bisa masuk PPMI Persatuan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia, karena PPMI hanya menampung ormas mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Puncak dari perhelatan dibentuk tidaknya organisasi mahasiswa NU adalah ketika IPNU menyelenggarakan konferensi besar pada tanggal 14-17 Maret 1960 diKaliurang Yogyakarta. Diawali oleh Isma’il Makky selaku ketua departemen Perguruan Tinggi (IPNU) dan M. Hartono, BA (mantan Wakil Pimpinan usaha Harian Pelita Jakarta), akhirnya forum konferensi membuat keputusan tentang perlunya didirikan organisasi mahasiswa NU. Lalu dibentuklah panitia sponsor pendiri yang beranggotakan 14 orang, yang dilanjutkan dengan musyawarah mahasiswa NU yang diselenggarakan di Surabaya, yang sebelumnya PBNU sudah merestui. Dan pada tanggal 17 April 1960 secara sah PMII dinyatakan berdiri dan H. Mahbub Djunaidi dinyatakan sebagai ketua terpilih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Unsur pemikiran yang ditonjolkan pada organisasi yang akan berdiri pada waktu itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Mewujudkan adanya kedinamisan sebagai organisasi mahasiswa, khususnya karena pada waktu itu situasi nasional sedang diliputi oleh semangat revolusi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Menampakkan identitas ke-Islaman sekaligus sebagai konsepsi lanjutan dari NU yang berhaluan ahlu sunnah wal jamaah juga berdasarkan perjuangan para wali di pulau jawa yang telah sukses dengan dakwahnya. Mereka sangat toleran atas tradisi dan budaya setempat. Sehingga dengan demikian ajaran-ajarannya bersifat akomodatif.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Memanifestasikan nasionalisme sebagai semangat kebangsaan, karenanya nama Indonesia harus tercantum.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Independensi dan pencarian jati diri &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jatuhnya orde lama dan naiknya Soeharto sebagai rezim orde baru membawa kepada perubahan politik dan pemerintahan yang cukup signifikan setelah Soekarno sebelumnya membubarkan Masyumi, orde baru juga berobsesi untuk mengurangi partai politik yang berbau ideologi dengan mendirikan partai untuk menopang keuasaannya sendiri. Kebijakan pemerintahan orde baru diatas telah menempatkan pemerintahan sebagai wilayah kauasaan yang tidak bisa dijamah dan dikritisi oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fenomena diatas menuntut PMII mampu melakukan pembacaan secara jeli tentang dirinya ditengah upaya pemerintah untuk melakukan upaya-upaya pengkerdilan terhadap setiap komponen masyarakat-bangsa termasuk partai politik selain golkar. Dari hasil pembacaan itu bahwa apabila PMII tetap bernaung dibawah NU yang masih berada pada wilayah politik praktis, maka PMII akan mengalami kesulitan untuk berkembang sebagai ormas mahasiswa. Atas dasar pertimbangan inilah pada MUBES V tanggal 14 Juli 1972 di Munarjati Malang, PMII memutuskan untuk menjadi organisasi yang independen yang tertuang dalam deklarasi Munarjati. Dengan ini PMII sebagai tidak terikat pada sikap dan tindakan siapapun dan hanya komitmen dengan perjuangan organisasi serta cita-cita perjuangan nasional yang berlandaskan pancasila.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada periode 1980-an PMII yang mulai serius masuk dan melakukan pembinaan di perguruan tinggi menemukan kesadaran baru dalam menentukan pilihan dan corak gerakannya. Bersamaan dengan Khittah 1926 NU pada tahun 1984 dan diterimanya pancasila sebagai asas tunggal, PMII telah membuat pilihan-pilihan peran yang cukup strategis. Dikatakan strategis karena menentukan pilihan pada tiga hal yang penting, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. PMII memberikan prioritas pada upaya pengembangan intelektualitas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. PMII menghindari keterlibatannya dengan politik praktis, baik secara langsung atau tidak, dan bergerak pada wilayah pemberdayaan Civil Society.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Memilih mengembangkan paradigma kritisisme terhadap negara. Pilihan-pilihan tersebut membuat PMII selalu berjarak dengan struktur-struktur kekuasaan politik maupun pemerintahan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-2101011064596082024?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://blogger.com' title='SEJARAH PMII'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/2101011064596082024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2009/12/sejarah-pmii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/2101011064596082024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/2101011064596082024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2009/12/sejarah-pmii.html' title='SEJARAH PMII'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-5508519987928144898</id><published>2009-12-14T03:08:00.000-08:00</published><updated>2010-02-21T06:35:49.093-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KKN identik....'/><title type='text'>KKN IDENTIK DENGAN "PROGRAM PACARAN"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;KKN Identik dengan "Program Pacaran"&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;KKN dimaksudkan agar mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari pada program nyata sekaligus membantu masyarakat di pedesaan. Program ini bukanlah program baru. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski usianya telah lebih dari seperempat abad, namun sampai saat ini masih saja menimbulkan pro kontra bagi para pengelola (dosen), pelaksana (mahasiswa), orang-orang yang menjadi sasaran KKN, serta orang-orang yang sering dijadikan sebagai mitra kerja mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kini bukanlah waktu yang tepat untuk sekadar pro dan kontra atau saling menyalahkan. Sudah saatnya dosen, mahasiswa, aparat pemerintah, masyarakat, dan tokoh masyarakat melakukan refleksi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perguruan tinggi dapat mencari solusi melalui seminar yang melibatkan tokoh masyarakat dan aparat pemerintah. Aparat pemerintah dapat menindaklanjutinya dalam berbagai rapat koordinasi lintas departemen.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada masa-masa awal pelaksanaan program KKN, dananya tidak dibebankan kepada mahasiswa. Jadi waktu itu mahasiswa tidak perlu mengeluarkan dana. Mereka bahkan mendapatkan dana untuk biaya hidup, transportasi, dan bantuan pelaksanaan proyek. Oleh karena itu KKN tidak dirasakan sebagai program yang berat oleh mahasiswa. Banyak mahasiswa yang terkesan dengan model demikian. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesan positif tersebut tentu berpengaruh pada pelaksanaannya. Kesan positif tersebut banyak dirasakan pula oleh aparat pemerintah, tokoh dan anggota masyarakat. Saat itu program tersebut menjadi sarana ampuh perguruan tinggi memperkenalkan diri pada masyarakat. Meski demikian, dampak negatif tetap ada. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para tokoh masyarakat menjadi prihatin menyaksikan tampilan mahasiswa yang terbiasa hidup di kota kemudian membawa kebiasaan tersebut ke tempat KKN. Padahal mungkin kebiasaan itu tidak sesuai dengan kebiasaan orang desa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Program KKN yang dananya tidak dibebankan pada mahasiswa lama-lama dianggap sebagai program mahal. Oleh karena itu dana kemudian dibebankan kepada mahasiswa. Putusan demikian tentu saja dirasakan mahasiswa sebagai putusan yang berat. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka harus membayar para dosen, membiayai proyek yang mereka programkan, membiayai ongkos hidup, transportasi dan lain-lain. Mahasiswa merasa keberatan. Perasaan keberatan berpengaruh pada kinerja mereka. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu jangan heran bila kita mendengar keluhan dari aparat pemerintah, tokoh dan anggota masyarakat yang menyamakan KKN sama dengan program berpacaran, program makan-tidur. Kinerja yang demikian meresahkan para tokoh masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak Setuju&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak semua dosen setuju dengan KKN. Sebagian dosen ada yang mengusulkan program itu ditinjau kembali. KKN yang biasanya menerjunkan mahasiswa di desa dan melakukan berbagai kegiatan yang mungkin tidak sesuai dengan ilmu yang dipelajari merupakan program yang sulit dikerjakan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu ada dosen memaklumi bila mahasiswa mengalami kesulitan. Sebab dosen juga sering kesulitan membimbing mahasiswa karena mereka tidak memiliki keahlian khusus dalam menanggapi kebutuhan masyarakat. Tidak heran bila dosen menganggap perlunya menerjunkan mahasiswa di desa tertentu yang telah diketahui karakteristiknya supaya KKN benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mahasiswa banyak yang merasa KKN terlalu berat karena harus didanai sendiri dan ilmu yang mereka kuasai sering tidak sesuai kebutuhan masyarakat. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anggota dan tokoh masyarakat, serta aparat pemerintah terkadang tidak tahu apa yang mestinya mereka lakukan dalam membantu mahasiswa. Ketidaktahuan ini berakibat pada sikap serba salah, acuh tak acuh, antipati dan menentang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan sikap dosen, mahasiswa, aparat pemerintah kiranya diperlukan peninjauan ulang terhadap KKN agar tidak menyulitkan mahasiswa dan bermanfaat maksimal bagi masyarakat, serta meminimalisasi ekses negatif. Hal yang segera harus ditinjau aturan main yang jelas supaya dosen pembimbing tahu benar apa yang mesti mereka berikan kepada mahasiswa. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Supaya mahasiswa tahu benar apa yang mesti mereka lakukan. Supaya aparat pemerintah, tokoh dan anggota masyarakat tahu benar hal-hal yang dapat mereka lakukan.(San)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-5508519987928144898?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/5508519987928144898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2009/12/kkn-identik-dengan-program-pacaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/5508519987928144898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/5508519987928144898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2009/12/kkn-identik-dengan-program-pacaran.html' title='KKN IDENTIK DENGAN &quot;PROGRAM PACARAN&quot;'/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6214651144905959385.post-996898038548607235</id><published>2009-12-14T02:53:00.000-08:00</published><updated>2010-01-08T02:37:01.995-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>KASUS KUNO - IDEALISME MAHASISWA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayak yang beranggapan bahwa “mahasiswa” adalah suatu macam “pangkat” pelajar yang tertinggi, sehingga akibatnya orang-orang yang masih berstatus “siswa”(tanpa "Maha") dianggap lebih rendah dari pada mahasiswa, sehingga tidak mau rajin belajar lagi, seperti halnya siswa. Ini adalah kasus kuno yang masih sulit diselesaikan.&lt;br /&gt;Perlu disadari bahwa jika seseorang sudah berstatus mahasiswa,maka iapun masih tetap sebagai seorang pelajar yang harus rajin belajar, sekaligus menjadi utusan masyarakat sekitarnya. Semua orang tahu hal ini, tapi yang sering diabaikan adalah mencoba melengkapi seluruh jenis kebutuhan diri dan masyarakatnya. Kebutuhan itu tidak hanya kesejahteraan dan perlindungan, tapi juga pengetahuan dan wawasan.&lt;br /&gt;Sebenarnya dalam hal ini tidak ada bedanya antara siswa, mahasiswa, atau siapapun. Karena yang dibicarakan adalah perihal kemampuan untuk terus memaksimalkan penggunaan fasilitas berupa kemampuan dan kesempatan demi melengkapi kebutuhan diri dan orang-orang sekitarnya. Tanpa kemalasan, atau memanjakan diri hanya pada satu bidang saja, sementara sebagai kaum muda tentu masih mempunyai potensi tinggi di bidang apapun.&lt;br /&gt;Maka arah dari tulisan ini adalah mengajak para mahasiswa agar menjadi benar-benar mahasiswa. Memenuhi kapasitas normal sebagai mahasiswa, menggunakan kemaksimalan otak kanan dan kiri. Mahasiswa yang aktif bergerak dalam organisasi, tapi juga cerdas dalam tiap pelajarannya (mengingat statusnya adalah juga pelajar).&lt;br /&gt;st="on"style="font-family: Tahoma;"Ada beberapa permasalahan yang sering terjadi. Diantaranya, adanya mahasiswa yang rajin belajar tapi lemah dalam pergerakan, adanya mahasiswa yang aktif dalam pergerakan tapi lemah dalam pelajarannya. Bahkan yang lebih parah, lemah kedua-duanya. Penulis menganggap hal ini bukan suatu karakter paten yang terbilang wajar. Tapi hal ini merupakan kasus yang harus diselesaikan, tidak boleh dibiarkan. Karena jika tidak, rantai pemisah antar mahasiswa itu akan tetap terus mengulur panjang. Kalimat "kita adalah satu" yang sering mereka teriakkan itu tak akan pernah terwujud.&lt;br /&gt;Sungguh miris jika mendengar kabar bahwa dari 100 mahasiswa, ada 60 mahasiswa yang malas mengunjungi perpustakaan. Dan dari 100 mahaiswa, ada 70 mahasiswa yang malas mengikuti pergerakan. Seolah mereka lupa akan kebutuhannya kelak. Dalam dunia mahasiswa, hal ini bukanlah suatu kewajaran tapi merupakan suatu kesalahan yang harus secepatnya disadari dan dibenahi. Maka bagi mahasiswa baru hendaknya mewaspadai dan mengingat hal ini sejak awal. Tidak sembarang mengikuti arus, tapi selalu berfikir panjang dan matang, tanpa main-main. Karena kampus adalah tempat yang baik untuk menentukan jatidiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6214651144905959385-996898038548607235?l=komsbongkar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komsbongkar.blogspot.com/feeds/996898038548607235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2009/12/kasus-kuno-idealisme-mahasiswa-bayak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/996898038548607235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6214651144905959385/posts/default/996898038548607235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komsbongkar.blogspot.com/2009/12/kasus-kuno-idealisme-mahasiswa-bayak.html' title=''/><author><name>Divisi Media dan Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07696243272528216157</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://1.bp.blogspot.com/__vrrRyvVmJc/SxGEtIDtuuI/AAAAAAAAAA4/vBJqiAx9t40/S220/DSC02347.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
